
setelah siuman Rosa keluar dari sebuah kamar mencari kakaknya..
"kak..kak dea,kakak ada dimana" Rosa terus berteriak. Dea yang mendengar pun lalu menatap Ariel.
"Kau juga membawa Rosa" Dea sudah tidak punya tenaga untuk terus berdebat,dia merasa lelah.saat mau berdiri Dea kesulitan,Ariel lalu membantunya
" hati hati.aku juga membawa Rosa, karena aku tidak ingin kamu kesepian disini, bisa nggk kamu ngg usah natap aku dengan ekspresi bingung seperti itu" kata Ariel
Dea membuka handle pintu
" Rosaaa.." mereka pun berpelukan
" Apa kakak tidak pa2 " tanya Rosa
" Kakakmu baik baik saja,mana mungkin aku menyakiti orang yang aku cintai" kata Ariel
mereka pun diam. Dea benar benar belum mengerti apa tujuan Ariel membawanya kesini.
" kalian belum makan,makanlah dulu" setelah itu Ariel pergi meninggalkan Dea dan Rosa begitu saja.
...--...
Papa deni mendapat laporan dari orang suruhannya..
" Tuan saya selama ini mengamati nona Amira dia terlihat berbeda saat di depan dan di belakang tuan Prasetyo" orang itu menunjukkan foto foto Amira sebagai bukti.
" terimakasih kamu boleh pergi" kata papa deni
dia sangat marah,begitu bodoh anaknya itu sampai berkali kali di kelabui Amira.papa deni lalu menemui Prasetyo dan melempar foto foto Amira saat bersenang-senang bersama pria pria hidung belang.
" lihatlah. ini yang kamu maksud wanita baik,kamu nyaman bersama perempuan seperti ini,kamu sudah menyia nyiakan berlian hanya demi batu kerikil yang tidak berharga seperti ini"? papa deni sangat marah kepada anaknya itu
Prasetyo benar benar dibuat frustasi dengan keadaan.Dia menelpon Amira
" Amira apa kita bisa bertemu" kata Prasetyo
Amira yang langsung mengiyakan ucapan dia berfikir Prasetyo sedang kesepian dan membutuhkannya. setelah ketemu prasetyo langsung menampar Amira berkali kali.
" mau sampai kapan kamu mengganggu hidupku,selama ini aku berfikir kamu sudah berubah ternyata tidak.katakan dimana istri dan adik iparku kau sembunyikan" prasetyo sangat dikuasai amarahnya
" Aku tidak tau tentang itu Pras,aku bersumpah" sambil menahan sakit
namun Prasetyo tidak menghiraukannya
dia membawa Amira ke gedung yang sudah tau,dan mengikatnya disana.
"Aku tidak akan melepaskan mu sebelum Istriku di temukan.aku juga tidak akan memberimu makan ataupun minum,jadi katakanlah dimana istriku.dia menghilang saat kau pergi bersamaku,ini pasti ulahmu" ancam prasetyo.
...--...
__ADS_1
Prasetyo tidak bisa berpikir jernih karena tidak ada kabar atau pun berita tentang Dea,dia sudah lapor polisi namun polisi juga belum berhasil menemukan jejaknya.
hari hari Prasetyo hanya mabuk di dalam kamarnya, dia tidak keluar kamar sama sekali,dan tidak mempedulikan kantornya lagi,hidupnya sangat hancur,terasa sepi dan hampa.
" Harusnya aku selalu disampingmu saat malam tiba,mengelus perutmu,merasakan tendangan dari anak kita,tapi karena kebodohan ku kau meninggalkanku apa kau tidak ingin kembali sayang," kata Prasetyo sambil menangis
mama Ani yang mendengar dari balik pintu pun ahirnya masuk.dia tidak tega melihat keadaan Anaknya
" Pras kalau kamu seperti ini bagaimana kamu bisa menemukan Dea. ayolah berusaha mencarinya jangan putus asa,bagaimana kalau dia disekap di ruangan yang gelap dan dia sangat ketakutan,bagaimana kalau dia kelaparan" Mama Ani terus menyemangati anaknya itu
...--...
Dea hanya diam,hanya saat bersama Rosa dia berbicara
" kak apa sebaiknya kita menelpon kak Pras,apa kakak tidak ingin pulang,ku perhatikan laki laki itu sering pergi dan dia juga memperlakukan kita tidak seperti tawanan"?
bisik Rosa
" nggk Rosa. kakak merasa Ariel sedang ingin memberi pelajaran kepada mas Pras, dia memberi kebebasan kepada kita untuk menelfon.kita bisa saja menelfon bila kita mau.tapi kakak tidak mau.kakak pengen tau bagaimana keadaan mas Pras tanpa Aku, apa dia bahagia atau dia merenungi kesalahannya, Aku ingin melenfon mama " ujar Dea.
Ariel mendengar pembicaraan mereka berdua.padahal dalam hatinya sama sekali tidak ingin memberi pelajaran kepada Pras, dia ingin menyembunyikan Dea untuk menjadikannya miliknya.
dia tetap diam dan pura pura tidak mendengar dia akan membiarkan Dea menelfon mertuanya dia ingin tau apakah Dea akan memberi tahu keberadaanya atau tidak.
telefon rumah dari tadi berdering
Prasetyo yang mendengar telfon berdering pun akhirnya keluar dari kamar
" halo ma apa kabar,apa mama baik baik saja,jangan mencari ku aku baik baik saja disini ma?
