Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Sembab


__ADS_3

Pagi ini aku bangun sedikit kesiangan, dan aku ndak melihat mas irwan, biasa nya jam segini dia sudah ada di meja makan untuk sarapan, tapi pagi ini sedikit berbeda, selera makan ku hilang, bi munah menatap ku, pembantu paling baik.


"ndak sarapan non?


"ndak bi?


" nanti non iga masuk angin? kata nya dengan menatap mata ku yang sembab,


"nanti aku sarapan di kantor bi?


"bibi siap kan buat bekal ya?


" ndak usah bi?


aku langsung pergi menuju pintu luar,karena seperti biasa aku berangkat ngantor, mobil nya masih terpakir, biarkanlah,,, to dia pemilik kantor, begitu aku sampai di kantor mereka sudah pada datang, dengan malas aku menuju kursi Kekaisaran ku, mereka menatap ku dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Hai ga,,, ada apa dengan mata mu? tanya bang teguh,mereka menatapku, begitu dalam ku tarik nafas ku baru ku hela, aku enggan menjawab karena aku ndak mau kalau sampai mas irwan mendengar, pasti dia akan salah paham, karena di kepala nya hanya ada kata salah untuk diri ku,


"sebenar nya kamu itu nikah sama manusia atau sama monster sih ga? tanya mbak dwi" kemaren ada tato baru, sekarang sembab mata? bersamaan mas irwan datang dengan mbak Winda, mereka menatap ku, dan aku bisa melihat keterkejutan mas irwan melihat mata ku yang sembab, karena pagi ini aku dan dia ndak ada ketemu,


"kalau berantam dalam rumah tangga itu biasa ga, yang penting gak main pukul? kata mas aris, ternyata dia bijak juga ya,


"iga kan lagi hamil jadi dia terlalu sensitif? aku hanya diam tanpa komentar, kadang aku tersenyum menanggapi perkataan mereka, aku cepat cepat menyelesaikan pekerjaan ku, hari ini memang aku benar benar kehilangan mood ku, dan aku ndak tau bagaimana cara mengembalikan mood ku,aku berjalan menuju dapur office boy untuk minum dan istirahat sebentar, jono sedang berbicara dengan uneng,


"mbak iga mau minum apa? tanya uneng


"saya haus dan hanya ingin minum air saja? jawab ku, uneng menatap ku


" mbak iga kenapa mata nya? tanya nya


"ndak ada neng?


"kok sembab mbak?


"biasalah neng? jawab ku, dia mengambilkan ku segelas air dan di berikan nya pada ku,


"Terima kasih neng?


"sama sama mbak? uneng pergi ke arah luar, aku melihat jono bingung mondar mandir ndak jelas


"jono!! panggil ku


"ya mbak?


"kamu kenapa kok kelihatan bingung sekali?


"anu mbak? Jawa nya gugup


"anu apa? kalau bicara itu yang jelas jon?


"istri saya mau lahiran mbak?


"apa? jawab ku terkejut dengan memegang perut ku"minta izin sama pak irwan dong jon?


"takut mbak?


" takut sama siapa?

__ADS_1


"mbak Winda?


" sudah kamu duluan nanti saya menyusul? kata ku, jono berjalan agak ragu menuju ruangan mas irwan, aku mengikuti dari belakangnya"kalau cara kamu berjalan seperti ini yang ada istri kamu bisa lahiran di rumah dan ndak ada yang menolong? kata ku, jono hanya nyengar nyengir ndak jelas. kebetulan mas irwan keluar tanpa mbak Winda di samping nya


"maaf Pak? kata jono dengan agak sedikit membungkuk kan badan nya, mas irwan menatap ku heran kenapa aku bisa bersama dengan jono,


"ada apa? tanya nya, aku berdiri tepat di samping jono


" saya mau izin pulang pak?


"pulang? tanya mas irwan dengan dahi berkerut


"iya Pak?


" kenapa kamu izin pulang, ini kan belum waktu nya?


"iya Pak, istri saya mau lahiran? mendengar kata lahiran mas irwan menatap ku, ngapain juga dia menatap ku, yang mau lahiran kan istri nya jono kenapa dia yang kelihatan bingung


"dirumah kamu ada siapa?


"istri saya sendirian Pak?


"kenapa kamu tinggalin?


"gak saya tinggalin Pak?


" terus?


