
Mama Ani dan Dea sudah selesai dengan urusan gaun pengantin,semua sudah siap.begitupun juga dengan dekorasinya..tinggal menunggu besok pagi..
Saat Dea menyalakan ponselnya Dea sangat terkejut,ada puluhan panggilan WhatsApp dari Rosa..ada apa ini dalam batin Dea.
Dea terus menghubungi Rosa namun nomor nya sudah tidak aktif.
Ada apa De kamu kelihatan gelisah sekali.
Nggak tau ma perasaanku jadi nggk enak gini ya,tadi hp q matikan,setelah q hidupkan kembali ada puluhan panggilan tak terjawab dari Rosa. kenapa aku jadi nggk tenang gini ya ma...
mereka pun pulang ke rumah..Mama Ani langsung menemui papa Deni, pah apa keluarga Indah sudah datang? papa Deni pun terkejut ahirnya memberi tahu kebenaran bahwa ada yang menjemput indah sebelum pak Ujang datang.
Dea langsung syok saat mendengarnya,apakah ini perbuatan Amira..
papa Deni mendekati Dea..apa maksudmu nak?
waktu Amira tau Aku tinggal bersama mas Pras dia sangat marah dan mengatakan bahwa aku akan menyesal..
tidak mungkin Amira senekat itu nak,kami sudah lama mengenalnya.sepertinya selama ini ada orang lain yang terus mengawasi kami,untuk mencari tau kabar tentang ibu mu..
sebenarnya ada apa pa?
Ayo kita duduk dulu..mama Ani, Prasetyo dan Dea pun duduk diruang tamu.papa deni menceritakan semuanya..dan salah satu perusahaan yang papa kelola adalah milik ibumu nak.ibumu yang berhak,di surat wasiat pun ibu mu yang menjadi ahli warisnya..
Bagaimana papa bisa menemukan ibuku?
Saat pertama kali kami melihatmu,kami merasa kamu mirip sekali dengan seseorang,diam2 kami pergi ke desa dan mencari tau.dan ternyata benar,ibumu adalah orang yang selama ini kami cari.semenjak kecelakaan ibumu menghilang bak ditelan bumi,tidak ada yang tau bagaiman kabarnya,apakah masih hidup atau sudah mati tidak ada yang tau.ternyata itu memang pilihan ibumu nak,hidup dalam persembunyian,bahkan bapakmu pun tidak tau asal usul ibumu,ibumu memalsukan kisah hidupnya kecuali namanya. Dea hanya meneteskan air mata saat mendengarnya.
Tiba tiba ponsel papa Deni berdering,pak Ujang mengabari bahwa ada kecelakaan,supir meninggal,korban lainnya ada 2 orang meninggal dan 1 masih tertolong kabarnya kritis.
dan korban yang meninggal pun sekarang berada dirumah sakit kota.kami juga menemukan sepucuk surat tertulis untuk Dea Anindia..Dea yang mendengar langsung jatuh pingsan tak sadarkan diri.prasetyo langsung menggendongnya dibawanya Dea ke kamar..
sementara Prasetyo sangat marah,dia berjanji tidak akan mengampuni siapapun yang telah mencelakai keluarga calon istrinya.
__ADS_1
papa Deni dan mama Ani menuju rumah sakit memastikan apakah benar korban itu calon besannya. dan mencari tau siapakah korban yang masih hidup.
sesampainya di rumah sakit mereka menuju kamar jenazah,mama Ani membuka penutup wajah jenazah bernama indah,mama Ani sangat syok,merasa seperti mimpi,tidak percaya.tangis mama Ani pecah,
tidaaaak jangan pergi dengan cara seperti ini ndah....jangaaan.kamu orang baik kenapa tuhan begitu tidak adil dengan kamu..
kasihan anak anakmu mereka masih membutuhkan mu.sementara papa Deni melihat pasien yang selamat ternyata Rosa,dan kondisinya pun sulit di kenali.karena wajahnya hancur.
dirumah Dea sudah sadar,Prasetyo memeluknya erat..Prasetyo sudah mendapat kabar bahwa yang meninggal adalah ibu bapaknya indah beserta sopir.
De kamu kuat ya,ini sangat menyakitkan tapi kamu harus kuat. Dea sudah menduga apa yang akan dikatakan Prasetyo..Prasetyo mengeratkan pelukannya,ibu dan bapak tidak selamat dan Rosa sedang kritis.
Ayo kita kerumah sakit mas..iya
mereka berdua bergegas kerumah sakit..
sesampainya dirumah sakit Dea terlebih dulu menuju kamar jenazah..Dea tidak menangis,sama sekali tidak meneteskan air mata,mungkin air matanya sudah habis atau dia tidak ingin ibunya melihat dia bersedih.dia terlihat tegar,malah membuat yang melihatnya merasa iba..
