
Pagi ini aku baru pulang menjaga mas irwan di rumah sakit dan ini benar benar lelah untukku karena aku harus ke kantor, tetapi aku semangat karena aku hanya ingin meninggalkan kisah istri yang sholeha yang ndak pernah menuntut apapun terhadap suami nya karena se endak nya ketika suatu saat kami berpisah masih ada yang akan aku kenang selain perselingkuhan nya, aku ingin meninggalkan kenangan yang baik sebelum perpisahan ini terjadi dan aku ingin keluarga nya dan keluarga ku tetap menganggap ku baik hanya itu saja ndak lebih karena apa bila aku minta lebih maka aku pasti akan menelan pil pahit kembali
"bi" panggil ku
"ya non"
"saya berangkat dulu bi"
"ke rumah sakit non?
" kekantor bi"
"kirain non"
"ya sudah saya berangkat dulu bi ke kantor"aku langsung menuju pintu keluar dan pak kardi dengan setia selalu menunggu dan membuka pintu mobil untuk ku kalau ada ucapan di atas Terima kasih maka akan aku ucapkan untuk nya.begitu sampai aku langsung turun menuju ruangan ku dan aku melihat mereka begitu sibuk
"pagi bu?sapa mereka
" pagi juga semua nya"dan mereka tersenyum melihat ku dan aku berusaha mencari sesuatu pada diriku apa yang membuat mereka tersenyum melihat ku
"jangan bingung bu melihat kami tersenyum" aku langsung memandang ke arah nya dengan tersenyum dan aku langsung masuk ke dalam ruangan dan meletakkan tas di atas meja baru aku duduk dengan memijit tengkuk ku
"permisi bu"
"iya ada apa ca?
"ini bu ada beberapa dokumen yang harus ibu tanda tangani"
"letak kan di meja dulu ca"
"ibu sakit?
"hanya sedikit pusing"
"mau jus atau teh? tanya ica
" hhhmmmm... teh juga boleh tapi jangan terlalu manis ca"
"sip bu" dengan memberikan ancungan jempol, aku tersenyum ke arah nya yang keluar dari ruangan ku. ada beberapa map di atas meja ku dan aku mengambilnya map yang paling atas dan ku baca satu persatu dan mencoba memahami isi nya ternyata surat tanda Terima kontrak langsung aku tanda tangani baru ku tutup dan ku letak kan di sebelah kanan ku dan selanjutnya ku ambil kembali map yang ke dua ku buka dan ku baca surat persetujuan sebagai distributor di perusahaan kami langsung aku tanda tangani kembali lalu aku letakkan di sebelah tangan ku dimana letak map yang pertama,ku sandarkan kepala ku di kursi dan ku pijit kening ku yang terasa pusing
"masuk" mendengar ketukan pintu
"ini bu teh nya" aku tetap di posisi ku yang tadi
"makasih ca"
__ADS_1
"iya bu sama sama" jawab nya dengan memandang ke arah ku
"ca tunggu sebentar" panggil ku dengan melihat ke arah nya
"ada apa bu?dia berbalik ke arah ku
"kapan surat ini akan di kirim?
" siang ini bu"
"siang ini? tanya ku terkejut
" iya bu sebelum makan siang, belum selesai ya bu?
"belum"
"perlu saya bantu?
" dengan senang hati"
ica duduk di kursi depan ku di ambil map selanjut nya dan dia mulai membaca nya satu persatu dan aku memahami
"gimana bu?
" lewat kan saja dulu"dan sampai map yang terakhir aku meminta nya pada ica
" hari ini juga bu"aku menanda tangani dan selesai sudah
"kamu temani saya ca? mendengar kata temani ica tersenyum
" siap bu"dia pergi meninggalkan ruangan ku, jam sebelum makan siang berarti aku harus berangkat jam 11.00 hanya tinggal satu jam aku menunggu waktu nya
"pak kardi" panggil ku melalui ponselku
"iya non"
"jam 11.00 kita berangkat ke kafe samudra ya pak"
"baik non" hp ku matikan, kembali ku buka map yang belum aku tanda tangani, perusahaan yang sedang vailid meminta kerja sama kerja agar perusahaan nya ndak tutup maaf aku harus mempertimbangkan kembali mengenai kerja sama ini. ku sandarkan kembali badan ku di kursi dengan mengusap perut ku yang gerak gerak kecil, tiba tiba HP ku berdering aku melihat nya
"ibu"dengan cepat ku angkat
" ya halo bu"
"kamu sibuk nduk?
__ADS_1
" ndak bu ndak, eneng opo(ada apa) bu?
"kalau kamu ada waktu pulang lah ke Jogja barang satu hari atau dua hari"
"memang nya ada apa bu? tanya ku"apa ibu sama bapak sakit?
" ndak nduk"
"lalu ada apa bu?
" bu'de mira mu mau ada acara"
"acara apa bu?
" mbak tika mau menikah"
"kapan bu?
" bulan depan"
"pasti saya akan pulang bu"
"alhamdulillah kalau kamu bisa pulang nduk" suara ibu terdengar bahagia"kamu sehat to?
"alhamdulillah bu sehat, bapak kemana bu?
" lagi kerja nduk"
"adik adik sehat kan bu?
" sehat nduk sehat"aku tau ibu ku sangat bahagia"kalau begitu HP ibu matikan ya, ibu mau masak dulu"
"iya bu"ku tarik nafas ku dalam dalam sebenarnya aku malas menghadiri pernikahan mbak tika tapi aku ndak mau mengecewakan ibu,sampai sekarang aku masih ingat perlakuan nya pada ku padahal kejadian itu sudah cukup lama tapi masih membekas di hati ku, di depan pacar ku dia mengatakan kalau aku di jakarta sudah memiliki pacar dan dia mengatakan kalau aku kerja juga ndak benar, pada hal waktu itu aku belum memiliki pacar dan belum mengenal mas dio dan aku juga bekerja di perusahaan bukan sebagai wanita penghibur, mendengar kata kata nya mas Rendi memutuskan hubungan dengan ku begitu saja tanpa mendengar kan penjelasan ku terlebih dahulu tapi ya sudah lah, pintu di ketuk ternyata ica yang masuk
"ada apa ca?
"ibu gimana sih kata nya kita mau pergi"
"oh iya" kata ku dengan memukul kening ku"kamu sudah siap?
"sudah bu" jawab nya dengan mengambil semua map dia atas meja ku terkecuali map kuning"mari bu"ajak nya aku tersenyum dengan berdiri mengambil tas di meja ku
"di cafe samudra kan ca?
" gak salah lagi bu"aku suka melihat nya orang nya supel, ramah dan baik walau pun anak nya ndak begitu cantik tapi aku suka dengan cara nya bekerja dan aku melihat penampilan nya sudah berubah ndak memakai rok ketat yang di atas lutut, pintu ruangan ku di buka dengan nya dan mempersilahkan ku untuk jalan duluan
__ADS_1
"Terima kasih" kata ku dan kami berjalan keluar
Lift terbuka kami memasuki nya meski ada beberapa orang di dalam nya, ku lihat ica berdiri di samping ku dengan menenteng tas dan beberapa map yang ada di atas meja ku tadi, selama ini aku ndak pernah tanya dia tinggal dimana dan berapa saudara nya.