
Aku senyum senyum sendiri melihat perut ku yang sudah mulai besar, dan aku juga sudah merasakan gerakan nya walau itu pelan,karena kehamilan ku sudah memasuki empat bulan, sekarang aku sudah doyan makan, bahkan porsi ku lebih dari biasa nya, sampai bi munah terheran heran melihat ku,
"ini vitamin nya non? aku langsung mengambilnya dan ku minum" pelan pelan non? kata nya
"iya bi, aku berangkat dulu ya bi? pamit ku, dengan jalan begitu tergesa gesa aku keluar, ternyata mas irwan sudah di luar, ngapain dia disini, tumben dia belum berangkat,
" kamu mau kemana? tanya nya yang melihat ku berjalan dengan tergesa gesa,
"mau kerja mas? jawab ku dengan membenahi retsleting rok ku yang mulai ndak muat" eh tunggu bentar? panggil nya, aku berhenti dan menatap nya"biji kecambah ku sudah tumbuh besar ya? kata nya dengan memegang perut ku"deg, eh dia gerak ga? kata nya dengan tersenyum senyum"aku gak pernah menyadari kalau dia udah tumbuh sebesar iniga, gak berasa ya ga, dia tumbuh begitu cepat?
"kamu ndak merasakan nya mas, karena kamu ndak pernah memperhatikan nya mas, kamu kan sibuk dengan dunia kamu? kata ku
"kamu pikir aku autis?
" aku ndak ada bilang kamu autis mas?
"tapi kamu bilang aku sibuk dengan dunia ku, itu sama artinya dengan autis ga?
"itu kamu yang mengartikan nya mas, yang aku maksud kamu sibuk dengan dia? kata ku dengan berjalan meninggalkan nya
"dia siapa? tanya nya pura pura lupa
" sudah ah, ntar aku telat?
"kamu kalau ngomong di perjelas?
" aku rasa kamu paham mas?
"tunggu sebentar? panggilnya, tapi aku mengangkat tangan nya menandakan kamu harus diam
"aku nunggu kamu ga, kenapa kamu main pergi aja? kata nya, ha nunggu aku, sejak kapan dia mau nunggu aku ketika berangkat kerja, mimpi apa dia malam tadi, kenapa otak nya pagi ini bisa sejernih ini.
" kamu nunggu aku mas? tanya ku
"kamu pikir? aku mengangkat kedua bahu ku, pintu mobil aku buka dan kami sama sama masuk, Pak diman membuka pintu gerbang, mobil pelan pelan melaju, ku usap perut ku karena aku merasakan gerakan kecil nya"dia gerak lagi ya ga? tanya nya dengan mengusap perut ku" mami pasti senang ga melihat semua ini? kata nya dengan tersenyum senyum"akhir nya aku akan menjadi seorang ayah, kamu tau ga, aku gak pernah bermimpi akan menjadi seorang ayah? kata nya dengan penuh semangat
"karena di hati kamu hanya ingin mempermainkan perasaan wanita saja mas?
" udah jangan mulai, jangan merusak mood ku deh?
"kamu yang suka merusak mood ku?
__ADS_1
" aku lagi malas bertekak ga? kata nya dengan memandang ku,
"tumben kamu mas?
dia hanya menatap ku dengan mengusap pipi ku, ini yang membuat aku susah untuk menebak suasana hati nya
"kita nelpon mami dan ibu kamu yok? ajak nya
"kamu kan lagi nyetir mas? kata ku, dan dia memparkir kan mobil nya di depan sebuah cafe, ini kan masih pagi kenapa berhenti di sini, lagian jam segini karyawan nya masih sibuk membersihkan cafe nya, ternyata dia menelpon mami nya
" Hai mami? lagi vidio call
"mimpi apa kamu sepagi ini video call mami wan? tanya mami nya
" ini lihat mi? kata mas irwan menunjukan perut ku yang sudah mulai besar,
"itu perut iga wan?
" iya mi?
"sudah berapa bulan itu?
"kamu gak tau wan istri kamu hamil berapa bulan, selama ini kamu kemana aja wan sampai gak tau? tanya mami nya
"empat bulan mi? jawab ku dengan melihat ke arah nya
" aduh seneng nya, kapan mau syukuran nya? tanya mami, aku dan mas irwan saling memandang
"terserah mami aja? jawab mas irwan
" nanti mami kabarin lagi ya? kata mami"jaga baik baik ya ga, jangan kecapean, ingat pakai sendal nya yang lepek? mas irwan langsung melihat ke arah kaki ku"tapi mami lihat kamu kenapa pakai rok, itu gak sempit? mas irwan melihat rok sepan ku yang memang sudah mulai ndak muat
"masih muat mi tapi kesempitan?
" sama aja wan itu udah gak muat? kata mami dengan wajah kesal"pakai baju kerja tapi yang model daster aja?
"iga gak punya mi?
" ya kamu belikan dong wan, atau jangan jangan kamu gak pernah ngasih iga uang bulanan ya? tanya mami, mas irwan melihat ke arah ku kembali"pernah gak wan?
"gak mi?
__ADS_1
" kamu gimana seh, iga itu istri kamu, dia berhak atas uang kamu? mulai hari ini kamu kasih dia uang bulanan?
"ndak usah mi? jawab ku
" itu hak kamu ga, biar tau tanggung jawab suami terhadap istri nya?
"tapi mi?
" udah, nanti kalau suami kamu udah ngasih uang ke kamu kasih tau mami ya, jangan di tutupi? aku ndak mau di bilang istri yang ndak pernah bersyukur, sudah tinggal di rumah besar, ndak pernah mengerjakan pekerjaan rumah dan masih di Terima lagi kerja di kantor nya meski aku sudah hamil, aku kan hamil anak nya,
"kenapa diam ga? tanya mami nya
" saya ndak mau di katakan istri yang ndak tau cara bersyukur mi?
"siapa yang bilang?
" aku mi? jawab ku
"kamu salah, itu gak bener?
" iya mi, nanti aku kasih? jawab mas irwan
"ya udah mami mau berangkat ke butik dulu ya, baik baik?
" iya mi? telpon di tutup, mobil berlahan lahan meninggalkan parkiran cafe. aku merasakan keram perut ku, kenapa keram seperti ini, batin ku dengan mengusap usap perut ku, keringat mulai membasahi wajah ku
"kamu kenapa ga? tanya nya yang melihat ku menggigit bibir bawah ku dengan nyengir" kamu sakit? dengan memegang kening ku"kamu gak demam?kata nya dengan memberhentikan mobil nya"apa nya yang sakit ga? aku memegang paha nya untuk menahan sakit nya perut ku karena keram
"aku ndak demam mas? kata ku lirih
"lalu apa?
" perut ku keram mas?
"keram? kata nya dengan nada terkejut" kerumah sakit saja yok?
"ndak usah mas? jawab ku dengan mengusap usap perut ku, dia menatap ku dengan tatapan iba karena melihat wajah ku menahan rasa sakit. dia mengikuti mengusap usap perut ku, begitu lembut usapan nya hingga membuat sedikit berkurang rasa sakit ku,
" masih sakit? tanya nya dengan mengusap keringat di wajah ku"sakit banget ya? tanya nya lagi dengan mengusap perut ku
"sudah agak mendingan? jawab ku, biji kecambah ku manja bener, batin ku di usap usap bapak nya diam, apa beda nya dengan ibu mu nak.
__ADS_1