Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Menemui Pacar Sahabat ku


__ADS_3

Aku bangun pagi sekali dan menyiapkan sarapan untuk sahabat ku intan, aroma terasi menguasai dapur sehingga aroma apa pun akan kalah,


"kamu masak apa ga? tanya nya dengan menyisir rambut nya pakai tangan


" ada kangkung tu di meja jadi aku masak saja?


"aroma nya wangi banget?


" iya aku kasih sedikit terasi?


"kamu sudah ndak mual lagi? tanya nya dengan mencium aroma terasi di atas kuali


"sudah ndak?


"pasti enak masakan kamu?


" dari mana kamu tau?


"aroma nya? aku tersenyum


" kamu mandi dulu gih, baru setelah itu sarapan kamu kan mau kerja?


"hari ini aku libur?


" kenapa?


"aku akan menemani kamu menemui mas firman?


" kamu akan dapat teguran keras sama mbak Winda?


"sudah biasa jadi sekarang aku sudah kebal dan ndak takut?


" sejak kapan?


"sudah lama? aku menyiapkan sarapan dimeja makan sambil menunggu dia cuci muka, setelah selesai aku menyiapkan makanan di meja intan pun siap cuci muka nya" kamu yang kuat ya le (sebutan untuk anak laki laki?dengan mengusap perut ku


"tau dari mana kamu kalau anak ku laki laki tan?


" feeling saja ga?


"macam anak dukun kamu? dan intan mulai makan" waw enak sekali masakan kamu ga, dari mana kamu belajar masak seperti ini?


"dari ibu ku?


" oya, aku sudah menelpon mas firman dia akan datang kemari?


"untuk apa?


"kamu akan tau nanti? kami sama sama lahap makan nya

__ADS_1


" sekarang makan ku sudah banyak tan?


"bagus dong, biar anak kamu juga sehat? aku tersenyum, begitu selesai intan mandi aku ke kamar dan aku mengambil hp ku, panggilan ndak terjawab dari mas irwan, WA nya juga aku hanya membaca nya ndak perlu membalas nya, ini lah yang terbaik buat kita mas, awal nya memang sangat sulit mas tapi lama kelamaan aku akan terbiasa, ku rebahkan tubuh ku dan ku usap perut ku karena aku sudah merasakan gerakan kecil, aku tersenyum seperti apa kah wajah mu nak, ibu harap kamu ndak mewarisi sifat ayah mu karena sifat nya membuat semua orang akan kecewa termasuk ibu mu ini nak,


"kamu kenapa ga? suara intan membuat ku terkejut


"biji kecambah ku sudah mulai gerak gerak kecil tan?


" sungguh? aku mengangguk kan kepala dengan tersenyum"nah begitu dong, kamu kelihatan tambah manis dengan tersenyum? canda nya"buruan mandi sebentar lagi mas firman datang? kata nya, aku langsung ke kamar mandi ku gulung rambut ku agar ndak basah, aku mulai mandi dengan santai dan aku ndak mendengar kalau firman sudah datang


"dimana iga tan? tanya firman


" masih mandi mas?


"aku bingung tan?


" kenapa?


"mau ku letak kan di bagian apa dia ya?


" kamu ndak usah bingung mas, iga itu orang nya pintar?


"itu dia miliki sejak jaman SMA dulu?


"lupa? jawab nya dengan menggaruk kepala nya, firman hanya tersenyum, begitu selesai mandi aku memilih baju atasan model hamil warna kuning dan bawahan celana panjang pinggang model karet, rambut aku kuncir satu seperti ekor kuda sedikit ku poles bibir ku dengan lipstik agar ndak kelihatan pucat, baru setelah itu keluar mereka berdua memandang ku tersenyum


"sudah siap? tanya firman melihat ke arah ku


"oke berangkat? kami memasuki mobil, mereka berdua duduk di depan aku di belakang" oya ga, memang ada lowongan di tempat kerja aku tapi bagian gudang?


