Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Diam


__ADS_3

sejak kejadian pagi tadi aku sedikit pun ndak bergeming untuk bicara,bahkan bi Surti menyapa pun aku hanya membalas nya dengan senyuman,aku langsung ke kamar dan membaringkan tubuh ku,bi Surti heran melihat sikap ku siang ini,aku juga heran kenapa sikap ku seperti ini,,benarkah sikap ku seperti ini karena ucapan mas Irwan pagi tadi?


"yang"suara mas irwan,aku ndak menyahut nya"kamu demam lagi?tanya nya dengan memegang kening ku"kamu gak demam"jawab nya sendiri dengan berjalan menuju kamar mandi,suara air gemericik dari kamar mandi dan beberapa saat ini itu berhenti


"kamu gak mandi?tanya nya,aku tetap diam di balik selimut"kamu kenapa?tanya nya dengan memakai baju di depan ku,dia menatap ku dari cermin yang sedang memainkan jari ku,persis ya persis seperti anak kecil sifat ku.dia mendekati ku dan duduk di sebelah ku"kamu kenapa diam?tanya nya dengan mengusap kening ku"kamu marah sama aku?pertanyaan yang ndak perlu di jawab"aku ada salah bicara sama kamu?lagi lagi aku enggan menjawab nya"kamu marah soal pagi tadi ya?pas ya aku marah,batin ku


"dengar iga sedikit pun aku gak ada niatan buat membela ibu dan Nina,tapi kamu juga harus ingat kalau dia itu ibu kamu,ibu yang melahirkan kamu,ibu yang merawat dan membesarkan kamu"


"kenapa aku yang di salahkan mas?tanya ku mulai menangis


"bukan,bukan itu maksud nya yang"kata nya dengan nada bingung yang melihat ku menangis


"sama saja"aku menangis dengan menarik selimut dan ku tutup semua tubuh ku sampai kepala


"ga"panggil nya pelan


"pergilah"jawab ku


"kemana?tanya nya


"kemana kamu suka mas"aku menangis seperti anak kecil,dan mas Irwan tersenyum kecil


"sejak kapan kamu memiliki sifat seperti ini?tanya nya dengan mengusap perut ku dari atas selimut"kalau aku salah bicara aku minta maaf"lanjut nya,aku tetap masih menangis dari balik selimut"kamu gak maafin aku?tanya nya dengan menarik selimut ku tapi aku menahan nya agar ndak bisa di buka oleh nya,aku menangis sambil tertawa bahagia karena aku berharap cinta mas Irwan ndak akan pernah berubah pada ku dan jangan seperti mood ku yang naik turun.aku langsung memeluk nya yang membuat dia terkejut dan dia langsung mencium kepala ku


"kamu ndak akan pernah berubah kan mas?tanya ku


"berubah apa?tanya nya kembali


"kalau kamu akan mencintai ku selama nya meski pun aku seperti anak kecil"dia tersenyum,gigi nya yang berbaris rapi seperti senyum Pepsodent.


"aku akan mencintai mu seumur hidup ku"


"sungguh"aku langsung memeluk nya dengan tersenyum,aku seperti anak kecil yang mendapatkan permen


hari masih gelap ntah kenapa mood ku ndak enak,aku bangun dan langsung turun kebawah,ku lihat bi Surti sibuk di dapur dan dia ndak melihat ku keluar dari rumah,pagi ini aku ingin jalan jalan dengan menghirup udara segar,aku ingin berjalan ke taman pada hal jarak rumah antar taman hampir tiga kilo meter tapi aku ndak merasa lelah.aku ingin menikmati udara segar di taman kota ini dan aku juga melihat banyak orang sedang lari pagi baik ibu hamil yang di temani suami nya atau anak muda,aku tersenyum sendiri

__ADS_1


sementara di rumah mas Irwan sedang mencari ku karena aku sudah ndak ada di samping nya


"ga"panggil nya di lihat hp ku ada di meja kamar"kemana kamu?tanya nya pada diri sendiri setelah meletak kan hp ku,dia pun turun ke bawah


"ga,,,"panggil nya lagi


"ada apa den?tanya bi Surti mendengar majikan nya memanggil nama istri nya


"bi surti lihat iga?tanya nya dengan nada penuh khawatir


"Ndak ada den"


"kemana dia pergi sepagi ini?dia begitu bingung"Bu,,,ibu"


"ya"jawab ibu keluar dari kamar


"ibu melihat iga?


