
Hari ini Prasetyo akan pulang kerumahnya,dia sudah meminta ijin kepada mamanya, Prasetyo mengatakan kalau dirinya sangat merindukan suasana rumah dan juga merindukan Dea.mungkin Dengan berada dirumah itu akan sedikit mengurangi rasa rindu terhadap istrinya.
Awalnya mama Ani tidak mengijinkannya karena tidak ada yang menemani dan juga mengawasinya,Mama Ani takut Prasetyo akan menghabiskan hari harinya dengan meminum minuman beralkohol lagi.
tapi setelah mendengar penjelasan putranya ahirnya Mama Ani mengijinkan Prasetyo pulang.
...--...
Sesampainya dirumah Prasetyo merasa ada yang datang.karena ada bekas kaleng minuman dan juga bekas susu siap saji untuk ibu hamil di tempat sampah.dia langsung membuka kamar,benar saja kamar terlihat rapi,botol2 bekas yang tadinya berserakan sudah tidak ada lagi.dan ditambah lagi ada switer wanita yang tertinggal diatas kasur.
" sayang itu pasti kamu.siapa lagi yang meminum susu ibu hamil kalau bukan kamu,kenapa kamu pergi lagi,maafkan aku saat kamu datang aku tidak ada,maafkan aku karena membuat kamar kita kotor" Prasetyo terus bergumam sendiri seperti orang yang sudah kehilangan akal.
dia lalu pergi keruangan kontrol cctv dia melihat rekaman hari ini.benar saja istrinya yang datang ke rumah,kamu terlihat sangat cantik sayang,aku ingin sekali memelukmu,namun saat melihat cctv ruang tamu dia melihat ada seorang laki laki.
" itu pasti laki laki yang membawa Dea"
karena laki laki itu membelakangi kamera jadi Prasetyo tidak bisa mengenalinya.kalau dilihat dari penampilannya dia bukan laki laki sembarangan, Prasetyo terus bertanya tanya pada dirinya sendiri tentang Siapa laki laki itu.
Saat dirumah Dea, Ariel melihat ada cctv di setiap ruangan jadi dia memilih duduk di ruang tamu dan membelakangi kamera. Dia sengaja tidak memperlihatkan wajahnya karena dia ingin membuat Prasetyo penasaran tentang dirinya.
prasetyo menghubungi kedua orang tuanya dan memberi tau apa yang barusan dia lihat di cctv
" ma tadi Dea pulang kerumah,seandainya aku dirumah pasti Dea tidak akan pergi lagi" kata Prasetyo
Mama Ani yang mendengar pun langsung meminta antar sopir untuk ke rumah Prasetyo,dia mau memastikan kalau itu benar menantunya dan putranya tidak sedang berhalusinasi.
" pak ujang tolong antar saya kerumah Prasetyo,ayo cepat pak" mama Ani sudah benar benar tidak sabar
" Baik nyonya " kata pak Ujang
...--...
Sesampainya disana mana Ani langsung masuk ke rumah Prasetyo
" Mana tunjukkin ke mama rekaman cctv itu"
prasetyo lalu mengajak mamanya ke ruangan dan menunjukkannya
Mama Ani menangis,kenapa dia terlihat kurus.ini sudah memasuki usia ke 9bulan kehamilannya,harusnya dia terlihat sehat dan segar untuk menyiapkan persalinannya.dan kenapa dia pergi lagi, Pras istrimu pasti kecewa saat dia melihat rumah ini sepi tak berpenghuni,dia pasti mau memastikan keadaanmu.
" siapa laki laki itu Pras apa kamu kenal sama dia" tanya mama Ani
" Aku tidak mengenalnya ma"
"sepertinya dia seorang pengusaha .pakaiannya sangat rapi dan terlihat mewah,coba kau lihatkan ini kepapamu.siaoa tau dia bisa mengenali " kata mama Ani
Prasetyo mengirim sebagian rekaman cctv ke papanya
" apa papa pernah melihat orang di rekaman itu"? kata Prasetyo
papa deni mengamati sambil nginget2 "wajahnya si nggk asing Pras, sepertinya papa pernah bertemu tapi entah dimana"
...--...
hari hari telah berlalu setelah hari itu Dea tidak pernah lagi berkunjung ke rumahnya.
dia menikmati hari hari terakhir mengandung anaknya.
__ADS_1
sebenarnya mereka berada di kota yang sama,karena Ariel sangat pandai menyembunyikan Dea jadi tidak ada seorang pun yang tau keberadaan Dea.
Rosa merasa sangat jenuh,dia ingin sekali mengunjungi cafe,tapi dia memikirkan kakaknya.kalau dia menampakkan diri sudah pasti kakaknya akan ditemukan melalui dirinya.
