
"seperti nya kita sudah jauh mbak"kata Nino"naiklah mbak"aku naik di boncengan,motor melaju dengan sedang karena jalan bebatuan butuh waktu hampir satu jam kami baru sampai
"ini untuk pegangan kamu no"
"mbak iga lebih membutuhkan nya"
"ambillah"kata ku dengan ragu dia mengambil uang nya"jangan katakan apapun dengan ibu no"
"mbak mau kemana?pertanyaan yang membuat hati ku pedih
"nanti kalau mbak sudah sampai akan mbak iga kabari"kata ku"sekarang pulang lah,dan ingat kamu harapan ibu dan bapak jadi nurut apa kata mereka"kata ku pelan"pulang lah"
"lalu mbak bagaimana?
"mbak sudah besar jadi kamu ndak usah khawatir"aku melihat ada keraguan di wajah nino"percayalah sama mbak mu ini no"aku tersenyum dan dia mulai menyalakan motor nya dan pergi di telan ke gelapan,aku duduk di halte,jalan mana yang harus aku tempuh kerumah siapa aku akan tinggal,kerumah mami mertua ku atau ke rumah suami ku,tapi aku malu karena sudah menolak nya dan minta berpisah dari nya
Hari masih begitu pagi ibu sibuk menyiapkan sarapan pagi buat mereka,Nino duduk terdiam di meja makan dengan menunggu sarapan,ndak berapa lama sarapan sudah teraedia
"mbak mu panggil no"kata bapak
"mbak siapa pak?
"ya mbak iga mu to"ibu diam menatap ke arah nya
"mbak iga sudah pergi"jawab Nino malas
"pergi kemana?tanya ibu dengan terkejut
"ndak tau Bu"
"kamu tau dari mana kalau mbak mu pergi"
"Nino pagi tadi yang mengantar Bu"ibu lemas terduduk
"siapa yang pergi no?
"mbak iga mbak"
"pergi kemana,kenapa mbak iga ndak pamit"
"mungkin mbak Nina lebih tau kenapa mbak iga pergi tanpa pamit"Nina hanya diam dengan menatap ibu nya
"perlakuan ibu"jawab Nino"ibu ndak adil,apa ibu ndak ingat apa yang telah mbak iga lakukan untuk keluarga ini Bu"kata Nino"mbak iga baru satu bulan tinggal di sini tapi ibu"Nino ndak meneruskan kata kata nya"mbak iga lagi hamil besar Bu,jam 01.10 masih dingin dan gelap Bu tapi aku terpaksa meninggal nya di halte Bu"Nina hanya diam
Begitu selesai sarapan semua berangkat masing masing tinggal Nina dan ibu
"Bu"panggil Nina"ibu tau ndak?ibu diam dengan menatap Nina"aku bekerja sebagai manager itu bukan karena lamaran kerja ku Bu"kata Nina"seharus nya mbak iga yang menempati posisi itu tapi mbak iga menolak dan memberikan pada ku,dan itu bukan kerja keras ku Bu tapi mbak iga"kata Nina"dan aku ndak tau kenapa ibu sikap nya berubah dengan mbak iga,apa karena mbak iga tinggal di sini dan ndak memberi ibu uang"
"jaga bicara kamu nin"bentak ibu,dia pergi meninggalkan ibu,dia menangis menuju kamar dan menelpon ku,hp ku berdering ku lihat panggilan masuk,Nina. maafkan mbak nin,untuk sekarang biarkan mbak pergi,aku masih di dalam bus,kemana aku akan pergi?aku pergi dimana bus ini akan terakhir berhenti.
__ADS_1
"gimana nin?tanya ibu
"apa nya Bu?
"kabar mbak mu"
"khawatirkah ibu?
"bagaimana pun iga anak ibu"
"syukurlah kalau ibu ndak lupa"
"maksud kamu apa nduk?
"terlambat Bu karena mbak iga sudah pergi"
"coba kamu telpon lagi"
"percuma ndak di angkat"kali ini Nina masuk ke dalam kamar,di telan nya nomor kakak ipar nya
"halo"sapa nya dari seberang sana"siapa ini? pertanyaan yang wajar karena kami ndak menyimpan nomor nya
"saya Nina mas"
"oh kamu nin,,tumben kamu nelpon,apa ada hal penting?tanya nya
"anu mas"jawab Nina terputus
"mbak iga mas"
"kenapa dengan mbak iga?nada khawatir
"mbak iga pergi mas"
"pergi kemana nin?
"mbak iga ndak pamit mas?jawab Nina"dari jam 01.10 pagi tadi mas"
mas Irwan ndak bisa menyembunyikan kegelisahan nya dan kekhawatiran nya
"apa sebenarnya yang terjadi?
"aku Ndak bisa cerita mas"
"baiklah biar mas Irwan cari" telpon mati dan mas Irwan masih di malang
"kamu mau kemana wan?tanya mami nya
"iga pergi dari rumah ibu nya tanpa pamit mi"
__ADS_1
"jadi kemana dia pergi?
"gak ada yang tau mi"
"terus kamu mau kemana?
"mencari nya mi"
"mami ikut"
"mami di rumah aja,nanti kalau aku udah ketemu mami akan aku hubungi"mas Irwan langsung melaju dengan kecepatan tinggi. kemana iga pergi dan apa sebenarnya yang terjadi,kenapa dia pergi tanpa pamit.aku akan menelpon nya,Alhamdulillah masuk
"angkat dong ga please jangan membuat aku tambah khawatir"di tekan nya kembali no telpon ku dan
"halo ga"suara mas Irwan"kamu dimana ga?tanya mas Irwan dengan suara lembut"ga"aku menangis sekuat kuat nya"ga kamu kenapa?suara mas Irwan tambah khawatir"ga beritahu aku ga dimana kamu sekarang?aku benar benar ingin meluapkan semua nya"ga"nada suara mas Irwan semakin lembut"kamu dan bayi ku baik baik saja kan ga?aku tetap menangis
"aku lelah mas,aku ingin mati saja"kata ku
"jangan lakukan itu ga jangan,aku mencintai mu dan bayi ku"
"hidup ini ndak adil mas bagi ku"
"aku mohon ga jangan lakukan apa pun ga"suara mas Irwan mulai bergetar karena takut"aku janji ga akan aku buktikan pada mu kalau aku benar benar mencintai kamu,percaya ga sama aku?aku tetap menangis
"semua nya bohong,,,kamu dan ibu ku"aku berhenti
"kenapa ga,apa sebenar nya yang terjadi,kata kan pada ku ga katakan,aku ini suami kamu ga"
"aku seperti anak kecil yang lupa jalan mas dan jalan mana yang harus aku lalui agar aku sampai tujuan ku mas"
"maksud kamu apa ga"aku mendengar mas Irwan mulai menangis
"jangan hiraukan aku mas,urusi saja hidup mu"
"bagaimana aku bisa melakukan semua itu kalau sementara istri dan calon bayi ku ntah lagi dimana"
"sungguh kah kamu mencintai ku mas?
"kamu masih gak percaya dengan ketulusan ku ga"
"maafkan aku mas karena aku masih meragukan semua nya itu mas"
"itu hak kamu ga tapi tolong beritahu aku dimana kamu sekarang?
"pentingkah bagi mu mas?
"sangat ga bahkan lebih dari itu"
aku menangis kembali dengan suara benar benar kuat
__ADS_1
"dengarkan aku ga,kalau kamu belum bisa menerima ku kembali kamu bisa tinggal sama mami ga sampai kamu memiliki keyakinan terhadap ku"aku diam dengan mengusap air mata ku.telpon aku matikan.