Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Melahirkan


__ADS_3

Waktu menunjukkan angka 02.30 WIB dini hari,aku menatap mas irwan dia tidur begitu pulas dan aku ndak ingin mengganggu tidur pulas nya.aku turun dengan pelan pelan agar dia ndak terbangun dan aku ke kamar mandi mengganti baju dengan kaos oblong dan sarung agar aku lebih leluasa dan merasa nyaman,aku merasakan perut ku semakin sakit,dengan menuruni anak tangga berlahan lahan aku menuju ke dapur dan duduk di meja makan,


"aku nelpon ibu dan bertanya apa yang harus aku lakukan"kata ku pelan


"halo Bu"


"halo,,,ada apa nduk?


"Ndak ada Bu"jawab ku nyengir menahan sakit


"kamu kenapa?


"perut ku mules Bu".


"mules,,,apa kamu mau lahiran?


"iya Bu"


"kenapa ndak kerumah sakit?tanya ibu dengan nada khawatir


"sudah Bu,tapi kata dokter nya masih lama Bu"


"sakit sekali atau bagaimana?


"sakit Bu"jawab ku mulai menangis dan menitik kan air mata tapi aku berusaha menahan tangis ku agar ibu ndak khawatir


"anak pertama memang begitu nduk,nyakitin dulu,kalau bayi nya mau lahir kaki kamu itu terasa gemetar ndak tahan berdiri dan pengen ngejen seperti buang air besar"


"sakit ya Bu?tanya ku pelan


"memang seperti itu kalau mau melahirkan nduk,sakit"


"aku minta maaf ya Bu kalau ada salah"


"kamu bicara apa nduk,kamu ndak ada salah sama ibu justru ibu yang minta maaf sudah menyusahkan kamu terus"ibu terlalu baik


"ya sudah ibu tidur lagi aku juga mau tidur Bu"kata ku berbohong dan handphone aku matikan karena aku ndak mau ibu terus memikirkan ku,aku semakin merasakan tambah sakit,untuk mengurangi rasa sakit aku berjalan mondar mandir dengan memegang bawah perut ku,tapi semakin tambah sakit aku membungkuk meletakan kepala ku di atas meja makan sambil menangis


"non"panggil bi Surti yang membuat aku terkejut"non iga kenapa?tanya nya


"perut ku sakit sekali bi"jawab ku dan Bi Surti menuju saklar lampu sehingga ruang dapur begitu terang


"kalau sakit kenapa gak bangunin den Irwan atau nyonya non?


"aku ndak ingin mengganggu tidur mereka bi"bi Surti geleng geleng kepala,aku berjalan kembali sampai ruang tamu dengan di ikuti bi Surti dan di ruang tamu dia menyalakan lampu kembali dan aku membungkuk kan kepala ku lagi menahan sakit,Bi Surti mengusap usap punggung ku


"kerumah sakit saja non?


"sudah tadi bi,kata dokter nya juga masih lama"jawab ku pelan


"ada apa ini?tanya mami melihat aku membungkuk kan kepala dan bi Surti mengusap usap punggung ku,

__ADS_1


"non iga nya"


"kenapa?tanya mami


"kayak nya mau lahiran nya"


"kenapa kamu gak bangunkan mami ga?


"aku ndak mau ganggu tidur mami"


"kalau ada apa apa gimana?tanya mami penuh khawatir"bi bangun kan Irwan bi,gimana sih anak itu sudah tau istri nya mau melahirkan kok malah asik tidur"


"Ndak usah bi"kata ku.


"gak usah gimana,cepat bangun kan bi"bi Surti berjalan menaiki anak tangga dengan berlari kecil,aku kembali berjalan menuju ke dapur dan mondar mandir,mami mas Irwan mengikuti ku"kita kerumah sakit ya?ajak mami dengan mengusap pinggang ku karena aku membungkuk kan badan ku kembali,


"tadi sudah kerumah sakit mi,kata dokter nya masih lama lagi"


"mami gak tega lihat kamu begini"aku nyengir dengan menggigit bibir bawah ku,sementara di kamar


"den,,,den,,,,den irwan"panggil bi Surti"den"dengan menggoyangkan tangan nya


"Bi Surti ada apa?mas Irwan terkejut dan langsung terduduk dan melihat di sebelah nya"dimana iga?


