Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
berusaha


__ADS_3

Prasetyo menghubungi Ariel dan membagikan lokasi Dea


" ikuti saja,itu nomor Dea"


Pria bertopi sesekali melirik Dea memastikan keadaan targetnya aman.


mereka sampai disebuah rumah yang sangat megah


Dea bertanya tanya dalam hati rumah siapa ini


saat pria bertopi berjalan disamping Dea dia mendengar ponsel yang bergetar.


" Sialan kau masih punya ponsel rupanya" pria itu menarik tas Dea lalu membukanya.dia sangat terkejut saat melihat isi isi pesan dari hp nya


dia langsung menampar Dea dan lagi lagi menarik rambutnya,lalu mengambil foto Dea dan dikirim kepada Prasetyo


" terus saja ikuti aku jika kau ingin istrimu mati lebih cepat" pesan pun terkirim


Prasetyo sudah bersama Ariel dan bodyguard yang lainnya,dia sangat marah melihat foto istrinya itu.dia melajukan mobilnya tanpa mempedulikan pengendara lainnya,sesampainya di tempat itu Prasetyo kehilangan jejak


" Ayo kita berpencar" ucap Prasetyo kepada Ariel dan yang lain


Pria bertopi itu mengirim pesan kepada bos nya


" nona sepertinya misi kali ini gagal.target membagikan lokasi kepada suaminya"


wanita yang menerima pesan itu pun sangat geram dengan orang suruhannya


" mengurus satu wanita saja kau tidak pecus,percuma aku membayar mu mahal, bawa dia ke kota A disana ada rumah ku,nanti akan ada yang menjemputmu kalau kau sudah memasuki kota A" maki wanita itu.


pria bertopi marah di katai seperti itu oleh wanita itu,tapi mau bagaimana lagi,yang dia butuhkan hanya uang.


dia melempar tas Dea ke sembarang Arah lalu melajukan mobilnya lagi ke arah kota A.


di kota A ada istana si wanita itu.


dia berhasil lolos dari kejaran Prasetyo dan kawan kawan.


Dea sangat takut,takut tidak bisa lagi memeluk anak kesayangannya,takut kalau pria bertopi ini melakukan kekerasan fisik lagi.

__ADS_1


Sesampainya di kota A pria itu bertemu orang yang akan mengantar kerumah bos nya.setelah sampai


pria itu langsung memasukkan Dea kedalam gudang dan menguncinya.lalu dia menelpon bos nya


" halo nona misi berhasil,target ada di gudang.kami ada di kota A, harus ku apakan dia"


" Siksa dia,jangan beri dia makanan atau minum" ucap wanita di sebrang sana


" kenapa tidak dibunuh saja nona" pria bertopi itu merasa akan membuang waktunya saja kalau hanya tak memberi makan atau minum


" Siksa dia,biarkan dia mati perlahan.kau juga awasi anaknya,ancam dia menggunakan anaknya,saat dia berusaha kabur tunjukkan foto bahwa anaknya dalam bahaya"


" akan ku laksanakan tugasku jika bayarannya di tambah,karena bukan hanya 1 orang yang harus ku awasi" pria bertopi itu bernegosiasi harga


" baiklah,aku akan mentransfer sisanya.saat ini uang bukan nasalah bagiku"


Dea menguping pembicaraan pria bertopi itu, dia tidak mau jika hanya diam tanpa berusaha.


dia melihat ada jendela kecil di gudang itu.jika dia berusaha pasti dia bisa keluar lewat jendela itu.


Dea menyusun kursi kursi tua supaya memudahkan dia untuk menggapai jendela,namun saat hampir selesai ada suara langkah kaki yang mendekat


Dea mendengar suara mobil yang semakin menjauh,ini kesempatan ku buat kabur.


Dea memanjat kursi dan berusaha keluar dari jendela,jendela itu sangat kecil,karena Dea memaksa untuk keluar jadi bagian punggung Dea terluka.darah menetes dibawahnya.namun Dea tidak merasakan sakit karena yang ada di fikirannya dia ingin keluar dari gudang itu. setelah berusaha cukup keras,ahirnya dia bisa keluar dari gudang yang pengap itu.


