
Kami menuju rumah makan,mas Irwan selalu menatap ku tanpa henti
"lihat jalan nya nanti mata kamu bisa keseleo mas"kata ku pelan dan dia tersenyum
"aku sedang menikmati wajah cantik mu"
"wajah ku bukan makanan sehingga kamu bisa menikmati nya"
"tapi aku benar benar menikmati nya,sungguh"aku tersenyum kecil menatap wajah nya yang lucu
"kenapa tersenyum?tanya nya
"memang nya salah mas?
"salah,,,"jawab nya santai,mendengar jawaban nya aku berhenti dan terdiam"kenapa berhenti?
"ndak ada mas"jawab ku sambil berjalan kembali
"eh kamu kenapa?tanya nya dengan menarik tangan ku dengan menatap ku"aku cuma bercanda sayang"ku tarik nafas ku pelan pelan
"serius juga ndak papa mas"
"kamu kenapa?
"ndak ada"
"aku benar benar cuma bercanda sayang"kata nya dengan memegang pipi ku dan aku berusaha menghindar
"maafkan aku mas"
"maaf"dia tertawa"kamu gak ada salah"kata nya dengan tertawa
"selama ini aku udah merepotkan kamu"
"dan kamu tetap mencintai ku dan mempertahan kan hubungan kita dan seharus nya aku yang meminta maaf sama kamu kenapa justru kamu yang meminta maaf sama aku"aku berjalan kembali"kamu gak akan pergi meninggalkan aku kan ga?tanya nya,aku ndak menjawab pertanyaan nya"ga plis,,,,aku tadi hanya bercanda"
"aku ndak marah mas"
"lalu kenapa kamu langsung berubah"?
"itu hanya perasaan kamu"jawab ku,dia terdiam menatap ku,
"kita makan yuk?ajak nya
"ndak usah mas aku ndak lapar"
"ga,,,,?panggil nya lembut
"aku ndak papa mas"kata ku dengan mengusap tangan nya,dan dia langsung memeluk ku
"aku mencintai kamu ga"kata nya dengan mengusap punggung ku"sungguh aku sangat mencintai kamu"
"aku percaya sama kamu mas"jawab ku
"tapi kamu?sebelum pertanyaan nya selesai aku potong
"mood aku lagi ndak baik mas"
"kamu gak bohong kan?aku menggelengkan kepala,mas Irwan menggandengkan tangan ku menuju parkiran mobil dan dia juga membukakan pintu untuk ku,di dalam mobil kepala ku sandarkan di kursi dan aku hanya diam,mas Irwan selalu melihat ke arah ku
__ADS_1
"kita ke dokter ya yang?ajak nya
"ngapain mas?
"periksa lah"
"aku ndak sakit mas"jawab ku dengan mengusap perut ku
"tapi kamu"
"aku hanya lagi ndak mood mas"setelah itu mas Irwan diam ndak ada mengeluarkan suara dan sesekali melihat ke arah ku
begitu sampai rumah aku melihat ibu sedang duduk di sofa dengan wajah penuh ke khawatiran
"kamu dari mana nduk dan kenapa pergi ndak bilang bilang?tanya ibu
"jalan jalan bu,lagian ibu ndak usah khawatir aku ndak kemana mana Bu"jawab ku dengan memegang tangan nya"aku mandi dulu ya Bu"kata ku dengan memegang pipi ibu ku yang mulai keriput dan mas Irwan di samping ku
"iya nduk,,,setelah itu kita sarapan bareng ya?
"ibu belum sarapan?tanya ku"kenapa ibu ndak duluan saja Bu"
"ibu pengen sarapan bareng kamu"
"kalau begitu saya mandi dulu ya Bu?pamit ku di ikuti mas Irwan
aku langsung mandi dan ganti pakaian dan mas Irwan masih berdiri menunggu ku
"kamu ndak mandi mas?
"iya ini juga mau mandi,tunggu aku ya kalau mau sarapan?kata nya
"iya"sambil menunggu mas Irwan mandi ku baringkan tubuhku di ranjang dan aku ketiduran dan lupa kalau ibu sedang menunggu ku untuk sarapan,dan aku ndak tau kalau ibu ke kamar ku
"kamu ndak lagi berantem kan nak?
