
suasana hati suami ku pagi ini lagi galau seperti anak SMA yang putus cinta pas lagi sayang sayang nya,bahkan galau nya tingkat dewa atau mungkin kalau di sebuah game level nya tertinggi tapi biarkan dia merasakan yang seharusnya ia rasakan biar dia tau bagaimana rasa nya,karena selama ini hanya aku yang merasakan semua nya dan aku mampu bertahan walau itu ndak lama,sekarang giliran nya merasakan semua ini.
"wan"panggil mbak Rani"kamu kenapa?tanya nya
"biarkan dia merasakan nya"
"maksud mami?
"adik semalam nangis dia gak mau pisah sama istri nya"
"lalu?
"mami gak bisa bantu karena iga sudah ngotot pengen pisah dari nya"
"mami serius?
"kamu pikir mami bercanda"jawab mami sambil menjitak kening nya
"kalau terjadi sesuatu dengan anak kesayangan mami gimana?
"memang nya apa yang akan terjadi?mami menatap putra semata wayang nya"ini pembelajaran buat kamu sebagai suami wan,selama ini kamu sibuk dengan selingkuhan kamu"
"dia bukan selingkuhan ku mi"
"jadi kamu menganggap kalau yang pelakor itu iga?tanya mami"kalau begitu nikahi saja pacar kamu itu biar kamu tau diantara mereka siapa yang paling baik"
"tapi aku mau nya iga mi"
"ini anak bener bener gila kali ya"kata mami dengan memandang nya"selama ini kamu kemana aja ketika iga di samping mu,bahkan kamu membiarkan iga tidur sendirian?mas irwan terdiam"maka sekarang kamu nikmati hasil nya"
"gak tau malu banget seh lu wan"kata mbak Rani dengan menjitak kepala nya"kalau udah gak disamping lu baru terasa kan,kalau mau kamu merengek no didepan iga biar kamu tau gimana respon nya nolak atau nerima kamu kembali bila perlu merengek sekalian didepan mertua kamu eh maksud mbak calon mantan mertua"dia benar benar diam meski di ejek"kenapa diam baru nyadar?mbak Rani tersenyum sinis"coba kamu pikir pake ini"kata mbak Rani dengan menunjuk kepala nya"kalau kamu pisah beneran sama iga kamu gak bakalan bisa lihat anak kamu"
"Rani kamu bicara apa!!bentak mami"iga gak seperti itu"
"biar aja mi,,anak mami ini yang gak punya pendirian"kata mbak Rani meninggalkan mereka.
"aku mau ke Jogja mi?
"mau ngapain?
"aku mau bertemu dengan orang tua iga mi barangkali aja mereka bisa membujuk nya"
__ADS_1
"mami gak yakin wan"suami ku yang ndak dewasa sedang berfikir.
Bintang begitu sempurna menerangi langit tapi ndak dengan suasana hati ku, disini begitu damai dan ndak bising oleh hiruk pikuk suara kendaraan,aku duduk di luar memandangi langit,terkadang aku sering putus asa dengan nasib ku,aku mendengar suara mobil memasuki pekarangan rumah,aku sangat mengenal mobil itu ya mobil bos ku yang menjadi suami ku dan sekarang akan menjadi mantan ku,ternyata dia datang bersama mami nya,hubungan ku dengan suami ku memang ndak baik tapi aku memiliki hubungan yang baik dengan ibu suami ku,langsung ku sambut mereka ibu suami ku langsung memeluk ku
"gimana kabar kamu?tanya mami mertua dengan melepaskan pelukan nya lalu"bagai mana dengan calon cucu omah?di usap nya perut ku
"baik mi"
"kamu kelihatan kurusan?
"biasa saja mi,ayo masuk mi"ajak ku dengan memegang tangan nya di ikuti oleh mas irwan di belakang ku
"apa kegiatan kamu sekarang?
"ndak ada mi"jawab ku,kami berjalan beriringan sehingga mami mertua ku selalu curi curi pandang
"kapan kamu akan kembali lagi ke Jakarta?deg,aku berhenti di ikut mami mertua ku sehingga kami saling pandang
"belum ada niat untuk kembali mi"
"kenapa?"
"untuk sementara ini aku ingin tinggal di sini mi"mami terdiam karena dia tau alasan ku kenapa aku tinggal di jogja
"apa kabar nya mbak?tanya ibu ku
"baik mbak"mereka saling berpelukan,aku merasa mereka berdua lebih cocok menjadi saudara lebih tepat nya kakak beradik.
"mari mbak yu silah kan duduk"kami duduk di bangku depan TV"ada hal apa mbak malam malam datang kemari?tanya ibu ku
"ini lho mbak yu"jawab mami sambil memandang kearah mas irwan"Irwan maksa untuk kemari"
"kenapa nak?tanya ibuku"apa ada hal penting?kami saling diam tanpa bicara
"anu Bu,,,saya gak mau pisah sama iga"deg,,,aku sama ibu saling pandang
"oh itu to,,,kalau itu urusan iga ibu ndak ikut campur"
"tapi iga ingin pisah Bu"aku melihat kecemasan di wajah nya
"dengar nak Irwan,,,ibu sudah bertanya dengan iga dan dia tetap ingin berpisah dengan kamu"
__ADS_1
"tapi bu,,,"mami nya memegang tangan nya
"biarkan suasana hati nya tenang dulu nak,mungkin sekarang ini hati nya masih panas karena ulah mu"
"mi,,,,"dia merengek seperti anak kecil
"dengar mami wan,,,percuma kamu merengek seperti ini yang ada iga akan semakin gak suka dengan sikap kamu"
"aku benar benar gak ingin berpisah mi"
"dewasa lah sedikit wan,,selama ini kamu gagah sekali di depan istri mu dengan jalan sama pacar mu kenapa sekarang kamu jadi lemah begini?mami menarik nafas"untuk mengembalikan semua nya butuh waktu wan dan itu tidak cepat"
"aku mau tinggal di sini mi"
"kenapa kamu jadi seperti anak kecil"kata mami"kita pulang malam ini juga"
"menginaplah mi barang semalam"kata ku
"enggak ga,,,mami takut sikap Irwan akan lebih parah"aku memandangi nya,benarkah mas irwan begitu takut berpisah dengan ku atau semua ini hanya permainan nya saja,wajah nya muram seperti ndak memiliki gairah hidup kembali tapi aku ndak akan tertipu kembali dengan permainan nya
"kalau begitu mami permisi ga"
"mi,,,,"panggil ku pelan"menginap lah mi"mami memegang pungggung
"terima kasih nak"
"tapi mi?
"menyambut mami dengan baik dan kamu gak memiliki rasa sakit hati sama mami saja mami sudah senang ga"aku tersenyum
"ini bukan masalah mami sama aku mi"
"tapi dengan anak mami kan?aku tertunduk,ibu pergi ke luar mungkin ibu ingin kami berbicara lebih leluasa
"aku ndak memiliki rasa dendam mi"
"tapi kamu memiliki rasa sakit hati dan itu wajar mami rasa apalagi mami tau apa yang telah di perbuatanya"
"jangan di ingat ingat mi"
"kenapa?
__ADS_1
"ndak baik mi"mami memandang ku dengan tersenyum"mami bangga sama kamu ga"dengan memeluk ku.