
Mobil firman masuk sampai ke dalam rumah mas irwan, karena hujan sedang turun, intan menuntunku sampai di depan pintu, dia khawatir kalau aku akan terpeleset dan akan berakibat buruk dengan biji kecambah kukarena anak tangga menuju pintu utama sangat licin.ku pegang bawah perut ku dengan menatap nya, sahabat ku yang begitu perduli dengan ku.
"rumah kamu besar juga ya ga?
" bukan rumah ku fir tapi rumah suami ku? jawab ku dengan mengibas rambut ku yang sedikit basah, pintu di buka ternyata mas irwan yang membuka pintu bukan bi munah
"Terima kasih fir,dan kamu Terima kasih ya? kata ku dengan memegang tangan intan, aku tau wajah yang sedang menahan marah karena cemburu,
"kalau kamu pengen jus gak beres telpon aja aku, pasti aku akan mengantar kan kamu? kata firman dengan melirik ke arah mas irwan" ayok sayang? kata firman dengan memegang tangan intan
"ndak masuk dulu?
"lain kali aja ga?
"kita pulang ya? pamit intan" permisi pak? wajah yang ndak pernah ramah itu ndak memberi reaksi,
"hati hati ya? mereka pergi dan melambaikan tangan, aku menunggu mereka sampai masuk mobil dan keluar dari gerbang, baru aku masuk ke dalam rumah, mas irwan menarik tangan ku, sampai rasa nya panas,
" kamu kemana aja, hari gini baru pulang? tanya nya, aku ndak memperdulikan nya, aku menuju kamar ku dan ingin segera mandi, bi munah sedang sibuk menyiapkan makan malam"aku sedang bicara sama kamu? kata nya dengan menarik tangan ku
"kamu dengar gak! nada bicara nya begitu tinggi sehingga membuat aku terkejut
" kamu ndak usah bicara kuat mas, aku mendengar nya?
"lalu kenapa kamu diam?
" aku capek mas, aku lelah mas?
"capek, lelah, memang kalian dari mana aja?
" menurut kamu aku dari mana? tanya ku
__ADS_1
"senang senang?
" tepat sekali? jawab ku
"jadi kamu... ?
" pikirkan apa yang mau kamu pikirkan mas? kata ku dengan menunjuk otak ku
"bicara kamu!!!
" kenapa dengan bicara ku?aku salah bicara ya? kalau aku salah bicara aku minta maaf mas? kata ku
"kamu kenapa?
" kamu bertanya aku kenapa mas? tanya ku dengan tersenyum"ternyata aku menikah dengan suami yang memiliki kepala seperti batu dan hati batu?
"kamu mengatakan aku apa? tanya nya dengan memegang kedua bahu ku
"bicara mu? kata nya yang ingin menampar ku
" den? panggil bi munah
"kenapa berhenti, tampar aku, pukul aku, lakukan semuanya agar ndak hati ku saja yang kamu sakiti mas, tapi seluruh nya mas, seluruh nya? kata ku dengan memegang tangan nya" kamu marah karena cemburu? tanya ku"kamu benar benar suami yang ndak bisa menjaga hati istri mu mas, kalau kamu cemburu maka jangan lakukan itu pada ku?
"aku melakukan apa?
" kamu bertanya kamu melakukan apa mas? tanya ku dengan tersenyum"kamu pikir aku ndak cemburu, ndak sakit hati, ndak marah, ndak iri ketika kamu berjalan mesra dengan dia?
"kamu kan tau kalau dia itu pacar ku sebelum kita menikah?
" tepat, kamu menganggap aku perusak hubungan kamu, iya mas?
__ADS_1
" itu lah egois nya kamu mas?
"kenapa kamu menyalahkan aku?
"aku ndak menyalahkan mu mas? jawab ku dengan mata mulai berkaca kaca" kalau kamu ingin berbuat bebas dengan dia baik, lakukan sesuka hati mu mas, aku ndak akan marah ndak akan melarang mu?