Dea berdiri diantara jenazah ibu dan bapaknya..
kenapa ibu meninggalkan Dea dengan cara seperti ini?besok adalah hari bahagiaku?kenapa aku harus berduka terlebih dahulu?kenapa tuhan sangat kejam dengan hidupku.. bagaimana aku bisa menghadapi dunia yang kejam ini bu' pak?
bagaimana aku mengatakannya kepada Rosa?
apakah aku bisa mewujudkan impian Rosa?
karena hari sudah sore ahirnya jenazah akan segera dibawa pulang,dan dimakamkan..Indah dimakankan disebelah makam kakaknya.dan Abdullah disamping Indah..
Bibi dan paman indah mendengar kabar tersebut lalu saat proses pemakaman berlangsung dia datang,mereka terlihat sedih.mungkin mereka sedih karena hak waris jatuh ke tangan Dea dan Rosa,anak anaknya Indah..
Bibi Lisa datang menghampiri Dea..nak kamu anaknya indah? iya bu'..
aku bibi Lisa,dan ini paman Leo.kami nenek dan kakek mu meskipun nenek kami masih muda kan, lain kali berkunjung kerumah ya.hanya itu kata yang diucapkan.lalu mereka pergi
__ADS_1
Dea merasa aneh dengan mereka..mereka saudara dengan ibunya tapi kenapa seperti itu sikapnya..
pemakaman sudah selesai,papa Deni sekeluarga pulang kerumah. Mama Ani duduk mengelus batu nisan Indah..ndah tugasmu sudah selesai,kamu sudah mengantarkan anak anakmu pergi ke kota dan mengetahui semua masa lalumu,aku akan selalu menjaga anak anakmu,akan ku perlakukan mereka seperti anakku sendiri.akan ku bahagiakan mereka.
di rumah sakit tak lupa Papa Deni memberi penjagaan ketat untuk Rosa dirumah sakit,papa deni berfikir pasti ada yang mengincar nyawa Rosa.
tahlilan setiap malam di selenggarakan di rumah mama Ani karena rumah Prasetyo sudah di dekor untuk acara pernikahan besok.sebenarnya ingin menyewa hotel namun Prasetyo bersikeras akad harus dirumah,dan lagi pula Dea tidak ingin acara yang mewah..
Acara tahlilan sudah selesai..Dea dan Prasetyo kembali ke rumah..
Dea terlihat diam dan hanya diam.saat sampai rumah dia langsung masuk ke kamar. Di tangannya dia menggenggam erat surat dari ibunya,namun dia belum berani membukanya. Dea menunggu benar benar siap untuk membuka surat itu .
semuanya begitu tiba tiba.
Dea teringat perkataan mama Ani "ibumu ke kota tidak akan kembali ke desa itu lagi".dan ahirnya terjadi,ibu tidak akan kembali ke Desa itu lagi, maafin Dea ya bu..Dea belum sempat membahagiakan ibu dan bapak. Dea belum sempat mengajak ibu sama bapak makan makanan yang enak.
Prasetyo masuk ke kamar Dea.dia merasa Dea butuh teman,Prasetyo tidak mau membiarkan Dea bersedih sendirian..
Prasetyo memeluk Dea,menangislah sayang,keluarkan semua air matamu,kamu tidak perlu menahannya di depanku.dipelukan Prasetyo Dea menumpahkan semua air matanya, Prasetyo merasa pilu mendengar tangisan Dea. begitu menyayat hati, kenapa hidupnya setragis ini.prasetyo berjanji akan selalu membahagiakan Dea
De apa hari pernikahan kita ditunda dulu?
nggk usah mas,selenggarakan saja besok.
apa kamu nggk papa de?
nggk papa mas..apa yang sudah terjadi tidak akan kembali,ditunda pun pada ahirnya akan menikah juga,kasian mama sama papa yang antusias mempersiapkan semuanya.
Prasetyo merasa tidak salah memilih istri Dea sangat Dewasa meskipun umurnya masih muda.
Seandainya aku tidak mematikan ponsel ku mungkin ini semua tidak terjadi mas,bagaimana kalau nanti Rosa menyalahkan aku mas?
suatu saat Rosa pasti mengerti de..
__ADS_1
ini semua sudah menjadi takdir,tidak ada yang perlu disalahkan..menyalahkan seseorang pun tidak akan mengembalikan seseorang yang sudah pergi. Ikhlaskan ibu dan bapak,biar beliau tenang disana,doakan Rosa semoga lekas pulih..Prasetyo terus menenangkan Dea supaya tidak terus terusan menyalahkan diri dan ahirnya Dea pun tertidur di pelukan Prasetyo.entah kenapa Dea merasa nyaman saat berada di pelukan Prasetyo,perlahan hati Dea terbuka dan menerima Prasetyo.
...Bersambung...