
Aku dan mami meninggalkan kantor tempat aku bekerja, aku sebenar nya ndak tega ketika melihat wajah mereka yang penuh iba meminta maaf pada ku, tapi mami menarik tangan ku begitu saja.
"Hari ini kita ke dokter?
" iya mi?
"dan ingat jangan mudah tertipu dengan wajah polos mereka karena mereka memiliki maksud yang tersembunyi, paham kamu kan ga?
" paham mi tapi aku ndak akan mampu dengan jabatan itu mi?
"kamu harus percaya diri? kata nya dengan mengusap punggung" mami percaya sama kamu ga, selama ini kamu sudah membuktikan nya?
"tapi itu lain mi?
"sudah jangan menolak, kamu gak akan bisa kalau gak kamu coba terlebih dahulu, oya kamu tinggal sama dengan siapa selama ini?
" sama intan mi tempat aku tinggal dulu sebelum menikah dengan mas irwan mi?
"terus kalau kamu kerja naik apa?
" jalan kaki mi?
"apa jalan kaki!! wajah mami begitu terkejut mendengar kata jalan kaki" sampai kapan kamu akan seperti ini, buktikan kalau kamu mampu nak? suara yang begitu lembut
"baiklah?
"nah begitu dong mami kan jadi senang mendengarnya dan mami akan menyerahkan rumah yang di pondok indah buat kamu?
" buat aku mi? dengan menunjuk dada ku sendiri
"iya?
" itu terlalu jauh mi ke tempat kerja ku?
"jangan khawatir mobil ini beserta pak supir nya buat kamu?
"maksud nya mi? tanya ku yang ndak paham dengan kata kata nya
"mobil ini buat kamu dan supir nya akan mengantarkan kamu kemana saja?
" tapi mi?
"jangan kebanyakan tapi, masalah gaji supir itu akan menjadi urusan mami?
"mi aku ndak akan sanggup menerima semua nya itu mi?
"dengar nak,kamu gak gratis menerima semua ini?
__ADS_1
"maksud nya gimana mi?
"kamu harus membayar nya dengan ini? kata nya dengan mengusap perut ku" maksud mami kamu harus melahirkan cucu mami dengan sehat? aku begitu terharu mendengar perkataan mami,ku peluk mami dengan rasa senang khawatir takut dan semua nya bercampur aduk"setelah kedokter kamu pindahin semua barang kamu dan kita langsung menuju rumah yang di pondok indah?
"rumah itu terlalu besar buat aku mi?
" karena kamu belum terbiasa aja?
"dan rumah sebesar itu hanya aku tempati seorang diri mi?
" tidak ada bi sumi yang akan membantu semua kebutuhan kamu? aku hanya mampu terdiam tapi benar apa yang di katakan oleh nya aku harus semangat dan ndak perlu lagi aku memikirkan nya sekarang atau yang akan datang, tapi jujur hati ini ndak bisa di bohongi bagaimanapun dia suami ku calon ayah dari anak ku, semua nya butuh waktu untuk melupakan nya mungkin saat ini aku masih mengingat nya bisa jadi setelah biji kecambah ku lahir semua nya akan berubah.
"nah sudah sampai? ternyata aku di bawa ke sebuah rumah sakit " mudah mudahan sehat ya nak gak ada apa pun yang membuat nenek kamu ini cemas? lagi lagi dia selalu mengusap perut ku
"amin? kami langsung menuju receptionis dan mendaftarkan diri ndak membutuhkan waktu lama, karena hari ini hanya aku pasien yang kontrol dengan dokter kandungan,nama ku langsung di panggil aku dan mami masuk ke dalam ruangan,
" gimana dok?
"gak ada masalah, tapi memang sering keram ya?
" iya dok?
"keram, itu akibat apa ya dok?
"gerakan bayi nya mengenai panggul rahim nya bu?
"untuk sekarang ini paling ibu nya yang akan merasakan sakit, tapi ketika makin bertambah usia kehamilan nya mana kemungkinan nya si ibu gak bisa gerak secara leluasa bu?
" segitu nya ya dok?
"mudah mudahan tidak sampai terjadi hal seperti itu?
" makasih dok?
"ini resep yang harus di tebus bu?
" iya sekali lagi Terima kasih dok? aku dan mami menjabat tangan dokter spesialis kandungan. kata dokter tadi sama dengan yang aku baca di sebuah artikel apa bila bayi yang kita kandung semakin besar maka akan semakin berisiko bagi ibu nyanya mudah mudahan ibu kuat ya nak, kami langsung menuju rumah kost ku sebenar nya aku malu membawa nya ke rumah yang aku tinggal selama ini, bagi rumah itu sangat layak tapi bagi mertua ku ntah lah,
"masuk mi? ajak ku untuk masuk ke dalam rumah pintu ndak terkunci itu tanda nya intan sudah pulang, mami melihat seisi rumah dengan senyum kecil" intan? panggil ku"kamu dimana?
"lagi di kamar mandi, bentar ga? sahut nya dari dalamdalamaku masuk ke dalam kamar menyusun barang ku yang hanya beberapa stel" kamu mau kembali kerumah suami kamu ga? tanya nya karena aku sedang menyusun pakaian ku
"ndak?
" lalu kamu mau kemana?
"ikut dengan mertua ku?
__ADS_1
" kemana?
"ke tempat tinggal ku yang baru?
" maksud kamu?
"aku akan tinggal di rumah baru pemberian mertua ku tan, kamu mau ikut dengan ku?
" ndak ah makasih, lagian aku ndak enak tinggal bareng sama kamu?
"kenapa ndak enak?
" ya ndak enak saja?
"kenapa mesti ndak enak to tan?
" ya ndak mungkin aku tinggal di rumah mertua kamu ga? ketika aku dan intan sedang bicara tanpa sepengetahuan kami mami mas irwan mendengarkan pembicaraan kami
"begitu ya, ya sudah terserah kamu tapi kalau kamu berubah pikiran pintu rumah ku selalu terbuka lebar buat kamu tan?
" Terima kasih? kata nya dengan memeluk ku"kamu jangan nakal ya le, ibu mu sedang berusaha untuk memberi mu yang terbaik? kata nya dengan mengusap usap perut ku"jaga diri kamu ga, kalau ada apa apa ndak usah sungkan nelpon aku? aku mengangguk kan kepala
"sudah? kami terkejut dan sama sama memandang ke arah itu ternyata suara mami.
" sudah mi sudah? jawab ku dengan berdiri, intan membantu ku berdiri dengan menarik tangan ku dan tas ku di bawa oleh intan
"kalau ada waktu main main ya ga?
" pasti tan, pasti? jawab ku dengan memegang tangan nya
"tas nya mbak? kata pak kardi yang langsung mengambil tas dari tangan intan
" aku pergi dulu ya tan?
"iya? aku, mami dan pak kardi lansung masuk ke dalam mobil perlahan mobil melaju meninggalkan intan sendirian
" kamu sedih ga?
"ndak mi?
" terus kenapa diam? aku tersenyum
"dari nol aku tinggal di rumah itu mi, sehingga sampai seperti itu? mami memegang tangan ku, aku benar benar bersyukur Tuhan mengirimkan aku mertua yang baik bahkan kebaikan nya melebihi suamiku, ini lah hal yang selalu aku syukuri
" makasih untuk semua nya mi?
"untuk apa?
__ADS_1
" semua nya mi, semua nya? kata ku sambil menangis, mami langsung memeluk ku dengan lembut, di dalam pelukan nya aku terasa begitu nyaman.