
Ku tarik koper yang isi nya pakaian ku,aku harus kelihatan kuat, halaman yang begitu luas yang hanya di hiasi bebatuan, dinding rumah yang sudah usang, waktu sudah menunjukan angka 06.30, apa pun yang terjadi aku harus jujur
"Assalamu'alaikum? kata ku dengan mengetuk daun pintu
" wa'alaikum salam? suara ibu, pintu dibuka dan,
"ibu? peluk ku, ini kali pertama nya aku pulang setelah menikah, di ikuti ketiga adik ku
" mbak iga sudah pulang? si bungsu
"sudah? kata ku dengan memegang pipinya
"ayok masuk? ajak ibu menggandeng tangan ku,
" sini,, biar mas yang bawa koper nya? kata reno dengan menarik koper nya.
"ndak, aku saja mas?
" sudah,,,sudah,,,kenapa ribut? kata ibu ku"kamu mandi saja dulu, nanti kita ngobrol? kata ibu ku dengan memandang perut ku yang sudah mulai buncit.
"baik bu? jawab ku, tapi aku ndak melihat bapak, nanti akan aku tanyakan setelah aku mandi.
begitu selesai mandi aku langsung menuju meja makan yang sudah tua, yang terbuat dari kayu dan cat nya juga sudah mulai usang.
" bapak kemana bu? tanya ku
"belum pulang?
" hari gini belum pulang kemana bu?
"tadi bapak mu di panggil pak mandor? kata ibu dengan menatap ku" sudah berapa bulan kandungan mu nduk? kata ibu dengan mengusap perut ku, ketiga adik ku sudah sibuk dengan PR nya.
"sudah masuk empat bu? jawab ku,
" suami kamu ndak ikut? tanya nya
"ndak bu? jawab ku menunduk" ada hal penting yang ingin aku sampai kan bu, tapi lebih baik menunggu bapak saja?
"sepenting itukah sampai harus menunggu bapak mu nduk?
" iya bu?
"bapak mu akan sangat lama pulang nya?
__ADS_1
" ndak papa bu? jawab ku"sebentar ya bu? pamit ku, ketiga adik ku, sesaat ku tatap mereka satu persatu
"mbak iga ngapain di situ, sini? kata nina
" iy... iya.. iya? jawab ku dengan gugup
"perut mbak iga besar? tanya reno si bungsu
" itu ada adik nya no? jawab rino
"beneran mbak? tanya reno dengan mengusap usap perut ku" bentar lagi reno jadi lelek dong?
"ndak keren lelek? jawab rino
" jadi opo mas? tanya reno
"kalau mbak iga sudah lahiran mas rino mau dipanggil oom saja?
" kebanyakan gaya kamu? kata Nino dengan mendorong kepala rino
"biar keren gitu mbak? nina menatap ku, dia tau kalau aku sedang ada masalah,
" sudah malam tidur lah? kata nina"mbak iga mau saya temenin?
"ndak, kamu tidur saja duluan?
"iya? ketiga adik ku masuk ke dalam kamar, ibu sedang sibuk membersihkan meja makan, aku mendekati dan membantu nya.
" kamu istirahat saja? kata ibu
"saya belum ngantuk bu?
" tapi bayi mu butuh istirahat nduk? suara ibu yang lembut, benar benar bisa membuat aku tenang"kalau orang tua ngomong itu di dengar?
"baik bu?jawab ku, aku duduk dengan melihat ibu yang sibuk membersihkan meja makan" bapak pulang jam berapa bu?
"belum tau? jawab ibu dengan menatap ku
" kalau begitu aku ke kamar ya bu? pamit ku, dengan berjalan ke arah ibu dan memeluk nya untuk menghilangkan beban yang terasa berat aku pikul.dengan lembut ibu mengusap rambut ku
"tidurlah nduk, besok pagi saja kamu ceritakan?
