
Ariel bersama Prasetyo menuju rumah sakit, Prasetyo juga menelpon mama dan juga papanya kalau Dea sudah mau melahirkan.
Mama Ani berserta papa Deni pun bergegas ke rumah sakit.
mereka datang lebih dulu daripada Prasetyo
papa deni menanyakan ke resepsionis dimana ruangan pasien bernama Dea..
mereka di arahkan ke ruangan bersalin VVIP.
sampailah mereka ke ruangan itu.
mama Ani segera menghampiri Dea, dan Dea sangat terkejut tau dari mana?
mengerti dengan pertanyaan dalam hati menantunya papa deni pun ber suara
" sebenci itukah kamu nak kepada kami,sehingga saat kamu mau melahirkan kamu tidak mengabari kami"
mama Ani memberi kode kepada papa Deni supaya tidak melanjutkan pertanyaannya yang membuat Dea tidak nyaman.
Tiba tiba rasa sakit itu semakin terasa, Dea terus mencengkeram sprei untuk menguatkan dirinya." ayo nak kita berjuang bersama sama,jangan terus membuat ibu sakit sayang" ucap Dea dalam hati
dokter mita datang "sepertinya nyonya Dea sudah mau melahirkan,Nyonya akan dibawa keruang bersalin,dan hanya 1 orang yang bisa tinggal di dalam"
mama Ani mulai bingung anaknya belum juga muncul batang hidungnya
" bagaimana ini dok Prasetyo belum juga datang"
karena sudah mendesak Dea ditemani mama Ani.
Dea terus berusaha mengajak anaknya keluar keringat membanjiri seluruh tubuhnya,Dea sudah lelah benar benar tidak kuat." Ayo nak kamu kuat,anakmu sangat ingin melihat dunia" Mama Ani terus menyemangati Dea.
" Aku lelah sekali ma,rasanya aku sudah kehabisan tenaga" Dea benar benar sudah tidak bertenaga.
" dokter bagaimana ini" mama Ani sangat khawatir
" dokter terus memberi instruksi namun Dea tidak merespon,kalau memang darurat kita operasi saja nyonya" kata dokter mita
bayangan ibu indah datang dan memberinya semangat dan kekuatan."belum waktunya kamu ikut ibu sayang,kalau sudah waktunya tiba ibu yang akan menjemputmu,sekarang bangkitlah,kasian anakmu,dia membutuhkan kamu,apa kamu tidak ingin melihat betapa lucunya dia,apa kamu tidak ingin dipanggil mama oleh anakmu,siapa yang akan membelanya saat dia melakukan kesalahan nanti,siapa yang memasak masakan kesukaan nya nanti,saat dia belajar berjalan siapa yang akan menuntunnya,ayo kumpulkan tenaga dan semangatmu" tutur bu indah.
Dea yang tadinya sudah lemah ahirnya bersemangat,dan mengejan sekuatnya,dia berteriak "ibuuuuuuuuuuuu"
lalu bayi mungil pun keluar
" oek oek oek" bayi itu terus menangis
" Selamat nyonya bayi anda laki laki,sangat tampan" kata dokter mita
" Alhamdulillah sayang anakmu sudah lahir tidak kekurangan sesuatu apapun" kata mama Ani
lalu dokter memberikan bayi itu Dea,Dea memeluknya
__ADS_1
" terimakasih sayang sudah hadir dalam hidup bunda kelak kamu yang akan melindungi bunda dari kejamnya dunia"
Prasetyo yang datang langsung menuju ruangan dan membuka ruang bersalin.
Dia melihat Dea sudah memeluk bayi yang sangat mungil,namun sayang Dea tidak mau memandang atau menyapanya.
mama Ani tau Dea masih kecewa
" Pras kamu Adzanin dulu anakmu" Prasetyo mengambil bayi mungil itu untuk di adzanin,
" sayang ku adzanin dulu ya anak kita" namun Dea hanya diam dan memberikan bayinya itu kepada ayahnya.
setelah di adzanin dia terus menatap bayi mungil itu,sampai tak terasa air mata menetes.ada rasa bersalah yang sangat besar.
diluar ruangan Ariel,papa deni,Rosa sangat tenang ketika mendengar suara tangisan seorang bayi.
mereka bertiga tidak ada yang bersuara,hanya saling diam membuat suasana semakin canggung.
badan Dea sudah dibersihkan dan sekarang sudah berada di ruangan rawat inap.banyak sekali pertanyaan bersarang di kepala papa dan mama Prasetyo.
" maaf ma pa semuanya bisa kalian tinggalkan aku disini bersama Ariel,ada yang ingin aku bicarakan hanya berdua" kata Dea
Dea langsung mencecar Ariel dengan berbagai pertanyaan,dia memandang Ariel dengan wajah yang penuh amarah.
