
Aku dan intan menunggu yang lain masuk begitu juga dengan jono
"eh jon! panggil intan
" ada apa mba?
"istri kamu dimana?
" ada di dalam mbak?
"sudah masuk saja yok? ajak ku,
" baik lah? kami bertiga masuk kedalam rumah jono, Rumah jono begitu kecil, begitu semua masuk sudah ndak muat, karyawan mas irwan sebenar nya cuma tiga puluh orang, tapi di bagian masing masing, sehingga yang di kantor cuma lima belas orang. aku dan intan bingung mau duduk dimana
"mbak iga duduk disini aja? kata jono dengan menunjuk sebuah kursi
" saya ndak enak jon, yang lain di bawah masak iya saya duduk di atas?
"ya gak papa mbak, karena mbak kan lagi hamil? jawab nya,
" sudah kamu di sini saja? kata intan, rasa nya begitu canggung,
"jon? panggil ku
" ada apa mbak?
"istri kamu dimana?
" ada di kamar mbak?
"saya ke kamar saja ya?
" makan dulu mbak?
"iya, saya pasti makan? kata ku menuju arah kamar yang di tunjuk jono,mereka menatap ku, ternyata di dalam kamar ada beberapa orang, mungkin ibu nya atau ibu dari jono, aku masuk.
" maaf? kata ku,
"ini mbak iga dek? kata jono memperkenalkan kan ku kepada istri nya" yang sering aku ceritakan sama kamu?
"masuk mbak, masuk? kata istri jono, ramah" ambil kan kursi mas biar mbak iga duduk?
"ndak usah repot repot, saya duduk disini saja? kata ku dengan duduk di sudut tempat tidur, sebelum nya aku menyalami tangan mereka,
" lucu nya? kata ku aroma minyak telon memenuhi kamar, dengan memegang pipi nya"jono ndak pernah bilang kalau dia sudah menikah? kata ku
"malu kali mbak? jawab istri nya dengan melihat ke arah perut ku" mbak iga hamil to? tanya nya
__ADS_1
"iya? jawab ku tersenyum dengan memegang perut ku
" sudah berapa bulan mbak?
"sudah empat, tapi belum penuh? jawab ku sambil menyentuh anak nya jono, gadis kecil yang mungil, ku cium pipi nya sungguh halus, harum, ku pegang jari tangan nya yang kecil sambil senyum senyum, aku ambil sesuatu dari tas ku dan ku buka,
" apa itu mbak? tanya istri jono
"hadiah kecil buat si imut? jawab ku dengan memakai kan cincin di jari tengah nya" ternyata pas?
"itu terlalu mahal mbak?
" ndak, ini cuma hadiah kecil?
"makasih mbak?
" sama sama? sekali lagi ku cium pipi nya setelah itu aku duduk di bawah dengan melurus kan kaki
"jangan duduk di bawah mbak?
" ndak papa?
"iya tapi itu kotor? aku ndak mengenal nya, seorang wanita paruh baya datang dan membentang kan tikar, aku berdiri dan tikar di bentang, aku duduk kembali untuk meluruskan kaki ku yang pegal,
" Terima kasih bu? hanya senyuman yang di berikan nya, istri jono ikut duduk di bawah sebelah ku
"kamu jangan duduk di bawah?
"kamu kan habis lahiran?
" sudah empat puluh hari yang lalu mbak? jawab nya dengan memegang paha ku, di pangku nya si kecil, ku pegang jari nya yang mungil, ibu sudah ndak sabar menanti mu nak, batin ku dengan mengusap perut ku
"kamu lahiran nya normal atau sesar mbak? tanya ku
" jangan panggil mbak, saya masih muda mbak, saya normal lahiran nya mbak? aku sedikit ngeri mendengar kata lahiran normal, tapi aku semakin ngeri mendengar kata sesar,
"sakit ya mbak? tanya ku sedikit berbisik
" jangan di fikirkan mbak, nanti kalau sudah lahiran akan tau sendiri?
"ini anak ke berapa mbak? tanya ku
" anak pertama? aku manggut manggut
"kamu ndak pernah urut nduk? tanya seseorang yang ndak tau sudah berdiri di depan ku
" pernah mbok, tapi ya sudah lama sekali?
__ADS_1
"ini eyang uti ku mbak? istri jono memperkenalkan kan ku"uti, ini atasan mas jono di kantor?
"bukan atasan?
" sama saja? eyang uti nya memijit kaki ku,
"aduh sakit? jerit ku terkejut dengan memegang perut ku,
" dek, sini,,, bos bos saya mau lihat anak kita? mereka menunggu di depan pintu, dan ndak sengaja melihat aku yang sedang di urut
"kamu kenapa ga?tanya intan yang mendekati ku, eyang uti menggosok gosok kan minyak di kaki ku lalu di urut.
" kaki ku pegel? jawab ku, mas irwan dia menatap ku, aku menahan sakit dengan memegang perut ku,
"gimana sudah enakan? tanya nya, mungkin bagi orang kota ketika wanita hamil ndak pernah di urut hanya di bawak ke SPA, tapi kalau di kampung ku wanita hamil pasti wajib di urut.
" sudah mbok, sudah? jawab ku sambil berdiri"makasih mbok? kata ku dengan keluar dari kamar jono, aku merasa ndak enak berada di kamar jono tanpa istri nya. mereka sedang menyantap makanan yang sudah di sediakan jono, aku berusaha duduk di sebelah istri nya jono tapi ku urungkan karena kekasih suami ku berada di sebelah nya,aku mencari cari tempat yang kosong, sebelah mas lihin, ndak karena yang ada suami astral ku akan cemburu, pada hal dia berduaan dengan pacar nya aku ndak gimana gimana, sebelah uneng, karena di sebelah uneng cuma ada jono, aku duduk di antara mereka
"mbak iga kenapa duduk di sini? tanya uneng
" sudah ndak ada tempat?
"mbak iga mau makan apa biar uneng ambilkan?
" apa saja, tapi sedikit saja ya, kamu sudah makan belum?
"sudah mbak? jawab nya dengan berdiri menuju meja yang sudah tersedia beberapa menu makanan.
" kamu nambah neng? tanya bang teguh
"buat mbak iga bang, kasihan susah gerak? jawab uneng dengan melirik ke bos nya yang lagi duduk bersama anak pacar nya,
" ini mbak? kata nya dengan meletakkan sepiring nasi yang hanya sedikit, kadang kadang mood makan ku hilang kadang kadang datang ndak bisa di tebak"minum nya mbak?
"ndak usah repot repot neng?
" gak papa mbak?
"tumben kamu rajin neng? kata jono, tapi dia ndak menanggapi kata kata jono, tiga gelas air aqua, aku mulai menyantap nasi yang di ambilkan uneng,
" gimana masakan nya mbak? tanya jono yang duduk di sebelah ku
"enak jon, siapa yang masak?
" tetangga mbak? mas irwan menatap ku dengan tatapan cemburu,uneng juga ikutan duduk di sebelah ku,
"mau nambah lagi mbak?
__ADS_1
" ndak neng saya sudah kenyang? jawab ku dengan memegang perut ku,
"biar sehat mbak? kata nya dengan tertawa, orang kedua yang tau kalau aku adalah istri bos nya, yang sebelumnya intan sahabat ku yang tau kalau aku istri bos nya.