Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Masih Pergi


__ADS_3

"kami bertengkar mi? jawab nya ragu


"kalau hanya bertengkar gak mungkin iga pergi?


" ini bukan kali pertama nya mi?


"maksud kamu?


" aku dan iga sering bertengkar mi?


"apa masalah nya, jawab yang jujur sebelum mami pertemukan kamu dan istri mu?


" aku masih jalan sama pacar ku mi?


"apa,,,,, !!!mami nya menarik nafas" kamu masih jalan dengan pacar kamu wan, dan kamu bertengkar karena cemburu?


"iya mi, dia juga kalau pulang sering diantar dengan teman laki laki nya mi?


" karena dia juga ingin mengetahui bagaimana rasa nya reaksi kamu, kalau dia pulang diantar laki laki wan, cemburu kan kamu?


"kenapa mami membela nya?


" mami gak membela nya?


"trus apa nama nya itu mi?


" ternyata mami baru tau, kalau anak lelaki mami memiliki sifat egois yang begitu tinggi, sampai kamu gak menyadari apa yang kamu perbuat akan menyakiti nya? kata mami langsung mematikan hp nya.


"kenapa mami jadi nyalahin aku juga? hp nya bergetar lagi, ternyata intan


"ngapain lagi ne nelpon? gerutu nya"malas ngangkat nya, aku harus jemput iga? mobil melaju kencang menuju loket, mas irwan mencari ku dan, dia melihat ku di dalam bus yang sudah melaju


"iga tunggu!!! iga......? panggil nya dengan berlari mengejar bus, aku ndak perduli" sial? dia menuju mobil nya dan mengejar bus yang ku tumpangi,


"maafkan aku mas, aku sudah lelah menghadapi sikap mu? aku ndak mau karena pertengkaran kita biji kecambah ku akan mendapat imbas nya?bus melaju dengan kecepatan sedang, ibu maafkan aku bu, aku ndak bisa menjadi istri yang baik,


" mau kemana nak? tanya seseorang yang duduk di sebelah ku, seorang wanita paruh baya kira kira berusia lima puluh lima tahunan


"mau ke Jogja bu?


" kamu Jogja asli to?


"enje (iya) bu? jawab ku, tapi aku merasakan perut ku keram dan sakit, aku berusaha menahan nya dengan mengusap usap perut ku, tapi kenapa justru tambah sakit, ku remas paha ibu yang duduk di sebelah ku


" kenapa nduk(nak)?


"perut saya bu? jawab ku dengan berusaha menahan sakit

__ADS_1


" darah nduk(nak),, ada darah? kata nya melihat ke arah kaki ku


"tolong saya bu? kata ku mulai lemah, ibu itu langsung berdiri


" berhenti, berhenti!!! kata ibu itu dengan berjalan menuju supir"berhentiii!!!!! jerit ibu itu kembali membuat supir dan penumpang terkejut"berhenti!!!!


"ada apa bu? ada yang ketinggalan? tanya kondektur nya


" ada yang pendarahan mas?


"ha? semua terkejut mendengar kata pendarahan


" berhenti mas? bus berhenti, ibu dan kondektur mendekati ku, penumpang yang lain melihat ku dengan tatapan bermacam macam, ada yang kasihan, ada yang jijik ada yang sinis


"kemana suami nya?


" atau gak punya suami barang kali?


"paling juga pelakor?


" istri kedua mungkin?


"lagi bertengkar kali sama suami nya? bernacam macam orang menanggapi keadaan ku, dengan tertatih tatih aku memegang bawah perut ku,


" buka pintu nya, Hai buka pintu nya? seseorang menggedor gedor pintu bus, pintu di buka dengan kondektur nya, ternyata mas irwan yang menggedor pintu nya,


"kamu siapa? tanya ibu yang duduk di sebelah bangku ku


" dia istri saya bu, istri saya? jawab nya"kamu kenapa ga? aku sudah ndak sanggup menjawab nya karena perut ku sudah begitu sakit, dengan spontan dia langsung membopong ku dan di bawa masuk ke dalam mobil, kondektur dengan cepat mengeluarkan koper ku dan di masuk kan kedalam mobil nya, dia kelihatan khawatir sehingga menyetir mobilnya begitu kencang


