
"kita mau kemana non? tanya pak kardi
"antar kan saya pulang terlebih dahulu pak setelah itu baru pak kardi antar kan ica" jawab ku dengan menyeka air mataku
"gak usah bu, biar saya naik angkot aja" jawab ica
"beneran gak papa ca?
" gak bu"jawab nya "saya turun di sini aja pak"pak kardi berhenti dan ica keluar
" makasih ca"kata ku
"sama sama bu" mobil pun meninggalkan nya, aku ndak tau apa yang harus aku lakukan karena hati ku benar benar sakit dan hancur, kamu menipu ku mas, kamu jahat mas sungguh jahat, apa salah ku, kenapa kamu melakukan nya, batin ku berkecamuk.aku menangis sampai sesengguk kan pak kardi hanya melihat saja,kalau kamu ndak mengatakan cinta pada ku mungkin hati ku ndak akan sesakit ini mas, bahkan ketika aku melihat kamu berduaan dengan wanita itu aku akan diam saja karena bagi ku itu hal biasa tapi ini permasalahan nya, tapi ya sudah lah,,, mungkin aku yang terlalu bodoh dan naif, mobil sampai aku langsung keluar dan masuk ke dalam rumah bi surti yang membuka kan pintu terkejut melihat ku yang menangis, aku ndak menghiraukan nya karena aku langsung masuk ke dalam kamar dan membatingkan tubuh ku di kasur,
"pak" panggil bi surti
"kenapa non iga menangis? tanya nya pada pak kardi
" saya gak tau bi, begitu keluar dari mall non iga sudah menangis"
"apa sebenar nya yang sedang terjadi ya? tanya nya seperti pada diri sendiri, pak kardi hanya mengangkat kedua bahu nya,
Cukup,,, cukup sudah aku menangisi nya, suami egois seperti dia ndak perlu di tangisi itu hanya membuatku semakin bodoh, kata ku pelan dengan mengemasi pakaian dalam koper, aku ndak lari dari semua nya, aku hanya rindu dengan ibu ku di kampung mungkin jika aku di sana bisa melupakan semua nya, aku mengganti baju ku dengan daster, aku masih melihat jelas tato di leher ku, karena dia meninggalkan jejak tadi malam,, ku ambil HP ku
"assalamu'alaikum mi" aku menelpon mami nya
"Walaikumsalam, ada apa ga?
" saya mau ke Jogja mi"
"ngapain? tanya nya
" saya rindu sama keluarga saya mi"aku berbohong, mungkin ini lebih baik karena aku ndak mau mami jadi khawatir, aku mengusap usap perut ku
"kamu gak berbohong kan?
" ndak mi"jawab ku dengan menyeka air mata ku
__ADS_1
"kamu mau naik apa?
" naik bus mi"
"apa!!!! jerit mami" jangan naik bus, bawa saja pak kardi, kamu dengarkan ga? aku mengangguk angguk kan kepala dan mematikan HP ku
Sementara di Mall mas irwan dengan wanita nya sedang cekcok
"aku sudah mengatakan sama kamu win gimana kalau iga melihat nya?kata mas irwan dengan nada tinggi
"kenapa kamu marah marah? tanya mbak Winda yang masih sibuk memilih milih baju" lagian juga istri kamu yang kampungan itu udah lihat kita"
"itu yang sedang aku pikir kan win"
"kenapa kamu begitu perduli terhadap nya seh yang?
" dia itu istri aku win, ibu dari calon anak ku"
"dia terlalu bodoh wan, begitu melihat kita jalan berdua langsung cemburu, pada hal kan kita gak ngapa ngapain"
"dia gak bodoh dan gak kampungan win, dia hanya terlalu polos"
"aku mencintai nya win, aku jatuh cinta pada nya"
"kamu jatuh cinta pada nya, kamu sudah gila wan" kata wanita itu dengan marah"lalu bagaimana dengan hubungan yang sudah kita jalani selama tiga tahun ini?
"aku gak tau" jawab nya sambil meninggalkan nya
"yang tunggu?panggil nya tapi mas irwan ndak memperdulikan nya" tunggu"kata nya dengan menarik tangan mas irwan"kamu kenapa seh, atau kamu udah kena pelet wanita kampungan itu"
"kamu jangan pernah menyebut dia dengan sebutan itu" kata mas irwan dengan memegang leher mbak Winda"sekali lagi kamu menyebut nya dengan sebutan itu kamu akan tau akibat nya dan aku sudah muak dengan tingkah kamu yang terlalu banyak menuntut"
"kamu akan menyesal telah melakukan hal ini pada ku wan, ingat itu aku akan membalas semua nya"mas irwan ndak memperdulikan nya dia pergi begitu saja.
Aku turun dari kamar dengan menenteng koper, dengan cepat pak kardi berlari kecil menuju ke arah ku dan mengambil koper yang sedang aku tenteng
"jaga rumah ya bi" kata ku pelan
__ADS_1
"non iga mau kemana? tanya bi surti
" saya mau pulang kampung bi"
"non iga gak kembali lagi kemari?
" saya hanya beberapa hari bi"jawab ku dengan berjalan menuju mobil, aku merasakan perut ku seperti turun sekali dan serasa menyentuh kedua paha ku"saya berangkat dulu ya bi, kalau ada yang menelpon atau mencari saya bilang saja saya sedang keluar kota beberapa hari bi"
"kalau den irwan non?
" dia akan tau"jawab ku dengan masuk ke dalam mobil
"hati hati non" aku melambaikan tangan dan meninggalkan bi surti, aku seperti hidup di sangkar mas tapi aku ndak menemukan kebahagian lalu untuk apa aku tetap di sini, untuk apa semua nya.bukan kah lebih baik aku keluar dan mencari kebahagian ku, tapi pada siapa? mobil melaju sedikit kencang ketika memasuki tol, sementara mas irwan datang kerumah dimana selama ini aku tinggal
"bi" panggil nya dengan memijit bel"bi,,,,,!!! panggil nya dengan menggedor gedor pintu, pintu di buka oleh bi surti
"den irwan" kata nya dengan terkejut, mas irwan masuk ke dalam rumah
"iga,,,,! panggilnya"iga"
"maaf den,,,, non iga sudah pergi"
"pergi? tanya nya" kemana?
"keluar kota den"
"bi surti bohong? tanya nya dengan menatap bi surti
" saya gak bohong den, non iga keluar kota dengan pak kardi"
"sudah berapa lama?
" setengah jam yang lalu den"
"bi surti gak tau kemana dia pergi?
" non iga hanya bilang sama saya kalau non iga keluar kota hanya beberapa hari den"mas irwan mengeluarkan HP nya dari saku dan menelpon ku tapi aku ndak mengangkat nya
__ADS_1
"angkat dong ga" dia berbicara pada diri nya sendiri, dia berulang ulang menelpon ku tapi tetap sama aku ndak mengangkat nya, dan dia juga mengechatku tapi aku ndak memperdulikan nya, karena aku ndak mau tertipu dengan kata kata nya yang manis.
"maafkan aku mas tapi hati ku sudah terlanjur sakit, mungkin ini akan lebih baik buat kita, biar aku yang akan pergi dari kehidupan mu" batin ku dengan mengusap perut ku.