Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Tamparan Keras


__ADS_3

Mami berjalan begitu terburu buru ke arah mas irwan"plak, plak? tamparan keras mendarat di pipi kanan kiri nya sehingga membuat nya hampir terjatuh, itu membuat ku sangat terkejut


"apa apaan mi? tanya nya dengan mengusap pipi nya yang merah


" kenapa, sakit,mami rasa itu belum cukup buat kamu atau perlu mami tambahin lagi? tanya mami


"maksud mami apa?


" kamu gak paham juga, itu pantas kamu terima atas perbuatan bahkan itu masih kurang bagi mami?


"aku gak ngerti mi?


" gak ngerti, irwan irwan? kata mami sambil tersenyum"kalau kamu memang gak suka dengan iga kenapa kamu menghamilin nya kenapa? mami sudah berulang ulang mengatakan sama kamu wan kenapa kamu melakukan nya? kata mami dengan menarik narik kerah baju mas irwan"kamu satu satu nya anak lelaki mami wan, tapi kenapa kamu selalu membuat mami kecewa wan?mami mulai menangis"mami pikir kamu akan berubah setelah menikah bahkan kamu akan menjadi seorang ayah tapi nyata nyata nya kamu masih sama seperti dulu wan bahkan kamu tambah parah? mas irwan menatap ku


"ohhh.. ternyata menantu mami sudah mengadu semua nya?


" iga gak mengadu apa pun tentang kamu ke mami?


"lalu?


"kamu bertanya kembali? tanya mami dengan memegang kepala nya"kenapa iga sampai mengajukan cerai sama kamu? mendengar kata cerai mas irwan begitu terkejut dengan memandang ke arah ku


" itu.. itu.. ?begitu gugup nya dia menjawab pertanyaan mami nya"ha! jerit nya dengan mengacak acak rambut nya, aku tetap diam mematung


"bingung,,,,?tanya mami dengan menatap mas irwan" apa yang kamu lakukan sampai iga mengajukan cerai?


"aku gak melakukan apa pun mi?


" jangan pernah bohongi mami wan?


"aku cuma jalan sama pacar ku? Jawab nya dengan jujur


" apa.... kamu bilang jalan sama pacar itu hanya cuma?


"itu biasa mi?


" kamu menganggap nya biasa wan?tanya mami"kamu saja cemburu melihat iga di antar dengan pacar teman nya?


"itu lain mi?


" lain apa, cemburu kan kamu, lalu bagaimana dengan perasaan iga tau gak kamu!! suara mami begitu lantang sehingga terasa seperti menggema di ruangan ini"kamu egois nak, kamu gak pernah memikirkan istri mu kamu hanya memikirkan diri kamu dan kamu gak bisa menjaga perasaan nya? kata mami dengan menarik nafas begitu dalam"sini ga? panggil nya, aku mendekati nya"kamu berhak mengajukan cerai untuk suami mu ga, selama ini mami gak pernah tau apa permasalahannya, tapi sekarang mami sudah tau, yang mami kecewakan kenapa kamu gak pernah jujur sama mami dan kenapa kamu gak pernah mengatakan semua nya? aku hanya diam dan menunduk, sekarang mami memarahi ku, mas irwan menatap ku"apa kamu sudah bulat mau berpisah dengan nya ga? ku tatap mami, wajah yang sendu membuat aku ragu atas keputusan ku, tapi

__ADS_1


"iya mi? Jawab ku, mas irwan ndak yakin dengan jawaban ku,


" baik,, baiklah....? kata mami dengan meninggalkan kami, mas irwan mengikuti mami nya, sementara aku hanya diam karena aku ndak tau mau jalan kemana aku baru sekali memasuki rumah ini dan itu sudah beberapa bulan yang lalu dan sekarang, aku tetap diam dan berdiri


"non? panggil seseorang aku mencari suara itu dan ternyata" duduk non?


"iya bi? jawab ku sambil duduk di sofa dan mengusap perut ku yang sedikit keram, bagaimana bisa aku tinggal di sini sementara suami ku ndak ada disini, aku akan pergi dari sini semuanya ndak benar, aku ndak bisa tinggal disini


" puas kamu!! begitu terkejut nya aku mendengar suara mas irwan yang membentak ku


"puas apa aku mas?


" puas membuat mami ku kecewa?


"kenapa kamu menyalahkan ku mas, aku ndak pernah mengatakan keburukan kamu sama mami, tapi mami langsung mendengar pengakuan kamu?


" tapi semua ini karena kamu?


"percuma aku membela diri mas, karena aku akan tetap salah di hadapan mu? jawab ku pelan dan berusaha pergi tapi


"mau kemana kamu? tanyanya dengan menarik tangan ku


"percuma aku disini lebih baik aku pergi dan ndak usah menampakan diri di hadapan kamu mas karena itu yang terbaik buat kita?


"aku akan pergi?


"kemana?


"kemana kaki ku melangkah mas?


"dengar iga kamu lagi hamil jangan mengambil resiko?


"ini yang terbaik mas, jadi tolong jangan halangi aku?


" iga? panggil nya dan langsung memeluk ku"maafkan aku ga maafkan aku? kata nya dengan menciumi kepala ku, aku ndak bereaksi sedikit pun karena bagi ku itu percuma, karena setelah itu dia akan mengulangi kembali, aku berusaha melepaskan pelukan nya


"percuma mas?


" percuma kenapa ga?


"karena kamu akan mengulangi hal yang sama?

__ADS_1


" jadi maksud kamu apa?


"pisah? jawab ku setelah itu aku pergi


" ga tunggu beri aku kesempatan satu lagi ga? kata nya dengan menangis, aku hanya menggeleng geleng kan kepala dan buru buru berlari"ga tunggu!!! panggil nya sambil berlari tapi aku sudah masuk kedalam taksi, ini yang terbaik buat anak kita mas, aku ndak ingin terjadi apa apa dengan biji kecambah ku,


"kemana bu?


" terminal? aku ndak pernah menyangkah sebegini rumit nya pernikahan ku, tekat ku sudah bulat aku akan ke Jakarta dan tinggal dengan intan.


"Mi....? panggil mas irwan dengan berlari ke tangga menuju ke kamar mami nya" mi!


"ada apa,, kenapa kamu teriak teriak?


" iga mi iga?


"kalau bicara itu yang pelan jangan terburu buru?


" iga pergi mi?


"sudah mami duga?


" maksud mami apa?


"iga gak akan mau tinggal serumah lagi sama kamu?


" jadi mi?


"biarkan dia pergi, kalau hati nya sudah tenang nanti mami telpon? wajah mas irwan sangat murung


" biar aku kejar mi aku tau dia akan kemana?


"jangan memaksa wan, karena itu gak baik buat bayi nya?


" tapi mi?


"biarkan? suara mami nya sudah begitu pelan


" tapi mi?


"kamu ngerti gak apa kata mami! mas irwan terdiam, dia nampak begitu gelisah ini gak bisa aku biarkan aku harus menemui iga

__ADS_1


Di terminal aku menelpon intan dan dia menerima ku untuk tinggal bersama nya kembali, aku harus bekerja ini semua nya bus datang dan aku langsung naik ke dalam bus, di dalam bus aku hanya diam dan ndak bergeming, kalau lama lama seperti ini aku yang ndak kuat, tapi aku harus kuat harus. bus berjalan meninggalkan kota semarang mungkin karena lelah nya aku sampai aku begitu tidur sampai pulas, dan aku terbangun ketika bus sudah sampai terminal jakarta.


__ADS_2