Aku harus kemana,ini di daerah mana Dea menengok ke kanan dan kiri dia tidak berani di jalan yang terlalu ramai.dia takut pria bertopi itu melihatnya.


dia melihat ada warung berjejer lalu dia masuk ke salah satu warung itu.


" bu' bisa saya minta air minum" Dea memberanikan diri untuk meminta air minum ke salah satu pemilik warung nasi goreng di pinggir jalan.


" boleh nak sini minumlah" ibu itu melihat Dea penuh dengan rasa iba, baju yang sobek di bagian punggung,dan juga terlihat luka yang mengeluarkan darah.


" bu' ini daerah mana ya" tanya Dea sambil menundukkan wajahnya,dia takut wajahnya akan dikenali oleh orang asing lainnya.


ibu pemilik warung itu berfikir sejenak.dilihat dari wajahnya yang cantik,kulit yang terawat,baju yang bagus,sepertinya dia korban penculikan, sepertinya dia juga bukan orang biasa.


dia lalu mengajak Dea ke ruangan kecil di warungnya itu,ruangan itu biasanya digunakan untuk solat.

__ADS_1


" Nak ayo ikut ibu, bagaimana kau bisa sampai disini,dan kamu dari mana. ini kota A" kata ibu itu


" aku dari kota B bu' saat aku pulang kerja Ada yang menculik ku, aku dibawa ke sebuah rumah mewah yang ada di pertigaan jalan itu,aku di sekap di gudang,aku berusaha keluar dari jendela yang kecil sehingga membuat punggung ku luka" Dea menceritakan kejadian yang menimpanya dengan terisak


dengan jiwa ke ibuannya penjual nasi goreng itu memeluk Dea.


"istirahatlah disini, ganti bajumu pake baju ibu' ya,dan tunggu sebentar akan ibu buatkan nasi goreng.sepertinya kau belum makan" ibu itu menyerahkan baju ganti untuk Dea dan dia pun segera menyiapkan nasi goreng untuk Dea.


Saat di menggoreng nasi ada pria berbadan kekar menghampirinya


"permisi apa kau melihat wanita di foto ini" tanya pria itu


" Sepertinya nggak ada wanita secantik dia lewat sini tuan,atau mungkin saya yang tidak melihatnya,soalnya dari tadi banyak pengunjung" penjual nasgor itu menjawab dengan santai supaya pria itu tidak mencurigainya.


Dea yang mendengar suara pria itu gemetar ketakutan dia berdo'a supaya pria itu tidak menemukannya.


Saat pria itu sudah pergi Dan nasi goreng sudah siap ibu penjual nasgor pun membawa ke ruangan kecil tempat Dea bersembunyi.


Dea meringkuk di pojokan.


" Nak tadi ada yang mencarimu,pria berbadan kekar dan bertato,tapi tenanglah pria itu sudah pergi,dan makanlah dulu" setelah memberikan piring berisi nasi goreng ibu itu pun keluar melayani pembeli lainnya.


Alhamdulillah pembeli hari ini lumayan banyak.


...--...


Di kota B Prasetyo sudah mencari Dea ke segala penjuru namun tidak ada hasil.


" kalau kita kehilangan jejak disini,kemungkinan besar pria itu membawa Dea ke kota A" kata Prasetyo sambil terus berfikir


" kemungkinan besar begitu" kata Ariel


" di kota A tempat Amira tinggal dulu,apa kita perlu datengin rumah Amira yang dulu,iya kita harus kesana" ucap Prasetyo lalu bergegas menuju kota A. dia tidak peduli meskipun hari sudah larut malam. dia tidak akan bisa tidur dengan nyenyak jika istri tercintanya dalam bahaya.


Prasetyo dan Ariel menuju kota A. tujuan utama adalah rumah lama Amira..


Darren tau bundanya sedang dalam bahaya, dia mendengar ucapan opa dan ayahnya tadi.


dia terus berdo'a untuk keselamatan ibunya.dia tidak ingin kehilangan bundanya seperti teman sekelasnya. mempunyai ibu pengganti yang hanya baik saat ayahnya dirumah. di pukul di kurung tidak dikasih makan pun sudah hal biasa bagi temen Darren itu.

__ADS_1


__ADS_2