"masak gudang sih mas, itu akan terasa berat untuk nya?


"kamu ndak usah khawatir tan?


" gimana aku ndak khawatir ga itu bagian gudang pasti mindahin barang barang berat, itu akan membuat kamu mudah lelah dan aku juga khawatir ga?


"ndak usah khawatir tan yang penting halal dan yang paling terpenting itu aku kerja bisa menghasilkan uang? firman melihat ku dari kaca spion depan, kamu gak berubah ga masih seperti dulu, sayang aku sudah punya pacar, pacar ku sahabat kamu andai saja kamu dulu mau menerima ku mungkin kamu orang yang paling bahagia karena aku gak akan membiarkan kamu di sakiti oleh siapa pun,batin nya.


"kamu bawa semua persyaratan nya ga?


" sudah fir?mobil semakin melaju kencang, aku sibuk dengan fikiran ku sendiri, mobil berhenti di sebuah perusahaan bonafit, aku sedikit ragu memasuki nya, tapi ku ikuti langkah firman dan intan kami memasuki ruangan


"tok.. tok.. tok..?


" masuk? pintu di buka dan kami masuk


"eh kamu fir, gimana? tanya nya dengan memandang ke arah ku


" baik bro, oya ini teman yang aku rekom ke kamu?

__ADS_1


"dia? kata nya dengan menunjuk ke arah ku" kamu gak salah fir? tanya nya


"kenapa salah?


" dia? dengan menunjuk perut ku


"iya dia memang lagi hamil?


"oke lah kalau begitu, besok bisa langsung kerja? aku tersenyum bahagia karena aku ndak butuh waktu lama menganggur, kami meninggalkan kantor baru ku, ternyata jarak rumah kos ku dengan kantor begitu dekat hanya butuh waktu lima belas menitan saja aku berjalan,


"kita makan dulu yuk? ajak firman yang selalu mencuri pandang kepada ku melalui kaca spion


" boleh? Jawab intan,


"tapi aku masih kenyang, kalian berdua saja ya aku ndak ikut?


" kenapa?


"aku masih kenyang? jawab ku dengan memegang perut ku


" itu mah perut nya kamu yang memang buncit ga? kata firman


"iya kali ya, aku turun di gang saja ya? kata ku dan firman menghentikan mobilnya di depan gang, aku turun mobil melaju kembali, aku akan istirahat terlebih dahulu karena besok aku akan memiliki waktu istirahat yang terbatas karena aku bekerja di bagian gudang.terkejut nya aku melihat mas irwan sudah berdiri di depan kos san ku, terlambat dia sudah melihat ku, kenapa aku selalu berhadapan dengan manusia astral seperti dia, apa dia ndak lelah selalu mengerjakan ku,


"ga? panggil nya dengan memegang tangan ku" ga plis dengarkan aku dulu? kata nya


"untuk apa mas?


" beri aku kesempatan lagi?


"sudah habis kesempatan itu mas, aku hanya mau kita pisah?


" aku gak akan pernah mau berpisah dengan kamu ga?


"aku sudah lelah mas seperti ini, aku ndak mau mengulang ulang kembali masalah ini?


" tapi ga?


"aku mohon mas, pergi lah,, jangan membuat aku melangkah terlalu jauh?


" maksud kamu?


"aku akan pergi jauh sampai kamu ndak akan pernah menemukan ku, jangan kan bayangan ku namaku pun ndak akan pernah kamu dengar lagi?


"ga.. ??? panggil nya lembut


"aku dengar kan mas apa kata ku, jadi tolong pergilah mas?


" tapi?

__ADS_1


"aku bilang pergilah mas? kata ku dengan masuk ke dalam rumah dan langsung ku tutup pintu, aku menangis dengan menyandarkan tubuh ku di pintu, kenapa kamu selalu mengganggu ku mas, aku sudah bulat ingin berpisah dengan kamu mas.


__ADS_2