Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Bertemu


__ADS_3

Pagi ini otak ku sangat pres karena tadi malam aku tidur sangat nyenyak tanpa terbangun sedikit pun, tapi perut ku mual sekali


"non"panggil bi surti" mendingan jangan ngantor dulu non kalau masih mual?


"tapi hari ini saya ada pertemuan dengan teman bisnis bi" jawab ku dengan memijit kening ku


"di undur saja ketemu nya non"


" ndak enak bi"


"kalau begitu non iga tiduran saja kalau udah enakan baru ngantor" ada benar nya juga kata bi surti" saya ke belakang dulu ya non"pamit nya ku baringkan tubuh ku di sofa dan ku luruskan kaki ku dengan mengusap usap perut ku,


"ica sudah datang belum ya"aku berbicara pada diri ku sendiri dengan mengambil HP


" halo ca"


"iya bu"


"saya ngantor nya sedikit terlambat ya"


" kenapa bu"


"lagi ndak enak badan saja, terus kalau ada yang datang bilang saja tunggu sebentar"


" baik bu"HP ku matikan ku gosok pelan pelan perut ku dengan minyak kayu putih untuk menghilangkan rasa mual dan ndak sadar aku pun tertidur di sofa


"non,,, non" panggil bi surti dengan menyentuh tangan ku


" ya bi" dengan mengucek mata ku


"sudah jam 10.00 non"


" ha" aku terkejut dan langsung bangkit"bi surti kenapa ndak bangunin saya"


"saya gak tega karena non iga tidur nya pulas sekali non"aku langsung berdiri dan menaiki anak tangga menuju kamar untuk gosok gigi, dengan terburu buru sampai aku lupa hanya memakai sendal rumah, pak kardi sudah menunggu ku

__ADS_1


" kesiangan pak"kata ku yang langsung masuk ke dalam mobil dan ica sudah chat ke aku kalau yang mengajukan proposal sudah datang, pak kardi sedikit menambah gas mobil nya agar aku lebih cepat sampai kantor, aku malu terlambat terus ke kantor. begitu sampai aku langsung turun dan menuju ruangan ku tapi sebelum aku masuk ke ruangan ku ica memanggil ku


"maaf bu tamu nya sudah menunggu di ruangan ibu" aku mengusap kening ku yang sedikit pusing


" iya, ca saya minta tolong sampaikan sama dani saya minta jus jeruk seperti biasa ca"


"baik bu" jawab nya dengan melihat ke arah kaki dan aku pun ikut melihat ke arah kaki ternyata aku salah memakai sendal dengan memukul jidat, ica tersenyum ke arah ku dan aku pun langsung menuju ruangan ku


" kamu ngapain di sini"suara yang aku hapal betul, dia melihat ke arah ku dengan sinis"mau melamar kerja di sini"tanya nya dengan senyum mengejek"iga,,, iga,, mana ada perusahaan yang mau menerima karyawan baru dalam keadaan hamil besar yang ada perusahaan rugi karena sebentar lagi kamu cuti"aku ndak perlu menjawabnya"memang nya suami kamu udah gak sanggup memenuhi kebutuhan hidup kamu sampai kamu pun mencari pekerjaan, mendingan kamu pulang aja, kasihan banget ya nasip kamu"kata nya dengan tertawa"sudah enak kerja di perusahaan pacar saya malah kamu ngundurkan diri, dan kamu tau kan akibat ulah kamu sekarang kamu harus keliling jakarta untuk mencari pekerjaan"nada yang selalu membuat semua bawahan bos nya merasa sakit hati


"sudah bicara nya"


" berani kali kamu bicara seperti itu sama aku"dengan melihat ke arah kaki"kalau udik ya udik aja ga, bahkan penampilan persis mau ke kamar mandi"


"maaf Bu ini jus nya" kata dani dengan di ikuti ica, mbak Winda terkejut melihat seorang OB datang dan membawa segelas jus dan memanggil ku dengan sebutan bu


"letak di meja saya, Terima kasih dan"


" iya bu"dengan membungkuk kan kepala


" ada yang bisa saya bantu" tanya ku dengan nada lembut, sementara dia terdiam"kenapa anda diam, mana suara nya yang dari tadi bicara terus"tanya ku dengan menyodor kan map warna merah di atas meja ke arah nya"maaf untuk ini"


"maksud nya"


"saya ndak bisa bekerja sama dengan perusahaan anda"


"kamu sakit hati dengan ku"


"ndak, kalau saya sakit hati atas perkataan mbak Winda ndak mungkin saya bertahan selama delapan tahun lebih" jawab ku santai


"lalu"


"perusahaan kami ndak bisa menerima klien yang sekretaris nya arogan seperti anda"kataku dengan nada sedikit tinggi


" kamu pikir setelah menolak kerja sama ini aku akan mengemis ngemis gitu sama kamu"kata nya dengan tersenyum sinis"gak butuh"dengan mengambil map di atas meja dan langsung pergi, ku sandarkan kepala ku di kursi dinasti ku dengan menarik nafas dalam dalam

__ADS_1


"masuk" kata ku yang masih menyandarkan punggung di kursi dengan mengusap perut ku"ada apa ca?


"ada rapat bu dengan beberapa klien di cafe podo moro"dengan menatap ku yang memejamkan mata


"pukul"


"setelah makan siang bu"


"temanin saya"


"baik bu" dengan pergi dari ruangan ku,


"pak kardi" kata ku memanggil nya dengan handphone


"iya bu"


"setelah jam makan siang antar saya ke kafe podo moro ya pak"


"baik non"


"Terima kasih pak" telpon ku tutup, sekarang aku menikmati segelas jus jeruk, ndak berasa waktu nya jam istirahat dan seperti biasa pak kardi mengirim ku makan siang yang di buat dari rumah


"ini makan siang nya non"


"letak di meja pak" dengan melihat pak kardi yang meletakkan rantang nasi di meja" pak kardi sudah berapa lama kerja dengan mami"


"sudah lama non kalau gak salah sudah lima belas tahunan gitu non, wong waktu itu den irwan masih SMA kalau gak salah non"


"sudah lama sekali ya pak" pak kardi menganggukkan kepala


"betah pak kardi"


"betah non wong nyonya besar itu baik non, ndak suka ngomel terus yang saya suka sama nyonya itu menghargai non sama kaya non iga" aku tersenyum


"saya berharap pak kardi betah menjadi supir saya"

__ADS_1


"mudah mudahan non,,, kalau begitu saya permisi non" aku menganggukkan kepala dengan melihat langkah pak kardi yang keluar dari ruangan ku, setelah itu aku menuju bekel yang di bawa pak kardi yang diletak kan di meja sofa, ku buka dan aroma rendang ayam tercium di hidung ku pasti rasa nya nikmat,aku sudah ndak sabar untuk melahap nya dengan pelan mulai ku masukkan ke dalam mulut benar rasa nya begitu nikmat sampai ndak tersisa bi surti sungguh pandai memasak kalau ada waktu luang aku akan belajar memasak dengan bi surti.


__ADS_2