"maksud kamu apa?
"aku akan pergi dari rumah ini?
" kamu?
"biar kamu bebas membawa dia ke rumah ini tanpa ada halangan karena keberadaan ku, bukan kah selama ini dia sering datang kerumah ini, bukan kah dia calon istri mu, kebanggaan mu? kata ku dengan memandang bi munah" aku tau, aku tau, kalau aku itu bukan siapa siapa bagi mu mas, kamu menganggap aku karena ini kan? tanya ku dengan memegang perut ku"kita ndak akan pernah bisa memulai nya mas,karena di kepala kamu aku yang selalu salah, aku pulang di antar pacar teman ku salah, aku bercanda dengan bawahan mu salah, semua salah semua salah, lalu untuk apa aku tetap disini, lalu untuk apa hubungan ini, kalau semua nya kamu anggap aku salah? aku ndak ingin terlihat lemah di hadapan nya"bahkan sedikit pun kamu ndak memiliki khawatir sedikit pun sama aku mas, aku pergi naik apa, pulang nya gimana, cuaca nya lagi mendung gimana dengan aku, ada ndak kamu berpikir seperti itu mas? tanya ku dengan melihat ke arah nya"ada ndak? tanya ku dengan berjalan kearahnya"kalau ndak ada untuk apa aku bertahan di rumah ini? kata ku dengan melihat sekeliling ruangan"untuk apa aku mempertahan kan hubungan ini, kalau kamu sedikit saja ndak ada niat untuk mempertahan kan nya?
"sudah puas bicara nya?
" sudah? jawab ku dengan berjalan menuju kamar mandi
"semudah itu kamu berbicara? kata nya dengan mengikuti ku ke kamar" lalu gimana perasaan ku?
"kenapa dengan perasaan kamu? cemburu? tanya ku" mata kamu telah di tutupi amarah, sehingga kamu ndak bisa melihat dengan jelas? aku masuk kedalam kamar mandi dan ku kunci, ku nyalakan shower tanpa buka baju ku basahi seluruh tubuh, aku bisa melihat betapa dekat nya hubungan dia dengan anak pacarnya,hubungan ini ndak akan pernah baik mas, lebih baik aku kembali ke Jogja, to tabungan ku sudah cukup buat lahiran, di kampung aku bisa bekerja sebagai buruh pemetik daun teh. semua akan baik kalau aku kembali ke Jogja saja, anak ini, ku usap perut ku, aku sanggup membesarkan nya walau tanpa kamu mas, ku buka baju ku dan hanya memakai handuk saja keluar dari kamar mandi, pintu kamar mandi ku buka, ternyata dia masih berdiri di kamar menunggu, dia mengikuti ku dari belakang, aku mengambil baju di lemari dia juga mengikuti ku
"katakan apa yang ingin kamu katakan mas? kata ku dengan mengambil baju di lemari dan ku pakai di depan nya, aku sudah ndak perduli"agar hati mu puas mas, sebelum aku pergi meninggalkan rumah ini?
" kamu serius dengan ucapan mu?
"kamu pikir aku bercanda? kata ku dengan tersenyum, mungkin dia menganggap ku bercanda,
" lakukan lah apa yang ingin kamu lakukan, aku gak akan melarang mu?kata nya sebelum keluar dari kamar, aku merenungi ucapan nya, ku tutup pintu dan
"non iga ndak makan?
__ADS_1
" ndak bi,aku sudah kenyang, aku mau istirahat bi? kata ku dengan mengunci pintu kamar, mungkin hari ini hati ku lebih kuat di banding kan sebelumnya, aku akan meninggalkan rumah ini, kalau aku masih tetap di sini itu ndak akan baik buat aku dan calon biji kecambah ku, dia ndak akan tumbuh dengan sehat kalau bapak sama ibu nya selalu bertengkar.