
Hari sudah menjelang sore matahari sudah mulai terbenam, ibu ku begitu repot menyiapkan makan malam untuk menjamu mertua ku, hal yang ndak pernah ibu lakukan karena ndak ada saudara dari ibu maupun bapak ku yang datang atau main atau bahkan nginep di rumah kami karena mereka tau kehidupan orang tua ku itu benar benar sangat sulit, untuk makan ini saja membutuhkan kerja keras.Uang yang tiap bulan aku kirim hanya untuk biaya sekolah dan kuliah adik ku, walau kadang aku mengirim lebih tapi ibu ndak pernah memakai nya untuk kebutuhan sehari hari ibu akan memakai nya apa bila adik ku membutuhkan untuk yang lain.
"gak usah repot repot mbak yu? kata mami yang melihat begitu sibuk nya ibu ku untuk menyiapkan kan makan malam
" ndak bisa ndak, ini kali pertama ada yang menginap di gubuk kami bu, jadi ini sebuah kehormatan bagi kami, se endak nya ibu ndak akan bosan ketika datang kemari lagi?
"saya gak akan bosan kemari mbak yu, karena tempat ini begitu istimewa bagi saya, tempat dimana orang tua dan nenek nya calon cucu saya tinggal?begitu tersentuh nya aku mendengar kata kata mami.
" saya turut senang mendengar nya bu,dan itu juga yang saya harapkan? melihat senyum dari bibir mereka aku begitu bahagia"mari makan? ajak ibu ku, ketiga adik ku langsung duduk begitu juga bapak ku, menu yang ndak begitu istimewa hanya teri oseng oseng dan sambal tahu kecap dan sayur lode, menu yang begitu istimewa bagi keluarga, karena mereka jarang makan menu seperti ini, aku begitu iba melihat kedua adik ku Nino dan reno begitu lahap nya makan, mungkin mereka jarang makan seperti ini
"bu lauk nya enak besok masak seperti ini ya bu? kata kata yang polos keluar dari bibir mungil si bungsu membuat aku begitu terharu, ibu mengusap kepala si bungsu
" kalau kita makan enak terus uang dari mana, kamu mau ndak dapat uang saku dari ibu?
"uang saku kan mbak iga yang ngiriman mas? jawaban yang membuat mami mertua ku tersenyum kecil dengan memandang kedua adik ku
"sudah dimakan nanti mas Nino yang ngabisin semua nya? ah begitu polos nya mereka sampai ndak tau siapa yang sedang makan bareng dengan mereka dan mereka juga ndak tau kenapa ibu masak begitu istimewa hari ini bahkan tiga menu, mungkin bagi mami mertua ku ini masakan ndak begitu istimewa bahkan begitu biasa biasa saja, tapi bagi ketiga adik ku ini masaka begitu luar biasa,ku ambil sambal tahu kecap dan ku berikan pada reno begitu senang nya dia,
"mbak iga ndak makan? tanya nya sambil asik makan
" mbak sudah kenyang? jawab ku dengan memegang perut ku, mami memegang tangan ku karena kami duduk saling bersebelahan
"reno? panggil bapak ku, bapak sosok yang jarang bicara itu yang membuat anak anak nya takut dan segan
" dalam pak?
__ADS_1
"sudah di makan jangan ribut?
" baik Pak?
hanya suara sendok yang berlaga dengan piring, begitu hening nya sampai suara jangkrik terdengar begitu kuat, mami menatap ku yang terdiam karena selera makan ku hilang begitu saja
"kamu harus makan ga kalau kamu gak makan gimana calon cucu mami mau sehat? bisik nya sehingga aku saja yang mendengar nya, aku ndak akan sanggup tinggal di sini benar benar begitu sulit kehidupan ibu ku sampai makan pun harus seadanya, makan malam telah selesai aku dan nina membantu membereskan meja makan piring kotor langsung di bawa ke kamar mandi mami memgikuti ku
"mami tunggu saja di dalam mi?
" mami mau lihat? mendengar jawaban nya aku hanya diam
"sini mbak biar nina yang narik air nya mbak iga yang nyuci? begitu perhatian nya adik perempuan ku ini, mudah mudahan kamu mendapat jodoh yang baik dunia akhirat amin. mami melihat ku dengan serius karena begitu lihay nya aku mencuci piring, dan krek tangan ku berdarah kena pecahan kaca dari piring yang pecah
"awh? langsung ku pegang tangan ku yang berdarah
"ndak usah mi, lagian ini cuma luka sedikit saja?
" ambilkan kota PK no? kata ibu ku menyuruh Nino, dengan cepat Nino mengambil kota PK dan menyerah kan pada ibu ku
"awh? kata ku ketika ibu ku menyiram tangan ku pakai rivanol
" ibu sudah melarang kamu untuk mengerjakan pekerjaan rumah tapi kamu tetap ngeyel ini akibat ndak nurut kata ibu? dengan membersihkan luka ku
"mbak yu itu dalem lho luka nya, kita bawa ke puskesmas aja ya? kata mami mertua ku
__ADS_1
" ndak usah mi, lagian kalau di puskesmas hanya di beri alkohol saja ndak di kasih antibiotik?
"kenapa? tanya ibu ku
" orang lagi hamil ndak boleh minum obat sembarangan bu, awh? memang lumayan dalam dan rasa nya sungguh sakit
"memang ngak di kasih obat tapi setidak nya ada obat luar nya ga?
" mami ndak usah khawatir? kata ku dengan memegang lengan nya"obat nya juga sama sepert ini mi"luka ku di perban oleh ibu rasa nya memang cenat cenut aku ndak boleh menampakan rasa sakit ini karena membuat ibu dan mami mertua ku tambah khawatir, jam baru menunjukan angka delapan lewat sepuluh menit
"gimana rasa nya ga masih sakit?
" sudah ndak mi? bohong ku
"mami takut ini akan berpengaruh dengan bayi kamu ga?
" ndak mi,percaya sama aku? dengan meyakin kan mami, bapak sedang berbincang dengan supir mami yang dia bawa dari malang dengan di temani teh manis. mami memandangi ku dengan pandangan penuh khawatir
"mami benar benar khawatir ga? kata mami aku hanya tersenyum
"mami ndak usah khawatir mi, luka nya sudah di obati dan luka nya ndak begitu besar mi?
"iya tapi mami takut ga?
" kenapa mesti takut mi?
__ADS_1
"entahlah ga mami juga gak tau? aku sedang memikir kan hari esok karena aku akan ikut dengan mami ke malang bagaimana aku bisa tinggal di rumah mertua kalau aku di sana ndk bersama suami ku, apakah mas irwan juga disana jika dia datang apa yang harus aku perbuat alasan apa yang akan ku beri, mungkin dia akan tertawa melihat ku kerumah mami nya ternyata aku ndak bisa pisah dari nya.