
Mas irwan masih sibuk mengusap perut ku
"aku mau kita berpisah? kata ku pelan tanpa menatap nya
" apa? tanya nya
"aku mau kita berpisah? ku ulangi kembali
" kenapa?
"kamu bertanya kenapa? tanya ku dengan senyum sinis" aku sudah pernah mengatakan sama kamu mas, kalau hubungan kita ini ndak bisa kita teruskan? ndak bisa kita pertahan kan, aku mohon mas,,, ceraikan aku mas, aku ndak akan meminta apa pun sama kamu mas? kata ku mulai menangis,mas irwan menatapku dengan mencium tangan ku"jangan kamu ombang ambingkan perasaan ku mas? sesaat kamu bilang sayang sama aku, setelah itu kamu jalan dengan nya, kalau memang kamu mencintai aku dan menyayangi anak ini, maka tinggalkan dia, kalau kamu ndak sanggup meninggalnya maka aku yang akan meninggalkan kehidupan kamu mas? kata ku dengan mengusap perut ku
"jangan membuat pilihan yang sulit untuk aku pilih?
" jawaban kamu sudah jelas mas kalau kamu begitu mencintai nya, maka biarkan aku yang pergi dari kehidupan kamu?
"aku mohon ga, beri aku waktu?
" waktu kamu sudah habis mas, aku ndak bisa lagi menunggu mas? aku akan kembali ke Jogja,kamu kirim saja surat penceraian nya, atau kamu palsukan saja tanda tangan ku, aku ndak akan menuntut apa pun dari kamu? aku dan dia bicara tanpa memandang satu sama lain"kalau pun kamu ingin meresmikan hubungan kamu dengan nya aku akan ikhlas mas, ikhlas sekali? yang terpenting kamu memberikan izin status anak ku kalau kamu adalah ayah nya yang sah?dia menatap ku begitu tajam, apakah perkataan ku itu benar benar atau hanya ancaman.
"kamu serius dengan kata kata mu?
" aku ndak pernah bercanda? jawab ku"mungkin selama ini aku selalu dan selalu percaya dengan kata kata mu mas, aku sampai ndak bisa melihat kalau kamu begitu mencintai nya, bukan mencintai ku?
"bagaimana dengan mami ku?
" jangan membuat alasan dengan penyakit mami kamu, katakan saja yang sebenar nya, kalau kamu ndak mau, aku yang akan mengatakan, dan jangan kamu beri alasan apa pun tentang mami mu pada ku, itu akan sia-sia , karena aku sudah bulat minta cerai?perkataan ku begitu datar"aku sudah ndak memiliki apa pun sama kamu, rasa ini, cinta ini,sayang, cemburu, hilang semua nya, jangan kamu tanya siapa penyebab nya, karena jawaban nya ada sama kamu mas, kembalikan HP ku, aku ingin menelpon ibu ku dan akan mengatakan semuanya, aku ndak mau berbohong kalau akhir nya ibu ku akan membenci ku? suara ku begitu pelan, seperti bicara pada diri sendiri, dia masih memegang tangan ku
"tertutup kah pintu maaf ku?
" pintu maaf ku ndak tertutup mas, aku sudah memaafkan mu. tapi maaf aku ndak bisa bersama mu?
"aku mohon ga, kamu pikir kembali ucapan mu?
" aku sudah berkali kali memikirkan semua nya?
"kamu tidak akan menyesal kita berpisah?
" aku ndak akan pernah menyesal dengan keputusan ku sendiri? aku akan lebih menyesal kalau aku mempertahan kan hubungan ini?"terserah penilain mu pada ku mas, aku ndak perduli, dan jangan membalik kan keadaan kepada ku?
__ADS_1
"apakah kamu sudah gak mencintai ku lagi?
" aku mencintai mu, aku menyayangi mu begitu dalam mas, tapi itu dulu,,, dulu sebelum aku kamu sakiti? aku ndah menyalahkan kamu selingkuh, aku merasa seperti pelakor mas?
"ga,,,,,? panggilnya dengan mencium tangan ku" beri aku kesempatan?
"kesempatan itu sudah habis mas, sudah ndak ada lagi?
" lalu? kata nya bingung harus berbicara apa lagi
"baik, kita akan berpisah setelah kamu melahirkan?
" kamu ingin menggantung status ku mas?
"aku gak menggantung, tapi di syariah islam wanita hamil gak boleh di cerai dan mencerai?
" baik, aku tunggu waktu itu sampai tiba? kata ku dengan menelan air ludah ku, karena tenggorokan ku terasa begitu kering.
setelah tiga hari di rawat aku di izinkan pulang,dan selama tiga hari aku ndak ada yang jenguk terkecuali intan, hari ini aku keluar dari rumah sakit, aku akan terbiasa tanpa dia di sampingku,kalau aku ndak bisa aku akan berusaha mencoba nya, dan terus sampai aku lupa siapa dia bagi ku,
"kamu beneran mau pulang ke Jogja ga?
"ndak kamu pikir pikir dulu?
" aku sudah memikirkan jauh sebelum ini tan?
"baiklah mungkin itu yang terbaik buat kamu?
" ya ini yang terbaik buat aku dan calon anak ku? intan menatap ku,
"kamu berubah ga?
" aku ndak berubah tan, aku seperti ini karena terlalu sering di khianati? dia menarik nafas dalam dalam
"baiklah? kata nya karena sudah ndak tau apa lagi yang harus di katakan nya lagi" aku antar ke loket ya? aku mengangguk kan kepala
"kamu ndak masuk? tanya ku
" ndak, aku izin karena ingin menemani kamu?
__ADS_1
"aku minta maaf ya tan, kalau selama ini aku ada salah?
" kamu ndak ada salah ga, kamu baik?
"Terima kasih? kata ku dengan memeluk nya, angkot yang kami naik sampai loket, aku langsung menuju bus jurusan jogja, ku lambaikan tangan ku ke arah intan, delapan tahun kita bersama tan, bus melaju meninggalkan hiruk piruk jakarta,
"selamat tinggal kenangan? ku sandarkan tubuh ku di kursi, hingga aku benar benar tertidur.
"intan.....!!! panggil mas irwan yang datang ke kost dan nya intan, pada hal hari sudah hampir gelap
" ada apa pak? tanya nya
"iga ada di sini?
" iga,,, dia sudah pulang ke Jogja pak?
"kamu bohong?
" saya ndak bohong pak.... saya yang mengantar kan nya ke loket jam 01.00 pak, sekarang sudah jam 06.15 sudah hampir sampai rumah nya pak?
"kenapa kamu antar?
" aku ndak tega membiarkan dia sendiri pak? jawabnya, mas irwan berdiri mematung
"bapak mencintai nya? tanya intan, mas irwan hanya memandang senduh ke intan,
" entahlah, tapi aku merasakan ada yang hilang, dan itu terasa sakit di sini tan, disini? kaya nya dengan menunjuk dada nya
"semua belum terlambat, bapak bisa memperbaiki nya,jemput di rumah orang tua nya, dan katakan kalau bapak ndak bisa berpisah?
" alasan saya?
"ya katakan yang sebenar nya pak?
"percuma tan, dia sudah menolak ku?
" di coba kembali pak, barang kali saat ini hati nya sedang panas, biarkan dia sendiri untuk beberapa hari ini pak?
"tapi aku takut justru dia gak mau kembali sama saya tan? kata nya dengan wajah bingung.
__ADS_1