" kenapa kamu kasih tau mas Pras kalau aku mau melahirkan,aku sudah bilang aku tidak ingin pulang ataupun menemuinya"
Ariel sudah menduga Dea akan menanyakannya jadi dia meminta salinan cctv tentang Amira dari Prasetyo
" de tanpa kamu sadari nyawa seseorang sedang terancam,aku memberi tahu suamimu karena aku merasa tidak tega melihatmu kesakitan dan hanya menggenggam erat sprei.stidaknya kalau ada suamimu kau bisa menjambak nya atau menggigitnya untuk melampiaskan rasa sakit hatimu,yah tapi tadi di jalanan sangat macet jadi kami telat" kata Ariel
Ariel menyodorkan ponselnya dan memutarkan video keadaan Amira saat ini
" semenjak hari kau ku ambil,seminggu kemudian Amira di sekap oleh suamimu. dia berfikir Amira yang menculik mu, dia juga udah tau kelakuan Amira dibelakangnya selama ini.dia merasa Amira juga penyebab perginya kamu dari rumah.suamimu sangat menyesali semuanya de. berilah dia kesempatan,semua orang pernah melakukan kesalahan" Ariel terus menasehati Dea
" bagaimana mungkin mas Pras memperlakukan seorang wanita sampai seperti itu" Dea sangat terkejut melihat betapa mirisnya keadaan Amira
sementara diluar ruangan
papa deni berbicara dengan dokter mita
" bagaimana mungkin dok anda tidak mengabari saya" papa deni benar benar tidak habis pikir.
" saya mengikuti perintah tuan Ariel, karena beliau yang membawa nyonya Dea, saya juga tidak tau apa yabg sedang terjadi sehingga saya dilarang menghubungi tuan, rencananya saya akan menanyakan kalau nyonya sudah melahirkan.namun ternyata tuan sekeluarga sudah datang sebelum nyonya melahirkan.saya rasa tadi tuan Ariel menemui tuan Pras. karena sepertinya mereka datang bersama" dokter mita menjelaskan alasannya tidak menghubungi tuan Deni
papa deni duduk diam,jadi dia yang menculik menantuku.dia pemilik saham terbesar di perusahaan ku.perusahaan orang tuanya ada di berbagai daerah bahkan diluar negri.
lalu apa tujuannya menculik Dea?
papa deni menemui Prasetyo dan minta penjelasan dari anaknya.
dan Prasetyo menjelaskan semuanya
__ADS_1
" bukan salahnya dia menculik Dea kalau kamu seperti itu" papa deni benar benar kesal saat mendengarnya
" tapi aku sudah berubah pa aku mau memperbaiki dan merubahnya" kata Prasetyo.
" baiklah tunjukkan kepada kami.kalau suatu saat papa mengetahui hal seperti ini lagi,maka papa sendiri yang akan menyembunyikan Dea dan anaknya" Rosa dan mama Ani pun mendukung keputusan papa Deni
lalu kenapa dia menculik Rosa? tanya mama Ani
" dia membawaku karena tidak ingin kakak kesepian di rumahnya,awalnya kak Ariel ingin membawa kami ke Amerika tapi di urungkan karena usia kehamilan kak Dea. kak Ariel ingin menikahi Kak Dea setelah kak Dea melahirkan,tapi kakak ku menolaknya.seandainya harus berpisah dengan kak Pras pun kakak tidak akan menikah lagi.dia hanya akan hidup bersama anaknya kelak, beruntungnya kak Ariel bisa menerima semua nasehat kak Dea dan dia memilih menjadi sahabat kak Dea" tutur Rosa
tiba tiba pintu ruangan terbuka,
" om Tante Pras aku pamit dulu. Rosa jaga dirimu baik baik,sesekali kunjungilah kebun mawar itu" Ariel berpamitan dengan keluarga Pras
" tunggu nak, terimakasih sudah memberi pelajaran kepada anak kami, kadang kedewasaan seseorang tidak bisa dilihat dari berapa usianya " kara mama Ani
Ariel menatap wajah mama Ani,tiba tiba dia merindukan sosok ibunya, dia melamun. tidak menanggapi ucapan mama Ani.
mama Ani menggenggam erat tangan Ariel, "sering sering datang ke rumah ya" kata mama Ani
Ariel tersenyum lalu menganggukkan kepala dan pergi.
papa deni memperhatikan tatapan Ariel kepada Rosa,sepertinya ada ruangan khusus untuk Rosa dihati Ariel namun Ariel belum menyadarinya.
Setelah Ariel pergi mereka lun masuk ruangan
" hai kecil,ponakan Aunty yang paling ganteng,uluh uluh mungil sekali kamu de' " Rosa menggoda keponakannya
" pelan pelan Rosa nanti dia bangun" kata Dea
" mau dikasih nama siapa cucuku yang tampan ini? tanya papa Deni
" Darren saja pa.singjat dan mudah di ingat"
kata Dea
" boleh juga tu sayang,aku ngikut kamu aja" kata Prasetyo
" aku nggk minta persetujuan mu mas" Dea masih terlihat ketus saat menjawab ucapan suaminya
mama Ani yang mengetahui itu pun segera menengahi
" nama apa saja bagus, semoga jadi anak yang bisa mengangkat derajat keluarganya" mama Ani mendoakan cucunya
" de tadi bagaimana bisa saat kamu nggk berdaya tiba tiba kamu menjadi kuat seperti itu" tanya mama Ani
" aku melihat bayangan ibu datang ma.dia menyemangati ku,entah kekuatan dari mana aku bisa sekali mengejan bayiku langsung keluar" Dea menceritakan apa yang dilihatnya tadi.
Indah maafkan kami yang tidak bisa menjaga hati anakmu.gara gara kelakuan anakku hati Dea menjadi terluka
" ma pa kalau kalian lelah pulanglah dan beristirahat,besok kalian bisa kesini lagi" ujar Prasetyo
__ADS_1
mama Ani merasa memang seharusnya mereka pulang,memberi ruang untuk Dea dan Prasetyo berbicara.
dia juga mengajak Rosa untuk pulang kerumahnya.........