"non iga di bawah den"


"ngapain?tanya nya dengan mengucek ngucek mata nya dengan melihat jam baru menunjuk kan pukul 03.00


"ha,,!dia terkejut dan langsung turun dan menuju dimana aku berada


"kamu itu gimana wan,,,istri mau lahiran kamu malah tidur nyenyak!!"bentak mami


"aku gak tau mi"jawab nya dengan mendekati ku yang membungkuk"kamu kenapa gak bangunin aku yang?tanya nya dengan mengusap punggung ku"kalau ada apa apa gimana,kita kerumah sakit aja ya?ajak nya aku berdiri dan menatap nya,wajah ku pucat dengan di banjiri keringat dingin


"besok pagi aja mas".


"tapi kamu?tanya nya dengan mengusap keringat di wajah ku,mami iba melihat ku


"kita langsung SC aja"kata mami


"aku masih tahan mi"aku memegang pergelangan tangan mas Irwan begitu erat untuk menahan rasa sakit


aku tau mami sangat khawatir karena ini memang cucu pertama yang selama ini dinantikan,mami mendekati ku dan menggulung rambut ku yang berantakan


"aku minta maaf ya mas kalau aku ada salah sama kamu"


"kamu bicara apa?kata mas Irwan dengan memeluk erat erat tubuh ku"kamu gak akan kemana mana"di ciumi nya kepala ku bertubi tubi"Bi tolong susun kan semua pakaian nya Bi"


"ndak usah mas,lagian dokter Naura sedang istirahat"


"kita bisa cari dokter yang lain"kata nya dengan memegang tangan ku

__ADS_1


"lagian di rumah sakit juga sama seperti ini mas harus banyak jalan"


"bi buatkan teh hangat bi"kata mami yang mulai bingung juga,aku kembali berjalan ke ruang tamu dengan di tuntun mas Irwan


Pagi mulai terang sudah menunjuk kan angka 05.30


"sudah terang kita kerumah sakit"kata mami,dan mas Irwan berlari ke kamar untuk menyusun pakaian


"mi,aku sudah ndak kuat"


"ndak kuat kenapa?tanya mami dengan nada khawatir


"seperti nya kepala bayi nya sudah keluar mi,aahhhhhwwwww"jerit ku dengan memegang bawah perut ku


"jadi gimana ini?mami semakin bingung"irwannnnn......!!!!"jerit mami,dan mas Irwan berlari dengan menenteng tas"letak kan tas nya,letak kan cepat buruan!!!"bentak mami dengan suara lantang


"kenapa mi?


"bopong istri kamu cepat,,gendong bawah ke kamar"


"iya tapi kenapa mi?


"udah gak usah banyak tanya!!?mas Irwan memandang ku"cepat kenapa malah di pandangi?"mas Irwan langsung membopong ku dan di bawah ke kamar


"bi Surti cepat telpon dokter Naura"


"nomor nya mana nya?


"aduhhhhh,,,,bisa struk saya seperti ini Bi,minta sama Irwan bi!!bentak nya,mami dan bi Surti berlari menaiki anak tangga menuju kamar ku


"bi Surti ngapain ikut ke kamar?


"minta no handphone dokter nya"mami memukul jidat nya,aku di baring kan di ranjang


"aku ndak tahan mas"


"ndak tahan kenapa?tanya mas Irwan dengan penuh khawatir,dia menitik kan air mata


"anak kamu mau keluar mas"


"ha"


"rapatkan kedua kaki nya,rapat kan,bayi nya jangan keluar dulu sampai dokter nya datang"kata mami,Bi Surti merapatkan kakiku


"jangan di rapatkan bi,aku sudah ndak kuat"kata ku yang mulai mengejan


"heeekkkkkkkkkk"ejan ku,mas Irwan sudah menelpon dokter Naura,sarung ku di turun kan dan di letak kan di pantat ku,mas Irwan posisi nya di bawah untuk memegang bayi ku posisi mami pun sama,bi Surti memangku kepala ku,aku mengejan kembali


"mi kepala nya sudah kelihatan mi"kata mas Irwan menangis sambil bingung,mami mendorong kepala mas Irwan


"kamu jangan pakai nangis,lihat istri kamu itu"mas irwan menatap ku dengan tatapan penuh iba,selama ini aku sudah menyakiti nya pada hal dia begitu menahan sakit yang teramat ketika akan melahirkan penerus ku,batin mas irwan

__ADS_1


__ADS_2