"gak Bu,dari tadi iga ngomong ke saya kalau dia lagi gak mood Bu"
"ya sudah kalau begitu"
"kalau begitu bareng saya aja sarapan nya Bu"mendengar kata menantu nya ibu langsung tersenyum,mereka menghabiskan sarapan bersama dengan ketiga adik ku tanpa ku
aku terbangun ketika perut ku merasa lapar,dan aku menuruni anak tangga dengan pelan pelan tapi kemana semua penghuni rumah ini kenapa begitu sunyi,bi Surti tersenyum ke arah ku dan di samping nya aku melihat mami mas irwan sudah berdiri
"hati hati sayang"kata mami mas Irwan,aku tersenyum dan berjalan menuju ke mami dan memeluk nya.
"mami apa kabar mi?tanya ku dengan melepaskan pelukan nya
"baik dan kamu?tanya mami dengan mengusap perut ku
"baik mi,tapi sudah mulai susah gerak"kata ku dengan menggandeng tangan mami menuju sofa
"memang seperti itu,apalagi usia kehamilan kamu sudah tua tinggal menunggu Minggu"aku tersenyum
"mami sama siapa?
"sendiri"
"mbak Rani Ndak ikut?
__ADS_1
"tadi nya mau ikut tapi karena mami bilang mami lama di Jakarta mbak mu gak jadi ikut"
"mami ada urusan di Jakarta?
"iya"jawab mami sambil tersenyum
"ini jus nya non"
"terima kasih bi"dengan tersenyum ke arah bi Surti,setelah itu dia kembali lagi ke dapur
"mami ndak minum?
"sudah,,,mami sudah satu jam yang lalu datang,tapi kamu masih tidur jadi mami nunggu"
"mami nunggu?tanya ku terkejut"mami kan bisa langsung masuk ke kamar ku mi"
"gak enak dong masuk slonong blong di kamar menantu"
"ini kan juga rumah mami"kata ku dengan mengusap perut ku yang mulai sakit di bagian bawah perut dengan sedikit nyengir
"perut kamu sakit?tanya mami
"sedikit mi"
"sudah periksa ke dokter?
"sudah mi,kata dokter nya memang seperti ini kalau hamil sudah menginjak bulan nya mi"jawab ku pelan"mami kata nya ada urusan di Jakarta kalau aku boleh tau apa mi?tanya ku dengan memegang paha mami
"urusan nya banyak"
"banyak mi,pasti mami sibuk banget"
"iya pasti mami akan sibuk"aku tersenyum"kalau bisa kamu gak usah tidur di kamar atas deh ga"
"kenapa mi?
"kamu kan lagi hamil tua mendingan kamu tidur di kamar bawah saja"
"ndak papa mi biar sehat"
"tapi mami khawatir"
"Ndak usah khawatir mi aku ndak papa"
suara ramai di luar terdengar sampai ke dalam dan ternyata ibu dan ketiga adik ku beserta suami ku dari mana mereka
"kamu udah bangun sayang?tanya nya dengan mengecup pipi ku dan mengusap perut ku,aku melirik Nina
"ibu dari mana?tanya ku tanpa menjawab pertanyaan suami ku
"jalan jalan nduk,nak Irwan ngajak jalan jalan jadi ibu dan adik mu kemini market beli"jawab ibu dengan menunjuk kan plastik bawaan nya"ibu ke dapur dulu"aku tersenyum
"mami lama kan tinggal di sini?tanya mas Irwan
"iya mami akan lama tinggal di sini"aku diam"mami mau ganti sebentar ya"kata mami dengan memegang tangan ku
"iya mi"mas Irwan mengeluarkan coklat dari saku nya dan memberikan nya pada ku,aku tidak menerima nya tapi menatap nya
"ini buat kamu sayang"kata mas Irwan dengan mencium tangan ku
__ADS_1
"kamu kok bisa pergi dengan ibu dan juga ketiga adik ku?tanya nya
"kasihan mereka sudah lama tinggal di sini tapi belum pernah kita ajak jalan jalan"kata mas Irwan dengan memainkan jari ku