" baik bu? kata ku dan melepaskan pelukan nya, se endak nya malam ini aku dapat tidur dengan nyenyak, ku buka pintu kamar ku, masih seperti beberapa bulan yang lalu, tapi ada sedikit yang berbeda, ada pas fhoto di meja rias ku, foto pernikahan ku dan mas irwan"siapa yang meletakkan foto ini di sini? kata ku dengan mengambil foto itu dan meletakan di dalam lemari, aku sedang belajar melupakannya,ku baringkan tubuh ku di kasur yang juga sudah mulai usang, hanya seprai nya yang baru, sehingga walau ndak empuk tapi masih terasa nyaman. ku pejamkan mata ini untuk mengingat masa masa di mana aku dan keluargaku,tanpa kehadiran mu mas, meskipun aku lelah,begitu aku melihat wajah ibu hilang sudah lelah ku, tapi sekarang,,,begitu berbeda, aku bingung mulai kapan aku mencintai nya, dan sejak kapan aku cemburu pada nya,pertanyaan demi pertanyaan berkecamuk di otak ku, ku usap perut ku yang bergerak kecil"ibu akan berjuang demi kamu nak?
__ADS_1
aku mendengar suara pintu di ketuk, itu pasti bapak, benar itu bapak baru pulang, aku mendengar samar samar suara ibu dan bapak, aku akan menemui nya esok pagi, sehingga aku benar benar tertidur,
"mbak,,, mbak???? suara si bungsu
" iya? jawab ku dengan memijit kepala ku yang pusing, sambil menyanggul rambut aku berjalan membuka pintu,
"eneng opo to le? tanya ku pada reno
" di panggil ibu?
"iya, kamu duluan saja, mbak mau ke kamar mandi dulu? kata ku dengan memegang pipinya, aku berjalan menuju ke kamar mandi untuk sikat gigi, dan mencuci muka, setelah itu baru aku menemui ibu, bapak dan ketiga adik ku, ku pegang tangan bapak dan ku cium,
" suami kamu mana? tanya bapak, rino dan nina tau apa yang sedang terjadi dengan hubungan kami, karena mereka bukan anak kecil lagi.
"pak, bu,, mbak,, kita berangkat dulu ya? pamit mereka,
" iya? jawab bapak dan ibu"hati hati? sebelum berangkat mereka mencium tangan bapak dan ibu ku, begitu juga dengan ku
"sebentar? kata dengan mengambil uang dari saku baju ku" ini buat kamu nin, ini kamu rin, nah kalau ini kamu no? lembar lima puluhan buat nina dan rino,
"makasih mbak? kata mereka dengan mencium pipi ku, ini hal yang selalu aku rindukan. aku tersenyum dan mengangguk kepala. ibu tersenyum dan menyusun piring kotor
"gimana kabar bapak? tanya ku dengan memegang tangan bapak yang mulai keriput
" bapak mu ini sehat nduk? jawab nya dengan tersenyum"bapak harus berangkat kerja nduk, bapak harus ke gudang?
"bapak jam berapa pulang nya?
" ndak tau nduk, ono opo (ada apa) ?
"nanti saja kalau bapak sudah pulang?
" ya sudah bapak berangkat dulu, bu bapak pergi dulu ya?
"iya hati hati pak? tinggal aku dan ibu di rumah,
"ibu ndak kerja lagi?
" masih? ku dekati ibu dan memegang tangan nya,
"ibu ndak usah kerja lagi? ibu menatap ku
"kamu sudah punya tanggung jawab sendiri nduk, dan ini? kata ibu dengan mengusap perut ku" calon cucu ibu sekarang yang harus kamu pikirkan nduk, kamu sudah cukup berjuang demi keluarga ini nduk, dan saat nya kamu mikirkan diri mu dan juga anak mu?
__ADS_1
"ndak bu, aku masih bisa bekerja?
" perut kamu semakin lama semakin besar nduk, terus kamu mau kerja apa?aku diam mendengar kata kata ibu ku.