
Aku berharap ini bukan akhir dari hubungan kami, karena kalau itu yang terjadi maka ini adalah hal yang sekian kali nya aku sakit. Ternyata mas irwan mengajak ku pulang di rumah pondok indah.
"kamu tau gak ga?
"apa itu mas?
" ternyata selama ini aku gak pernah menyadari kalau aku memiliki istri yang cantik dan sesederhana kamu"
"mungkin saat itu kamu hanya belum menyadari nya mas"
"bodoh banget aku ya?
" kamu ndak bodoh mas"
"aku cemburu ga karena begitu banyak lelaki di luar sana yang setia menunggu kamu walau pun kamu dalam keadaan hamil"aku tersenyum
" jangan terlalu menyalah kan diri sendiri mas?
"Terima kasih ga sudah menerima ku kembali" kata nya dengan memegang tangan ku dan sesekali mencium nya
"lihat jalan nya mas" kata ku mengingatkan nya
"kenapa sekarang kalau aku dekat kamu bawaan nya lupa segala nya ya ga?
" jangan menyakahkan ku mas"
"aku gak nyalahin kamu, tapi kenapa sekarang aku ngerasa begitu"
"jangan gombal kamu mas"kata ku dengan suara manja, sekarang ibu merasa bahagia nak karena bapak mu sudah menyadari semua nya tapi ibu takut nak kalau ini hanya sesaat batin ku dengan mengusap perut ku
"kenapa ga, sakit atau lapar?
" ndak mas, aku hanya takut?
"apa yang kamu takutin?
" kalau semua ini hanya sesaat"
"percayalah ga aku akan menjadi suami dan ayah yang baik buat kamu"
"kamu janji mas? tanya ku dengan mengusap pipi nya
" aku janji"jawab nya dengan memegang tangan ku yang mengusap pipi nya, sungguh hari ini adalah hari yang ndak akan pernah aku lupakan dalam sejarah hidup ku karena ini adalah hari dimana suami ku mengutarakan semua tentang isi hati hatinya walau aku masih ndak mempercayai nya, kami sampai pak kardi membuka pintu gerbang dan mobil masuk, bi surti sudah menyambut kami dengan membukakan pintu
"mau makan non? tanya nya
" kita sudah makan di luar bi,jadi bi surti istirahat lah"mas irwan menggandeng ku menuju kamar, aku langsung mandi karena aku merasa sangat gerah begitu aku selesai mandi gantian mas irwan yang mandi dan kami bertemu di ranjang. dia mengusap perut ku dengan lembut dan pada akhir nya malam ini aku melakukan kewajiban ku sebagai istri, dia mengecup kening ku sembari tersenyum.
__ADS_1
"Terima kasih ga" aku menutup mulut nya dengan jari ku
"ini sudah menjadi hak kamu mas karena aku adalah istri mu" dia memeluk ku dengan erat dan kami pun tertidur
Aroma parfum tercium hidung ku dan ku buka perlahan lahan mata ku ternyata mas irwan sudah rapi dengan pakaian nya
"kamu sudah rapi banget mas? tanya ku dengan menarik selimut
"aku harus ke kantor, kamu di antar pak kardi aja ya? tanya nya dengan duduk di sebelah ku" aku hari ini harus buru buru mau bertemu dengan klien dari Singapore"aku hanya diam menatap nya"kamu kenapa?
"ndak ada mas"
"ya udah aku duluan ya? pamit nya dengan mengecup kening ku dan mengusap perut ku, setelah itu dia pergi meninggalkan ku, dengan agak terburu buru aku masuk ke kamar mandi dan dan mengguyur rambut ku,dan aku harus cepat karena hari ini aku juga harus ke kantor, begitu selesai aku langsung turun dan sarapan bi surti tersenyum menatap ku
" ada apa bi?
"ndak ada non" dia tetap tersenyum, aku yakin dia tersenyum melihat tato baru ku.selesai sarapan aku menuju mobil disana pak kardi sudah siap menungguku, aku berjalan ke arah nya dan dia langsung membuka kan pintu mobil untuk ku
"langsung ke kantor non? tanya nya dengan menyalakan mesin mobil
" iya Pak"mobil pun melaju menuju kantor dimana aku bekerja ndak banyak yang harus aku pikirkan karena hari ini aku sudah cukup merasa bahagia, aku merapikan rambut ku yang tergerai karena basah, aku sampai pak kardi langsung ke luar dan membuka kan mobil ku, dengan sedikit ragu aku keluar dari mobil dan memasuki kantor, mereka bisa menebak suasana hati ku saat ini karena aku memakai baju blazer bawahan celana dengan dalaman baju berwarna putih model baju hamil dengan baju ndak aku kancing kan karena ndak muat dengan nuansa berwarna pink. benar begitu aku masuk mereka semua tersenyum ke arah ku, sedikit masa bodoh aku menanggapi mereka, aku langsung menuju rauangan ku di ikuti dengan ica
"ada apa ca? tanya ku dia malah tersenyum melihat ku
" tato ibu bagus banget,,,, "canda nya, aku tersipu malu
"saya gak mengolok ibu karena itu beneran bagus bu"
"ntar kalau kamu sudah menikah kamu akan mengalami hal yang sama ca"
"ibu bisa saja" Jawab nya sambil tersenyum
"kamu menemui saya hanya karena tato ini ca? tanya ku dengan memegang leher ku
"ohhh.... bukan bu, bukan" jawab nya sambil tersenyum
"lalu?
" pak devan ingin bertemu dengan ibu"
"devan, ngapain dia?
" gak tau bu tapi hari ini dia ingin bertemu dengan ibu di kafe samudra"
"jam?
" makan siang"
__ADS_1
"temani saya"
"siapa bu?
" ya kamu dong ca,,,,, "dia malah senyum senyum
" baik bu"dia tersenyum dan permisi keluar, aku hari ini akan ke gudang ada beberapa yang harus aku periksa
"ibu mau kemana? tanya ica, mendengar pertanyaan nya semua karyawan menatap ku
" saya mau ke gudang, temani saya"ajak ku dan dia pun mengikuti ku dari belakang"kamu kenapa senyum senyum?
"gak ada bu?
" lagi jatuh cinta to kamu ca?
"sudah lama bu"
"sudah lama jatuh cinta kenapa senyum nya baru sekarang"
"dulu saya lupa senyum bu"
"belum kebagian senyum kali kamu waktu itu?
" mungkin bu"
"kemana kamu ketika pembagian senyum?
"lagi naik angkot bu"aku dan ica saling pandang dan tersenyum, begitu aku dan ica memasuki gudang ternyata mereka sedang asik duduk dan ngobrol begitu mereka melihat aku langsung buru buru berdiri dan membungkuk kan badan nya ke arah ku
"kenapa pada duduk? tanya ku pelan mereka tertunduk"sudah selesai pekerjaan nya? aku berjalan dengan memegang perut ku" kenapa diam?suara ku memang lembut
"belum siap bu"
"lalu kenapa kalian semua santai?
" istirahat bu"
"saya ndak mau ya sebagian kerja dan yang sebagian duduk dan ngobrol"
"baik bu" jawab mereka dengan langsung bergerak memindahkan kardus kardus yang berserak, aku dan ica meninggalkan mereka
"ibu kenapa gak memarahi mereka? tanya ica
" saya ndak bisa marah marah ca"
"ibu seh terlalu baik?
__ADS_1
" saya ndak baik ca memang saya seperti ini"dia tersenyum melihat ku, memang ku akui aku bukan tipe wanita pemarah dan keluarga ku juga mengatakan seperti itu.