Prasetyo hanya diam terpaku mendengar suara orang yang sangat di rindukan.
" Sayang kamu dimana,bagaimana dengan kandunganmu"?
Dea langsung mematikan ponselnya,dia masih merasa sakit hati dengan suaminya itu.
Ariel yang menatapnya dari jauh pun merasa lega karena Dea tidak memberi tahu keberadaanya.
berarti Dea tidak ingin kembali ke rumah itu
...--...
Saat mama Ani pulang dia melihat putranya duduk di sofa dan menangis. "pras ada apa?
" tadi Dea nelfon ma,sepertinya dia baik baik saja.dia bilang tidak usah mencarinya,sepertinya dia sangat marah kepadaku" kata Prasetyo
Mama Ani memeluk putranya
" teruslah berusaha mencarinya,mungkin Dea sedang ingin melihat seberapa besar usahamu dalam mencarinya" kata mama Ani
__ADS_1
...--...
papa Deni mendatangi gedung tempat Amira disembunyikan,dia melihat Amira sudah tidak berdaya,sangat lusuh dan terlihat kurus.dia berfikir Amira anak yang sangat manja tidak mungkin dia tahan disiksa seperti ini,jika memang dia yang menyembunyikan pasti dia sudah mengatakannya.lalu siapa kalau bukan Amira..atau mungkin kakek dan nenek Dea papa deni terus bertanya tanya dalam hatinya.
...--...
Dea merasa pinggangnya sangat sakit,Ariel yang dari tadi memperhatikan pun mendekat
"mau q pijit"
" tidak,terimakasih.kau bukan siapa siapaku,tidak seharusnya kau memijitku ,kenapa kau menculikku?" Dea tetap berusaha sopan dan bersikap baik karena takut Ariel berbuat jahat kepada dia,calon anaknya dan adiknya.
" Aku tidak rela melihatmu disakiti de, jika suamimu tidak bisa menjagamu beri aku kesempatan untuk menjaga mu, kalau kamu mau kita bisa pergi keluar negri untuk melupakan semuanya" kata Ariel
" Dulu aku mencintaimu Riel,tapi itu dulu.setelah menikah aku sudah tidak merasakan apa apa lagi.aku udah punya suami,carilah wanita lain untuk kau jadikan pendamping hidupmu,yang juga mencintaimu, kau bisa menjadikanmu teman atau sahabat.
kau akan tersiksa bila bersanding dengan orang yang tidak mencintaimu.masalah suamiku seperti itu mungkin karena rasa cemburuku yang berlebihan, jadi q memberi peluang masuk untuk Amira" Dea berusaha menyadarkan Ariel kalau cinta tidak bisa dipaksakan
Ariel terus memikirkan ucapan Dea malam Itu,perkataan Dea ada baiknya juga,Hanya perkataan Dea yang bisa membuat Ariel mengerti.perkataan Dea bisa mengalahkan ego nya.dan dia pun sudah memutuskan akan menjadikan Dea sahabat,dan jika Dea ingin pulang maka Dia akan mengantarkannya pulang.namun Dea menolaknya
" Aku ingin memantau suamiku terlebih dulu.bagaimana keadaannya,apakah dia baik baik saja atau dia menyadari kesalahannya"
"Baiklah,bagaimana kalau malam ini kita lewat depan rumahmu? Ariel mengutarakan Ide nya
" boleh Riel kalau kamu nggk repot" kata Dea
...--...
Malam hari Ariel dan Dea mengemudi menuju rumah Dea,sesampainya disana terlihat gelap,dan sunyi
Dea bertanya tanya dalam hati kenapa gelap sekali,dimana mas pras.atau jangan jangan dia bersenang senang dengan Amira.
" kamu nggk mau masuk dulu" tawar Ariel
" boleh,aku mau masuk sebentar" kata Dea sambil melepaskan sabuk pengaman
Dea membuka pintu dan masuk,rumahnya sangat berantakan,sepertinya tidak pernah dibersihkan.
Dea membuka kamar bau rokok dan alkohol bercampur menjadi satu karena jendela yang tidak pernah dibuka.baju berserakan dimana mana. Dea melepaskan sweeter nya,lalu
perlahan Dea membereskan baju dan bekas botol botol alkohol. Dea sambil mencari-cari cari apakah ada barang perempuan lain di kamarnya,namun tidak menemukan apa apa.
sebenarnya apa yang terjadi denganmu mas,dimana kamu, Apa kamu bersenang senang bersama Amira selama aku tidak ada,tanya Dea dalam hati. Dea tidak menyadari kepergiannya itu membuat nyawa Amira ter ancam.
setelah kamar terlihat rapi Dea pun keluar,dia lupa memakai sweater nya dan meninggalkannya di kamar.
" Riel ayo kita pergi,tidak ada orang sama sekali disini" kata Dea
Ariel hanya mengangguk, berjalan keluar lalu melajukan mobilnya..
__ADS_1