
Aku masih setia menjaga dan merawat nya karena aku tau walaupun aku istri nya aku ndak memiliki hak untuk merawat nya ketika mbak Winda datang, maka ini lah kesempatan ku merawat nya, pak kardi dan bi surti aku suruh pulang karena aku tau pasti mereka lelah dan mengantuk.
"mas" panggil ku dengan mengusap pipi nya"bangun mas, aku disini mas"dia sama sekali ndak merespon"apakah kamu mendengar ku mas?"Aku malam ini benar benar lelah karena dari pagi aku belum ada istirahat sama sekali sampai aku tertidur di samping kiri dengan kepala ku tempelkan di tempat tidur nya,belum lama aku tertidur aku merasakan ada seseorang yang menyentuh punggung ku
"mami" panggil ku langsung berdiri dan memeluk nya
"sudah jangan menangis"kata mami dengan mengusap punggung ku" sudah sudah"dengan melepaskan pelukan nya
"irwan" panggil mami dengan mengusap tangan nya sementara aku berdiri di sebelah mami, waktu sudah menunjukan angka 02.30 dini hari"kamu denger mami nak?"tanya mami sama masih ndak respon tadi sebelum mami datang ada seorang suster yang mengontrol mas irwan kata nya mungkin mas irwan belum sadar karena efek obat yang di kasih oleh dokter. aku menyentuh tangan nya dengan mengusap usap
"bangun mas" kata ku menangis kembali dan betapa terkejut nya aku melihat jari mas irwan mulai bergerak itu artinya dia mendengar apa yang aku katakan"mas"panggil ku dan mata nya terbuka aku langsung memeluk nya"kamu sudah sadar mas?"tanya ku yang di ikuti mami duduk di sebelah ku, dia tersenyum melihat ku
"aku gak papa" ah aku memeluk nya dengan manja
"awwh sakit tau" kata nya dengan memegang kening nya
"maaf" untuk sesaat aku lupa atas perbuatan nya selama ini pada ku,mami pun ikut tersenyum dengan mengusap kepala ku
"apa yang terjadi ir?" tanya mami nya
"aku lupa mi dan gak tau kenapa aku ada di sini"jawab nya dengan memegang kepala nya
"sakit ya?" pertanyaan mami begitu lembut dan terasa manja dia malah tersenyum, aku sedikit lega melihat nya sudah sadar walau butuh beberapa minggu untuk benar benar pulih se endak nya anak ku ndak menjadi anak yatim.
Hari sudah pagi aku memijit kepala ku yang pusing dan merasakan mual, rambut ku begitu berantakan dengan baju daster rumahan dan sendal jepit. mungkin ini efek kurang tidur kali ya maka nya kepala ku pusing dan perut ku terasa mual
"kamu kenapa?" tanya mami dengan mengusap kepala ku
__ADS_1
"sedikit mual" Jawab ku dengan menutup mulut ku
"mendingan kamu pulang dulu bersih bersih setelah itu kamu kemari lagi" benar kata mami aku pulang dulu setelah itu aku akan kemari kembali belum lagi aku menuju pintu untuk pulang aku langsung muntah menuju kamar mandi di ikuti oleh mami yang berdiri di belakang ku dengan memijit tengkuk ku, mami melihat yang aku muntah kan hanya air
"masih mual?" tanya nya yang melihat wajah ku begitu pucat"mendingan baringkan dulu badan kamu kalau sudah enakan kamu boleh pulang"kata mami dengan menuntun ku di sofa dan di baringkan aku di sana, mami memijit kepala ku dan mas irwan menatap ku yang lemas
"kenapa dia mi?" tanya mas irwan yang melihat mami memijit kening ku sementara aku mengusap usap perut ku yang terasa mual
"pusing sama mual" jawab mami
"gak papa itu mi?" tanya mas irwan
"seharus nya ini gak terjadi bagi wanita yang sudah hamil di semester kedua"
"bawa aja ke dokter kandungan mi" kata mas irwan dengan melihat ke arah ku yang menggigit bibir bawah menahan mual
"maka nya ir kamu hargai istri kamu yang sedang mengandung benih mu, apa kamu gak kasihan melihat nya?" pertanyaan mami membuat dia diam dengan memandang ke arah ku"dokter kandungan hari gini belum ada ntar jam 10.00 baru ada"
"kamu masih lemas apa gak sebaik nya kamu istirahat aja dulu sampai dokter kandungan datang"
"aku sudah terbiasa pulang dan pergi sendiri mi" jawab ku pelan
"jangan bicara seperti itu nak" kata mami yang memegang tangan ku"gak baik"aku melirik ke arah mas irwan yang sedang memandang ke arah ku
"kamu istirahat saja dulu" kata mas irwan
"betul kata suami kamu"tapi aku takut mas akan ketemu mbak Winda meskipun aku istri kamu yang sah aku ndak akan mampu melihat kamu dan dia bermesraan di depan ku jadi sebelum semua nya terjadi maka lebih baik aku yang pergi" batin ku dengan melihat ke arah nya
__ADS_1
"aku harus ke kantor mi"
"kamu akan ke kantor sementara suami kamu seperti ini?" ah aku hanya alasan mi
"kamu pulang setelah itu kemari lagi" kata mami
"baik mi, aku pulang dulu ya" pamit ku dengan mereka, aku berjalan menuju parkiran mobil ku lihat pak kardi sudah setia menanti ku
"pak kardi tidur dimana?" tanya ku
"tidur di rumah non" dengan menatap ke arah ku"non iga sakit?"tanya nya dengan melihat wajah ku yang pucat
"sedikit pusing pak" dengan memijit tengkuk ku
"kita langsung pulang non?" dengan membuka kan pintu mobil
"pulang pak" jawab ku sambil masuk ke dalam mobil setelah pintu ditutup dia masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobil berlahan lahan mobil meninggalkan parkir rumah sakit
"maaf sebelum nya non, apakah hari ini non iga mau ke kantor?"tanya nya dengan melihat ke arah ku melalui kaca spion
" ndak pak, saya mau istirahat sebentar setelah itu ke rumah sakit lagi"
"baik non"
pikiran ku berkecamuk memikirkan apa mbak Winda datang atau belum, kalau aku datang kembali dan dia sudah ada di sana apa yang harus aku katakan pasti dia akan bertanya tau dari mana kamu kalau mas irwan kecelakaan terus apa hubungan kamu dengan nya pertanyaan sulit yang harus aku jawab karena permasalahan nya mami ada di sana. akhirnya aku sampai juga hari ini aku ingin membaringkan tubuh yang lemas dan bi surti dengan setia membuka kan pintu rumah untuk ku
"sudah pulang non?"
__ADS_1
"sudah bi, oya bi siap kan bekel bi karena mami sudah di sana dan akan aku bawa setelah aku istirahat sebentar bi"
"siap non" aku pergi menuju kamar begitu pintu kamar aku buka aku langsung membaringkan tubuh ku di ranjang rasa penat lelah menjadi satu karena satu malam suntuk aku ndak ada tidur dan ketika tertidur hanya beberapa menit.