"mendadak kontraksi Pak, dan air ketuban sudah pecah?


"sudah kelamaan? kata ku" sudah kamu pulang saja biar saya yang jelasin?


"tapi mbak?


" ndak ada tapi tapian, keburu keluar anak kamu ndak ada yang nolong? jono langsung berlari, mas irwan,,, aku tau pasti di kepala nya penuh pertanyaan yang harus di jawab dan di jelaskan


"apa itu air ketuban? tanya nya dengan agak menyentuh tangan ku sedikit,


"bapak bertanya dengan saya? tanya ku


" udah tau aku di sebelah kamu, ya pasti kamu lah masak jin?


"sebut nama Pak biar saya tau?


" apa air ketuban itu? tanya nya


"ndak tau saya Pak?


"kamu bilang tadi kamu yang akan menjelaskan sama aku" kata nya dengan menatap perut ku"kamu kan juga lagi hamil? tanya nya pelan,


" mas, belum tentu semua orang hamil itu tau mas, apa itu air ketuban? jawab ku pelan"tanya saja sama dr. Naura atau google dia pasti akan menjawab pertanyaan kamu secara detail? kata ku dengan meninggalkan nya,


"eh tunggu? panggil nya yang mengikuti ku ke dapur" mata kamu kenapa sembab? tanya nya, ku tarik nafas ku


"kamu benar benar ndak tau mas? tanya ku, karena di ruangan office boy ndak ada orang


" kalau aku tau kenapa aku bertanya?

__ADS_1


"sebagai suami kamu benar benar ndak peka ya mas? kata ku dengannya berjalan ke arah dispenser,


" maksud kamu?


"insting kamu sebagai suami kurang mas, bahkan kamu ndak tau yang terjadi di sekitar kamu?


"aku gak ngerti? kata nya dengan menarik tangan ku


" sudah lah ndak usah di bahas lagi?


"tapi aku benar benar gak paham ga?


" karena jiwa kebapaan kamu belum ada mas?


"aku semakin gak ngerti?


" suatu saat kamu akan mengerti mas? kata ku sambil berjalan menuju kursi Kekaisaran ku, dia berusaha ingin mengejar ku tapi di hentikan nya, karena aku tau pasti semua karyawan nya akan curiga.


Jam istirahat, aku masih duduk di meja ke kaisaran ku, karena mood ku benar benar hilang.


"makan yok ga? ajak intan


" kamu duluan saja, nanti aku nyusul?


"mata kamu kenapa sembab?


" entahlah tan, di bilang cuek tapi dia itu perduli, di bilang ndak cinta tapi dia cemburu, aku bingung tan, harus bersikap bagaimana? kata ku,


"kamu jalanin saja seperti biasa?dengan melihat arloji nya yang melingkar di pergelangan tangan nya"aku makan siang dulu ya keburu habis waktu nya? kata nya dengan menepuk pundak ku, tinggal aku sendirian, ku sandarkan kepala ku di kursi dengan memejamkan mata, kantor sunyi karena memang waktu nya istirahat, aku di kejutkan dengan suara seseorang yang menggeserkan kursi dan duduk bersebelahan ku, dan aku lebih terkejut ketika kursi ku di putar sehingga posisi nya kami saling berhadapan.


"kamu ngapain mas? tanya ku dengan melihat sekitar kantor, barangkali saja masih ada orang.


" kata bi munah kamu belum ada makan apa pun? tanya nya dengan membuka bekal


"aku sudah kenyang mas?


" kamu makan apa kok sudah kenyang?


"ndak ada?


"lalu?


" aku kenyang melihat kebersamaan kamu dengan nya? kata ku sambil berdiri menuju toilet.


"tunggu dulu ga?


" aku mau ke toilet? dia melihat ku,


"please kamu jangan cemburu sama dia ya? aku langsung berbalik arah dan melihatnya


"apa barusan kamu bilang mas? tanya ku dengan tersenyum" aku ndak boleh cemburu mas? kamu itu aneh mas, kalau aku ndak boleh cemburu ya kamu juga jangan cemburu melihat aku dengan teman teman sekantor bercanda?


"itu lain?


"kamu benar benar egois mas?


sampai kapan akan begini, dan sampai kapan aku menyembunyikan ketidak sukaan ku melihat hubungan kamu dengan nya.

__ADS_1


__ADS_2