Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Pagi Yang cerah


__ADS_3

Udara begitu sangat sejuk karena alam menyuguhkan keindahan yang tiada tara sehingga Ndak dapat di ucapkan dengan kata kata inilah desa ku dimana aku di lahirkan dan di besarkan begitu sejuk nya embun pagi hingga terasa di kulit ku pada hal matahari sudah menampakan diri,hamparan sawah seperti permadani sehingga siapa pun yang melihat nya akan terkagum kagum


"udara nya begitu sejuk Bu"


"dan pemandangan nya juga begitu indah"


"iya asri banget"jawab ku dengan merentangkan kedua tangan ku dan menarik nafas


"iya Bu,,jarang jarang kita menikmati udara seperti ini Bu"aku tersenyum"ibu kapan akan kembali ke Jakarta?


aku terdiam sesaat karena masih begitu menikmati alam yang begitu sempurna Allah ciptakan.


"belum tau"mendengar jawaban ku mereka terdiam dan saling pandang


"besok kami akan kembali ke Jakarta Bu"kata tari


"kembali lah dan jangan mengatakan apapun kalau kamu bertemu dan menginap di rumah saya"


"baik Bu"aku kembali menapaki jalan bebatuan dan masih menikmati panorama indah dan sejuk,


"hai"sapa seseorang yang sangat aku kenal ya dia


"Devan"panggil ku


"kamu ngapain di sini?tanya nya


"kamu tanya kenapa aku di sini?aku tersenyum"ini tempat aku di lahirkan dan di besarkan pak Devan"dia tertawa sambil memukul jidat nya


"oiya aku lupa"tari dan Ica sedikit menjauh dari ku"kamu gak tinggal di Jakarta lagi ga?


aku hanya mengangkat kedua bahu ku"kenapa?aku tersenyum"apa kota Jakarta udah gak nyaman lagi untuk kamu tinggalin?


"entahlah Van"jawab ku,dia menatap ku begitu dalam karena begitu kelihatan jelas wajah penuh beban ku


"aku tau"


"tau apa?


"bukan kota jakarta yang gak nyaman lagi untuk mu tapi"


"tapi apa?tanya ku dengan penuh penasaran


"suami kamu kan"kali ini aku Ndak bisa berbohong"aku udah pernah bilang sama kamu kan ga kalau kamu udah gak nyaman aku siap menerima kamu"


"tapi ndak semudah yang kamu katakan van"


"kenapa?


"sekarang ini aku tengah hamil anak nya van dan ndak bisa bercerai dengan kondisi seperti ini kan?


"jangan pernah mempersulit apa pun ga"


"aku ndak mempersulit aku berbicara sebenar nya van"


"apa kegiatan kamu sekarang?


"ndak ada van"


"kalau kamu mau kamu bisa bekerja di pabrik kebun teh ini dan aku bisa merekomendasikan kamu jadi manager di sini"aku tertawa"aku serius ga"

__ADS_1


"mudah banget ya kalau begitu"


"itu hanya untuk kamu"aku manggut manggut "aku serius ga"


"yang bercanda siapa van,,,ih sensitif banget kamu"dia tersipu malu"akan aku pikir pikir dulu ya?


"aku tunggu jangan lama lama"dia menatap ku diam diam"aku boleh main ke rumah mu ga?


"niat nya mau ngapain?


"silaturahmi"


"dengan istri orang?


"salah ya?


"Ndak ada yang salah"


"terus"


"datanglah"jawab ku dan dia pergi dari hadapan ku ternyata kamu ndak berubah Van sifat mu yang cuek tapi ngangenin.


pagi ini Ica dan tari kembali ke Jakarta


"ibu gak kembali?


"kemana ca?


"ke Jakarta"


"akan saya pertimbangkan"


sebelum aku menelpon ternyata mami suami ku menelpon barangkali mas irwan sudah mengatakan semuanya pada mami nya


"hallo"suara yang sangat aku kenal


"ya hallo mi"jawab ku pelan


"benarkah kalian akan berpisah?


"ya"jawab ku dengan begitu berat


"apakah kalian harus berpisah?


"ya"jawab ku kembali


"sudah bulat kah keputusan mu untuk berpisah dengan putra mami?


"ya"


"apakah ini keputusan yang sudah matang?


"ya"aku hanya menjawab dengan kata ya,hp di matikan dan aku duduk termenung di kursi usang ruang tamu,ibu sedang pergi mencuci, bapak ku sedang bekerja dan ketiga adik ku sedang sekolah,,rumah ini begitu sunyi ku pandangi sekeliling ruangan ndak ada barang yang berharga hanya foto ku dan ketiga adik ku yang sudah buram,aku bangkit dan berjalan menuju kamar baringkan tubuhku untuk melepaskan beban yang begitu berat,sungguh aku merindukan masa kecil ku ketika aku sakit,ketika aku sedang terjatuh dan ketika aku menangis karena sesuatu hal dan ketika aku meminta sesuatu tapi ibu belum bisa membelikan nya ibu pasti selalu memeluk ku dan mengusap rambut ku untuk menenangkan ku,,,aku merindukan masa itu ibu sungguh aku merindukan,belaian mu kasih sayang mu. ibu aku ingin kembali mengenang masa itu,tapi keadaan nya sekarang telah berubah.


"ini sudah keputusan iga wan"kata mami nya


"maksud nya berpisah mi?tanya mbak Rani


"ya,,,iga minta berpisah"

__ADS_1


"kamu itu lelaki macam apa sih wan masak gak bisa membedakan mana wanita yang benar benar mencintai kamu atau mencintai harta mu"


"maksud mbak Rani apa?


"udah gak usah di bahas gak penting"


"mi"


"jadi gimana mi?mas irwan merengek pada mami nya seperti anak kecil yang meminta sesuatu


"keputusan nya sudah deal iga minta pisah"


"aku gak mau pisah mi"


"sudah terlambat karena selama ini dia sudah mencoba menahan nya tapi pada akhir nya ini titik terkahir nya"


"tolong bujuk dia mi"


"mami gak bisa membujuk nya"


"kenapa mi?


"mami gak bisa membujuk iga untuk kembali pada suami yang suka berkhianat dan berselingkuh seperti kamu"


"aku ini anak mami"


"kamu sudah cukup dewasa wan tapi masalah kamu sudah tertutupi oleh ego mu sehingga kamu tidak akan pernah menemukan jalan keluar nya"


"aku mencintai nya mi"


"semua nya sudah terlambat"bentak mami nya"uruslah masalah mu sendiri"


"aku gak mau pisah dari nya mi"


"jangan seperti anak kecil,selama ini kamu mengabaikan keberadaan nya bahkan kamu menganggap dia gak pernah adakan?


"itu dulu mi karena aku belum siap aja"


"siap gak siap kamu harus terima wan karena iga hamil atas perbuatan mu"


"mi pleas"rengek nya dengan menarik tangan mami nya


"udah ya wan udah"


"mi,,,"jerit nya sambil berlari mengejar mami nya


"ayok mi kita kerumah orang tua iga"


"ngapain?


"kalau aku gak mau pisah mi"


"orang tua kamu dan orang tua iga gak punya hak untuk melarang dia buat pisah sama kamu"


"tapi mi"


"mami juga malu mau ke rumah orang tua iga wan"


"lalu aku bagaimana mi?

__ADS_1


"kamu udah dewasa maka uruslah sendiri"kali ini mami nya masuk kamar dan langsung mengunci pintu nya.


__ADS_2