Ariel yang mengamati Rosa tau kalau saat ini Rosa bener2 bosan.dia hanya mondar mandir.
Ariel selama ini mengamati Rosa,dia anak yang penuh semangat,dan ceria.dia selalu menghibur kakaknya dengan kekonyolan nya.
" Rosa ikutlah denganku" kata Ariel
" Kemana kak" Risa merasa bingung tidak biasanya laki laki itu berbicara dengannya
" Sudahlah ikuti saja aku,jangan lupa ajak kakakmu,ku tunggu di belakang" Ariel terus berjalan tanpa mempedulikan Rosa
" kak Dea,ayo ikut aku ke belakang.teman kakak tu nyuruh aku ngajak kakak ke belakang" Rosa sambil menggandeng tangan kakaknya
" mau ngapain sih Ros,aku jalan bentar aja udah capek" keluh Dea
sesampainya di belakang mereka sangat takjub dengan pemandangan disana, ada kebun bunga mawar yang tidak begitu luas namun sangat indah sayangnya terlihat kurang terawat.
" Kalau kalian bosan datanglah kemari,duku sewaktu ibuku masih ada beliau sangat suka dengan kebun ini,beliau sendiri yang merawatnya,tapi saat beliau sudah pergi kebun ini tidak ada lagi yang merawatnya"
" Aku mau ngrawat kak, aku bosan banget di dalam rumah,iya nggk kak? tanya Rosa kepada Dea
" kebun ini sangat indah,pasti aku bakalan betah kalau udah disini" kata Dea
hari hari Dea dan Rosa di sibukkan untuk memandangi indahnya kebun bunga mawar,dan juga merawatnya.sangat cantik tidak ada kata bosan saat memandanginya. Saat pulang kerja Ariel selalu tidak pernah menemukan mereka berdua,padahal dia ingin sekali mendengar cerita cerita lucu Rosa,saat Ariel membuka gorden kamarnya disana dia melihat Rosa dan Dea sedang bercanda tawa, tanpa Ariel sadari Ariel pun tersenyum sendiri saat memandang tingkah Rosa yang terbilang lucu.lalu dia pun menutup gorden dan mandi
Ditaman Dea merasakan perutnya mulai sakit,tapi sebentar-sebentar hilang,rasa sakit itu datang dan hilang.
" kak,kakak kenapa"? Rosa mulai panik melihat kakaknya.
" sepertinya kakak mau melahirkan Ros " kata Dea sambil menahan sakit yang datang dan hilang
"kakak kuat jalan nggk?kalau nggk kuat biar kupanggilan kak Ariel" kata Rosa
" Rasanya sakit sekali Rosa" Dea sampai mengeluarkan Air mata menahan sakitnya,dia mengajak bicara anaknya ,sayang kita berjuang sama sama ya nak..
Rosa berlari ke dalam rumah dia berteriak panik mencari Ariel
" Ada apa Rosa kenapa kau teriak teriak seperti itu" setelah Ariel melihat kepanikan Rosa,dia tau pasti sesuatu sedang terjadi
" Katakan Rosa ada apa?
Rosa mengatur nafas terlebih dahulu "Kak Dea sepertinya mau melahirkan"
Ariel yang mendengar pun segera berlari ke taman belakang, dia menggendong Dea untuk dibawa ke rumah sakit.dan menyuruh Rosa untuk menyiapkan mobil.
di perjalanan Ariel menelfon dokter mita karena Ariel diberitahu Dea selama ini dokter mita lah yang menangani keluhan keluhannya,tapi Ariel mengancam dokter mita," jangan sampai anda kasih tau Prasetyo tanpa izin dari saya dok " ancam Ariel.
dokter mita tentu tau siapa Ariel..dia seorang pengusaha muda yang sangat berpengaruh,dan kejam. dia tidak ingin kehilangan pekerjaannya jadi ya menuruti saja ucapan Ariel.
...--...
Di kantor Prasetyo merasa pinggangnya sangat sakit,sakit yang belum pernah dia rasakan sebelumnya." Ada apa ini,apa aku kena penyakit ginjal" gumam Prasetyo
...rasa sakit itu terus datang dan semakin menyiksa....
__ADS_1
...--...
setelah di periksa ternyata sudah pembukaan 6,dokter mita memberi tahu Ariel "kemungkinan sekitar 3jam an lagi nyonya melahirkan" dokter mita ingin menanyakan kenapa suami Dea tidak diberitahu,selama ini yang dia tau suaminya sangat menyayanginya apa lagi mertuanya.namun dia memilih mengurungkan niatnya
Ariel merasa kasihan melihat Dea yang terus menahan rasa sakit " seperti ini kah perjuangan seorang ibu melahirkan anaknya,sangat berdosa jika aku memisahkan seorang istri yang berjuang tanpa suaminya,aku harus menemui Prasetyo, mungkin dengan kehadiran Prasetyo dan keluarganya bisa memberinya semangat"Ariel bergegas pergi tak lupa dia berpamitan dulu bersama Rosa.