"bertahan lah iga? kata nya mengusap perut ku dengan melihat ke arah kaki darah mengalir membasahi celana yang aku pakai.


aku menahan sakit yang teramat, aku berharap ndak akan terjadi hal yang buruk dengan biji kecambah ku, dan ciiiit, suara rem mobil, mas irwan membopong ku kembali, dengan berlari masuk ke dalam rumah sakit


" dokter... suster!!!panggilnya"tolong istri saya!!!dengan membaring kan ku di tempat tidur dorong, dengan sigap para suster membawa ku keruangan UGD, mas irwan terus mengikuti ku dengan menggenggam tangan ku, "bertahan lah iga?


jarum infus mulai di pasang di tangan ku


" mana dokter nya Sus!!! mana! kenapa lama banget! dia membentak semua suster yang ada


"sabar pak, sabar?


" gimana saya bisa sabar melihat keadaan istri saya Sus? jawab nya, ndak berapa lama datang seorang dokter


"elo yan?


" elo ngapain disini wan?

__ADS_1


"jangan banyak bertanya elo yan, tolong istri gua? kata nya, dokter itu melihat ku, dan langsung melihat kondisi ku, seorang suster membuka celana ku dan di ganti dengan sebuah selimut, aku yakin ini pasti rumah sakit bonafit,


" gimana keadaan istri gua yan?


"sebentar ya? dr. Ryan mulai meriksa ku dengan USG, dan pelan menekan perut bawah ku


" gimana yan? tanya nya penasaran


"sabar, gimana gua mau meriksa istri loe, kalau loe nya aja banyak tanya? kata nya, dr. Ryan menyuruh suster menyuntik kan obat yang aku ndak tau obat apa sebenar nya itu, tangan mas irwan di tarik dengan dr. Ryan agak menjauh dari ku, mungkin ada hal yang penting ingin di sampaikan,


"istri dan anak gue gak kenapa kenapa kan yan?


"bersyukur istri loe dan anak loe itu gak papa, tapi aku gak yakin?


"gak yakin gimana maksud loe?


" ini memang di katakan pendarahan belum tingkat tinggi?


"maksud loe?


" bayi loe kontraksi dan ingin keluar secara paksa?


"maksud loe?


" istri loe itu tertekan, sehingga bayi yang di dalam perut nya kontraksi dan mengenai tulang pinggul dan ingin keluar secara paksa? mas irwan melihat ke arah ku,


"sekarang gimana?


" ya kita lihat perkembangan nya? mas irwan menarik nafas"apa kah dia sering keram? tanya nya


"pernah seh, tapi gak sesering itu? emang nya kenapa yan?


"ketika keram mengenai tulang pinggul nya maka nya terasa sangat sakit, tapi mudah mudahan setelah aku beri suntikan istri loe akan baik baik aja?


"Terima kasih yan?


" sama sama bro, kenapa loe nikah gak ngabarin kita?


"nanti aku ceritakan? jawab nya dengan berjalan menuju kearah ku yang sedang di bersihkan oleh suster


" ternyata playboy cap gayung kayak loe bisa nikah juga wan, bahkan akan segera memiliki momongan? kata dr. Ryan dengan menggeleng geleng kan kepala


"gue permisi dulu wan, nanti istri loe akan di pindahkan di ruang rawat inap,loe bisa pilih yang mana aja?


" oke, thanks?


"gimana ga, masih sakit? tanya nya, tapi aku enggan menjawab nya" kamu masih marah sama aku? tanya nya dengan mengusap rambut ku, sama aku masih ndak menjawab nya"jangan menghukum ku dengan sikap mu,itu membuat aku tersiksa ga? di usap nya perut ku"jangan nakal ya nak, baik baik di perut ibu mu ya, jangan keluar dulu kalau belum waktu nya, karena itu akan membuat ayah mu ini merasa khawatir?

__ADS_1


__ADS_2