Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Masih Terlambat


__ADS_3

Bukan kah ini perusahaan mas irwan, untuk apa dia mengirimkan proposal ke perusahaan ini apa dia ndak tau kalau ini perusahaan mami nya atau dia memang ndak tau sama sekali, aku akan menelpon mami tapi ndak sekarang karena aku yakin mami pasti capek setelah dalam perjalanan. pintu di ketuk kembali siapa lagi yang datang ternyata pak kardi yang masuk dengan membawa sebuah tas


"ada apa pak?


" ini non kiriman dari bi surti?


"apa ini pak?


" makan siang buat non iga?


"kenapa mesti repot repot pak?


"pesan nyonya besar kalau non iga ndak boleh makan di kantin karena itu gak sehat buat non dan calon bayi non iga? sampai makan pun harus dikirim dari rumah


" pak kardi sudah makan? tanya ku dengan mengambil bekel yang di letak kan nya di meja ku


"sudah non, kalau begitu saya permisi non?


" Terima kasih pak? kata ku, dia menganggukkan kepala dengan sedikit membungkuk kan badan nya, tinggal aku sendiri di kantor ini semua sedang istirahat aku berjalan ke arah dapur OB untuk mengambil air


"ibu bisa menyuruh saya untuk mengambil air minum bu?


" ndak papa ramadhani saya bisa sendiri lagian ndak baik buat ibu hamil terlalu banyak duduk? kata ku dengan mengambil air


"kalau perlu yang lain bisa panggil saya bu? aku tersenyum dan kembali lagi ke dalam ruangan ku


" kamu udah makan siang bu? tanya firman yang bertemu dengan ku di depan ruangan ku


"ini baru mau makan siang?


" gak baik buat ibu hamil makan terlambat? aku hanya tersenyum"pesan di kantin makanan nya?


"ndak di kirim dari rumah?


" baik banget asisten kamu?


"bukan asisten ku tapi asisten mami ku?


" sama aja kali? jawab nya, aku hanya tersenyum. kamu gak pernah berubah ga, senyum mu wajah mu, sifat mu semua nya masih sama seperti dulu, semua itu yang membuat aku jatuh cinta sama kamu ga bahkan rasa itu masih ada sampai sekarang meski kamu sudah menikah bahkan kamu akan memiliki seorang anak, justru sekarang ini aku semakin gak rela melihat kamu hamil, salah kah aku memiliki rasa ini ga, batin firman


"kamu kenapa melamun? dengan memukul punggung nya


" gak ada? Jawab nya sambil berlalu dari hadapan ku, hari ini menu masakan bi surti sungguh nikmat karena nikmat nya semua habis ndak tersisa, ku usap perut ku dengannya tersenyum, jam istirahat telah selesai aku kembali duduk di kursi dinasti ku dan ku pelajari isi map yang terakhir.


Mereka asik ngobrol ketika menuju kantor, mereka adalah karyawan ku


"menurut kamu direksi baru kita itu gimana seh?


" menurut pengamatan ku ya dia itu sederhana tapi kelihatan elegan, ramah dan gak sombong?

__ADS_1


"dan lembut?


" biasa nya pandangan pertama itu gak pernah salah?


"belum tentu?


" kita lihat saja bener gak dugaan ku?


"cantik banget lagi?


" sayang nya sudah menikah?


"kalau belum menikah emang nya mau sama kamu?


" barang kali saja?


"seperti nya dia dekat ya dengan mas firman?


" tau dari mana kamu?


"pernah beberapa kali aku melihat nya?


" karena mas firman teman SMA ibu direksi kita?


"tau dari mana kamu?


" ya taulah? mereka tertawa berjamaah dengan menuju kursi mereka masing masing, ica masuk keruangan


" sudah selesai? tanya ku dengan mengambil map yang dia serahkan, ku buka kembali lembaran demi lembaran dan ku baca satu persatu


"oya ca, proposal ini kapan mau di ambil?


" besok bu?


"sudah berapa lama mereka mengantar proposal ini?


" tiga hari yang lalu bu?


"besok siapa yang akan mengambil nya?


" sekretaris pribadi nya? mendengar kata sekretaris pribadi nya aku tau siapa dia"masih ada yang salah bu?


"ndak semua nya sudah benar?


" kalau begitu saya permisi bu? pamit nya aku hanya mengangguk kan kepala, benar aku harus nanya ke mami karena bagaimana pun perusahaan ini milik nya aku chat saja dulu


"as.... maaf mi apa mami sibuk? tanya ku di chat WA, dan aku mulai menanda tangani laporan yang di berikan ica, dan mami langsung menelpon


" halo mi, maaf ganggu sebentar?

__ADS_1


"kamu gak ganggu mami, ada apa?


" mami sudah sampai?


"sudah,, ini mami lagi istirahat, memang nya ada apa?


" anu mi?


"anu apa?


" mas irwan mengajukan proposal ke perusahaan mami untuk meminta bekerja sama?


"lalu?


" aku bingung mi apakah harus aku setujui atau ndak mi?


"dengar iga perusahaan itu sekarang milik kamu dan kamu berhak atas semua nya jadi mau kamu Terima atau tidak nya itu terserah kamu?


"Terima kasih mi? dan telpon pun di tutup" baiklah kalau semua keputusan di tangan ku arti nya aku akan bertindak sesuai hati ku? dan ndak berapa lama kemudian tari masuk ke dalam ruangan ku dengan wajah tertunduk dengan menyerahkan amprah gaji


"duduklah? kata ku dan dia pun duduk masih dengan wajah tertunduk" sudah tau berapa uang yang kamu pakai? tanya ku pelan


"sudah bu?


" berapa?


"tiga ratus juta bu?


" uang itu kemana,siapa saja yang kamu kasih? tanya ku kembali dengan nada pelan


"sama saya semua bu?


" kamu pakai buat apa?


"beli mobil bu? jawab nya" saya mohon bu jangan pecat saya bu dan saya,saya akan menyerahkan mobil itu ke perusahaan ini?kata nya dengan menangis


"kamu tau tari uang yang kamu ambil itu ndak sedikit?


" saya tau bu?


"kalau kamu tau kenapa kamu lakukan? tanya ku dengan meneguk air putih yang ada di meja ku dan dia menatap ku.


" masalah mobil itu nanti akan saya tanya kan dengan pemilik perusahaan ini?


"bu? panggil nya dengan memegang tangan ku" saya mohon sekali lagi bu hal ini jangan sampai ke mami ibu?


"kenapa? dia diam" kamu ndak usah khawatir yang penting uang nya kembali, sekarang kerjakan lah tugas kamu dan besok pagi kamu temui saya lagi?


"tapi bu? aku hanya menunjuk pintu keluar dengan memakai isyarat mata dan dia pun keluar. harus kah hal ini sampai ke mami juga dan jika mami tau apa reaksi nya dan apa yang akan di lakukan nya, pasti mami akan sangat marah. jam sudah menunjukan pukul 04.30 waktu nya pulang, sebelum pulang ruangan kerja ku tutup dan ndak lupa juga laci meja ku kunci dan ku masukan kunci ke dalam tas ku karena aku takut ada seseorang yang ingin berbuat yang ndak baik terhadap ku. lift begitu ramai aku ikutan berdiri untuk menunggu dan pintu lift pun terbuka

__ADS_1


"silahkan bu? aku menganggukkan kepala dengan tersenyum, begitu pintu lift terbuka aku langsung menuju ke pak kardi yang setia menanti ku dan akan mengantarkan ku pulang.


__ADS_2