Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Pulang Ke Rumah Ibu ku


__ADS_3

Di dalam mobil kami ndak ada yang bersuara hanya sesekali mas Irwan mencuri pandang pada ku,sementara ibu ku juga diam dengan seribu bahasa,suasana ini sungguh sunyi aku begitu bersyukur ketika mobil memasuki pekarangan rumah ibu ku dengan langkah cepat aku langsung masuk ke dalam rumah di ikuti ibu ku yang keluar dari mobil,


"masuklah nak"ajak ibu ku kepada menantu nya


"iya Bu"dia mengikuti langkah kaki ibu ku yang berjalan masuk ke dalam rumah


"duduk dan tunggu sebentar"kata ibu dengan meninggalkan nya"Nina,,,,,?


"dalam Bu"


"buatkan teh untuk simas mu dulu nduk"


"baik Bu"mas Irwan tersenyum melihat Nina adik ku,ndak butuh lama teh sudah siap di meja


"gimana kabar kamu nin?


"baik mas"jawab Nina sambil berlalu meninggal kan nya,ibu dan aku berjalan menuju kursi dimana mas Irwan suami ku menunggu,kenapa suasana nya menjadi kaku


"ibu mau bicara sebentar mas"


"kenapa ibu meminta izin"jawab nya


"karena ibu ndak punya hak atas kehidupan pribadi kalian"mas Irwan menatap ku


"ibu masih punya hak"


"tapi ibu ndak mau di katakan sebagai orang ketiga dalam rumah tangga kalian nak"suara ibu begitu lembut,aku melihat ibu menarik nafas begitu dalam terlihat kalau ibu memiliki beban yang begitu berat sementara mas Irwan tertunduk diam mungkin di benak nya ndak menyangka kalau dia akan di tegur oleh ibu mertua nya suatu hal yang ndak pernah dia bayangkan mungkin...


"dengarkan nak perkataan ibu"lagi lagi mas Irwan hanya terdiam"kalau kalian berdua ada masalah pesan ibu jangan pernah di bicarakan di depan umum nak"ibu memegang punggung menantu nya suatu hal yang ndak pernah ibu lakukan"sebesar apapun masalah kalian cukup kalian berdua saja yang tau,orang tua kamu dan orang tua istri kamu ndak pernah memaksa kamu untuk menikahi anak ibu le(sebutan untuk anak laki laki) dan ibu juga ndak pernah memaksa anak perempuan ibu menikah dengan kamu,tapi perlu kalian berdua ingat sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua menjadi orang tua itu ndak gampang nduk,le,sekarang saja kamu berdua sering ribut karena masalah kecil apa lagi kalau kalian sudah punya anak"ibu ku begitu bijak aku baru mengetahui nya selama ini aku ndak pernah tau"kalau kalian masih mau melanjutkan pernikahan ini lanjutkan lah kalau ndak itu hak kalian tapi ibu minta jangan pernah berpisah"mata kami saling bertemu"dan kalian berdua bukan anak kecil lagi dan kalian sudah cukup dewasa dalam mengambil sikap"


"sekarang tergantung pada iga bu"kata nya membuat ku terkejut


"kenapa musti aku bukankah selama ini aku sudah menjadi istri yang baik"jawab ku


"jangan saling menyalahkan cobalah intropeksi diri masing masing"


"tapi Bu"sebelum aku selesai bicara ibu sudah memotong pembicaraan ku


"jangan membantah"


"aku mau pisah Bu"kata ku,ibu menatap ku begitu dalam

__ADS_1


"kenapa kamu berbicara seperti itu nduk?


"karena mas Irwan ndak pernah mencintai ku Bu"tanpa terasa air mata ku jatuh"aku lelah Bu lelah selama ini aku berjuang sendiri Bu"


"aku mencintai kamu ga"


"kamu ndak pernah mencintai ku mas"


"tapi aku gak mau kita berpisah"


"kenapa?


"aku gak tau ga"


"pulanglah mas"


"kenapa kamu mengusir ku?tanya nya


"inilah yang terbaik buat kita bertiga mas"


"kamu egois ga"


"terserah apa kata mu mas karena yang pasti aku ndak mau sakit kembali aku mau kamu secepat nya urus perceraian kita"


"coba kamu pikirkan kembali nduk"


"aku sudah memikirkan nya berkali kali Bu"jawab ku dengan memainkan jari jari ku


"dengar nduk cerai itu memang ndak di haramkan dalam Islam tapi itu perbuatan yang sangat di benci oleh Allah nduk"kata ibu dengan memegang tangan ku"kamu tau bagaimana rasa nya jika di benci oleh seseorang apa lagi ini sama Allah nduk"aku memandang nya"selama ini ibu ndak mau terlalu ikut campur tentang masalah rumah tangga mu tapi kali ini ibu ndak bisa diam nduk,menyandang status janda itu berat nduk,berat"


"tapi Bu aku ndak bisa hidup dengan orang yang ndak bisa menerima ku sama sekali"


"apa suami mu ndak pernah mencintai mu sama sekali?pertanyaan ibu ku membuat aku bingung


"mas Irwan ndak pernah mencintai ku Bu"


"kalau suami mu ndak pernah mencintai mu suami mu selalu bertingkah baik di hadapan ibu"


ku tatap ibu begitu dalam aku sebenar nya merindukan rumah tangga yang kehidupan nya sederhana tapi bahagia.


"semua nya ndak seperti yang ibu lihat dan selama ini aku sudah berbohong pada ibu"

__ADS_1


"kamu berbohong pada ibu?tanya nya dan aku mengangguk kan kepala"nduk,,,nduk,,,aku ini ibu mu nak"kata ibu dengan memegang dada nya


"tapi aku ndak ingin beban ibu bertambah karena masalah ku Bu"


"kamu itu anak ku nduk anak ibu,apa kamu ndak pernah menganggap aku ini ibu mu to"


"jangan bicara seperti itu Bu"


"lalu apa?tanya ibu ku"selama ini dugaan ibu salah kalau setelah menikah kamu bahagia ternyata ndak nduk"ibu ku menitik kan air mata"kalau kamu menceritakan semua nya pada ibu lebih baik bayi itu di gugurkan saja dan suami mu itu di penjarakan"


"ibu ngomong opo to Bu?


"ibu selama ini sudah memiliki firasat yang ndak baik dengan hubungan kamu dan suami mu"aku hanya diam dengan mengusap perut ku yang bergerak karena aku sudah merasakan gerakan nya,tiba tiba ibu memeluk ku dengan menangis


"maafkan ibu nduk,,,maafkan ibu"


"kenapa ibu mesti minta maaf,ibu ndak salah"


"kamu ndak tau nduk kalau ibu melihat mu bersedih ibu merasa bersalah nduk"


"kenapa ibu berbicara seperti itu?tanya ku


"sudah terlalu lama ibu menyimpan rahasia ini nduk"


"rahasia,,rahasia apa Bu?


"ibu dulu seorang janda nduk"kata ibu dengan memandang ku


"janda?


"ya ibu seorang janda ketika menikah dengan suami ibu yang sekarang"


"suami ibu?


"iya,,ibu dengan suami ibu yang pertama bercerai"aku terdiam dan aku mulai memahami cerita ibu"dengan suami pertama ibu memiliki satu anak"


"dan anak itu aku Bu?


"kamu tau nduk?


"ndak tapi aku mengerti dengan cerita ibu"

__ADS_1


"ibu sebenar nya ndak tega kalau kamu harus menanggung biaya ketiga adik mu nduk"


__ADS_2