"Rosa kau jaga kakakmu dulu ya,aku ada urusan sebentar diluar" pamit Ariel
Rosa hanya menganggukkan kepala.
" Kak apa kakak nggk pengen ngasih tau Tante Ani,kalau kakak mau biar ku telfonkan" tanya Rosa kepada Dea.
Dea tidak menjawab dia hanya diam menikmati rasa sakitnya itu.
Ariel sudah tiba dikantor Prasetyo,dia langsung ke ruangan prasetyo.anehnya dia tidak melihat Amira,dimana perempuan itu. Ariel bertanya dengan staff lain yang berada disitu tentang keberadaan Amira ternyata Amira sudah tidak bekerja selama dua bulan.dalam hati Ariel "mungkinkah Prasetyo sudah menyadari kesalahannya,itu lebih baik.jika dia sudah menyadari aku akan mengembalikan Dea ke pelukannya"
tok tok tok,pintu ruangan pun terbuka
Prasetyo tidak mengenali Ariel karena Ariel yang datang di pernikahan nya dulu masih terlihat kanak kanakan belum sematang yang sekarang
." ada yang bisa saya bantu"
" nggk usah basa basi,kamu nggk mengenali aku"? kata Ariel dengan santai duduk tanpa disuruh.
Prasetyo masih terus menatap Ariel dan mengingat ingat
" maaf tuan saya tidak mengenal anda,jika tidak ada keperluan tolong anda keluar" usir Prasetyo
" Aku Ariel,baiklah aku akan keluar"
deg Prasetyo wajah Dea melintas begitu saja,merasa ada sesuatu yang terjadi.entah itu apa." tunggu ada apa kau kesini"
Ariel tidak menjawab dia malah menanyakan Amira " dimana sekretaris mu itu,cepat jawab aku tidak punya banyak waktu,jawabanmu menentukan hubunganmu bersama istrimu "
Prasetyo emosi mendengar istrinya disebut,dia mencengkeram kerah Ariel
" benar kan itu kamu,dimana kau menyembunyikan istriku" bentak Prasetyo
Ariel mendorong keras Prasetyo
" aku yang menyembunyikan .ha ha ha tawa Ariel sangat keras, kau yakin aku yang menyembunyikan.bagaimana kalau dia tau bahwa kau sering keluar bersama Amira,sering nongkrong di cafe,makan siang bersama,pergi ke club bersama,kau meninggalkan istrimu yang sedang hamil menikmati kesepiannya.
Awalnya q menculiknya karena aku ingin memilikinya,namun dia menyadarkan ku bahwa cinta tidak bisa dipaksakan.lalu bagaimana kalau dia yang tidak ingin kembali kepadamu,aku selama ini memantau apakah Dea bahagia atau tidak,ternyata kau seperti itu.aku sudah mau mengantarnya pulang namun dia tidak mau,Bahkan dia sempat masuk ke rumahmu,mungkin kau sudah liat rekaman cctv,tidak mungkin tidak lihat,laki laki itu adalah aku.dia pulang hanya ingin melihat apa kau menyadari kesalahan atau kah kau semakin bahagia dengan kepergiannya, dia berfikir kau bersenang senang bahkan sampai membiarkan rumah jadi kotor seperti itu.karena pikiran pikiran itu ahirnya dia tidak mau kembali,dia takut akan tersakiti lebih dalam lagi.selama ini aku melindunginya,tidak akan ada orang yang bisa melacaknya.polisi sekalipun.jadi di mana Amira"
Prasetyo mengambil handphone nya yang sudah tersambung dengan cctv tempat Amira di sembunyikan
" q udah tau bagaimana sifat Amira yang sebenarnya,dia terlihat baik hanya saat di depanku,aku berfikir dia yang menculik Dea jadi aku menghukumnya aku menghukumnya juga karena marah karena sudah di permainkan" Prasetyo sangat lesu saat mengetahui istrinya yang tidak mau pulang.
" beri aku kesempatan untuk ketemu istriku" kata Prasetyo
setelah melihat keadaan Amira, Ariel sangat terkejut.dia tidak menyangka Prasetyo akan sekejam itu.lalu Ariel berfikir mungkin ini saatnya mengembalikan Dea ke pelukan suaminya.
" baiklah,ayo cepat. waktu kita tidak banyak.kakau kau lama bisa bisa kau terlambat" kata Ariel
" apa maksudmu" Prasetyo terlihat bingung dan cemas
" istrimu mau melahirkan,dia sekarang di rumah sakit"
__ADS_1