"ndak nak"jawab ibu"kenapa?


"mang diman"


"iya den"


"mang diman lihat iga istri saya?


"oh non iga den,,iya saya melihat nya,malah saya yang membuka pintu pagar nya"


"kemana dia pergi mang?


"kata nya mau jalan jalan den"


"sepagi ini?


"iya den"

__ADS_1


"apa mang diman tau kemana dia jalan jalan nya?


"kata nya mau ke taman kota den"


"apa!!!!ketaman kota?tanya nya terkejut"sepagi ini dan jalan sendiri tanpa ada teman nya?dia berlari menuju mobil"buka pintu pagar nya mang"


"den Irwan mau kemana?


"menjemput nya"dia memasuki mobil dengan terburu buru dan menancap gas


"kamu membuat aku khawatir ga,kamu apa gak bisa membangun kan ku"kata nya pada diri sendiri,waktu baru menunjuk kan angka 05.55,begitu sampai mobil langsung di parkirkan,mas Irwan berjalan kesana kemari mencari ku,aku sedang berjalan dengan memegang bawah perut ku dan mas Irwan mencekal pergelangan tangan ku sehingga membuat ku terkejut


"kamu ngapain di sini!!??tanya nya dengan nada tinggi membuat aku terkejut"aku mencari mu,apa kamu gak bisa bilang kalau kamu ingin jalan jalan!!aku begitu sensitif membuat mata ku mulai panas"kalau terjadi sesuatu bagaimana?kamu gak ingat kejadian tiga Minggu yang lalu ha!!??kenapa kamu meninggalkan hp di rumah?benar mata ku mengeluarkan butiran butiran bening,aku menepiskan tangan nya dan berjalan meninggalkan nya"tunggu"kata nya,aku tetap berjalan sambil mengusap mata ku,mas Irwan menarik nafas dalam dalam,di genggam nya jari ku


"maaf kan kata kata ku"dia ingat kata kata dr.naura kalau perempuan sedang hamil itu sensitif dan mudah tersinggung"aku khawatir"kata nya dengan memegang kedua punggung ku"kamu bisakan membangunkan ku?aku hanya diam menunduk"dan bilang kalau kamu ingin jalan jalan pagi"


"dan kamu bisa kan mas mengecilkan volume suara mu"mas Irwan menarik nafas dan mengontrol emosi nya


"aku khawatir"kata nya lembut


"gak akan terjadi sesuatu sama aku dan bayi ku"dia ndak menjawab karena kalau dia menjawab maka akan terjadi perperangan di dunia persilatan,maka dia lebih baik diam


"pulang yuk?ajak nya


"aku masih ingin disini"


"sudah siang"


"kamu mau ngantor?tanya ku"pulang saja duluan"


"bagaimana mungkin aku meninggal kan mu di sini sendirian?


"kalau begitu ikuti saja aku"ke egoisan ku mulai membesar,kelihatan sekali dari wajah nya kalau dia terpaksa mengikuti ku berjalan dia mengatur nafas nya dan menggandeng tangan ku,di pandangi nya wajah ku dari samping dan di usap nya rambut ku yang menutupi wajah ku.


"kamu gak lapar?tanya nya pelan,aku memandangi nya dengan diam"aku lapar"kata nya dengan mengusap perut nya"kamu gak lapar nak?tanya nya dengan mengusap perut ku"ibu kamu mood nya sekarang naik turun"kata nya dengan tersenyum

__ADS_1


__ADS_2