Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Masih Terulang Kembali


__ADS_3

Mami menarik nafas dalam dalam untuk menghilangkan jengkel di hati nya


"mami mau kembali ke Malang hari ini"


"tapi mi" kata mas irwan


"kenapa,, bingung gak ada yang ngerawat kamu?tanya mami dengan melihat ke arah ku" terserah kamu mau minta siapa yang mau merawat kamu"kata nya sambil berlalu dan keluar dari ruangan mas irwan aku berusaha mengejarnya


"mi,,, " panggil ku dengan menarik tangan nya


"apa lagi? tanya mami" mami bingung sama kamu ga sebenar nya hati kamu itu terbuat dari apa?


"untuk kali ini saja mi"


"untuk apa, merawat nya?


" iya mi"


"kamu istri nya jadi kamu bisa merawat nya"


"tapi mi"


"kalau begitu biarkan saja"kata nya dengan tetap berjalan dan mengabaikan ku


" mi"


"apa lagi? melihat ku kembali"dia bisa membayar perawat atau dia bisa meminta bantuan agar pacar nya mau merawat nya"kali ini mami benar benar pergi di ikuti dengan pak kardi di belakang nya, apa yang harus aku lakukan apakah aku harus kembali ke kamar nya atau kembali ke kantor. aku memutuskan ke kamar nya sebentar setelah itu aku akan kembali ke kantor itu lebih baik. ku buka pintu ruangan nya dan aku melihat dia berusaha duduk dengan spontan aku membantu nya


"maaf kan aku ga" kata nya dengan melihat ke perut ku


"ndak ada yang perlu di maafkan"


"selama ini aku udah terlalu sering menyakiti mu"


"sadarkah kamu mas?


" kamu taukan gimana sikap nya?


"aku sangat mengenal nya"dengan menahan tubuhnya untuk menyusun bantal agar dia lebih enakan untuk duduk


" wow, kamu seperti istri nya saja ga"terkejut nya aku mendengar suara itu ternyata mereka karyawan mas irwan termasuk teman ku sekantor dulu, muka ku merah merona seperti tomat terbakar


"jangan dekat dekat dengan mantan bos ga ntar yang ada suami kamu cemburu kalau melihat nya" aku buru buru menjauh dari nya, intan mendekati ku


"kamu merawat nya ga? tanya intan pelan, aku mengangguk kan kepala" sejak kapan?


"tadi malam" semua mendekati mas irwan aku sibuk dengan intan


"sudah di akui belum kalau kamu itu istri nya? aku mencubit pinggang nya pelan" aw sakit tau"jerit nya


"gimana kabar nya pak sudah baikan?


" ya sudah mendingan wi"


"sebenar nya bapak ada hubungan apa sama iga kok sampai segitu nya dia merawat bapak? pertanyaan teguh membuat mas irwan melihat ke arah ku sambil tersenyum

__ADS_1


" saya boleh berbicara sama kalian?


"tentu boleh dong pak" jawab intan


"tapi janji kalian jangan mengatakan hal ini pada siapapun"


"rahasia banget ya pak?


" iya, tapi janji dulu"


"iya janji" jawab mereka serempak


"kalau ada orang lain yang tau berarti ada di antara kalian yang menyampaikan"


"aduh pak kalau mau niat ngomong ya ngomong aja pak"


"masalah nya bukan seperti itu"


"lalu apa pak?


" saya gak mau winda sampai tau hal ini"


"jadi winda belum tau kalau pak irwan kecelakaan?


" bukan"


"udah pak gak usah di kasih tau"


"kelamaan bapak ngomong nya buat kita penasaran aja"


"benar" kata mereka


"dengan winda pak? tanya kang lilin


" kalau udah menikah dengan winda ya gak papa to pak, bapak sudah kelihatan mesra dengan nya"


"masalah nya bukan sama winda"


"ha" mereka semua terkejut dan langsung melihat ke arah ku


"jangan bilang kalau bapak itu suami nya iga? tanya ica


" ya aku suami nya iga"mereka tambah terkejut mendengar nya apa lagi aku dan aku berharap ini bukan mimpi kalau mas irwan sudah mengatakan pada karyawan nya kalau aku istri nya bahagia kah aku, senang kah aku atau aku harus bersedih.


"aduh pak ini berita besar"


"besar apa?


" selama ini bapak menutupi pernikahan dan istri bapak sementara bapak masih jalan sama pacar bapak, tega banget bapak"


mas irwan hanya diam dengan menatap ke arah ku


"ternyata bapak pelaku nya?


"pelaku apa?

__ADS_1


" pelaku yang membuat iga menjadi hamil"


"saya hilap"mereka mencibir dengan senyuman sinis


" hilap kok sampai hamil pak"kali ini mereka mendekati ku


"aduh ternyata wanita cantik yang selama ini aku kagumi adalah istri bos ku" kata bang haris


"jangan macam macam ris"


"aku mengagumi nya bukan mencintai nya"


"dari kagum lah cinta itu datang"


"sudah kang lihin"mereka tertawa


" beneran ga,,,maaf maksud aku bu iga kalau ibu istri nya pak irwan?


"jangan panggil aku bu iga"


"maksud aku nyonya Iga sandriawati"mereka tertawa melihat ku yang tersipu malu


" jangan malu ga to juga sudah terjadi"mas irwan menatap ku dengan senyum manis, harus kah aku bahagia atas pengakuan nya di depan karyawan nya kalau aku adalah istri nya belum aku belum bahagia sebelum winda mengetahui kalau aku adalah istri ke kasih nya


"kami pamit pak dan cepat sembuh ya"


"ingat pesan saya"


"ingat pak" jawab mereka serempat dengan memonyongkan bibir nya


"kami pamit dulu bu iga" kata mereka dengan tersenyum, kali ini aku hanya tersenyum mendengar candaan mereka


"ntar kalau lahiran undang kami ya"


"pasti"


mas irwan sudah menjawab duluan sebelum akun menjawab nya, benarkah mas irwan sudah benar benar berubah atau ah aku ndak boleh berburuk sangka mudah mudahan ini awal yang baik buat hubungan kami. aku begitu canggung di depan nya sehingga ndak mampu berbuat apa apa karena aku belum terbiasa makan berdua seperti ini dengan tatapan penuh cinta dari nya


"kenapa kamu diam aja?


" ndak ada"jawab ku tersipu malu


"ya udah duduk sini" dengan menunjuk kursi yang berada di sebelah nya aku pun mengikuti perintah nya"kamu udah makan?pertanyaan yang pertama kali aku dengar dengan nada lembut dan senyum manis di bibir nya, aku berharap dia ndak akan mencampak kan ku setelah ini


"belum"


"makan lah aku juga lapar"


aku jadi lupa dengan bekel yang di bawa bi surti dengan cepat aku ambil dan ku buka di atas tempat tidur nya wow menu nya mewah banget


"aku mau sop nya" ku ambilkan dan ku berikan pada nya, lagi lagi aku di buat nya bahagia hari ini atau ini pertanda kalau aku dengan nya akan berpisah kalau memang seperti itu mah ndak mau aku harus siap, suka ndak suka harus ku terima.


"setelah ini aku boleh tinggal sama kamu" deg jantung ku berdebar debar mendengar permintaan nya


"kalau dia tau bagaimana?

__ADS_1


" winda dia gak bakalan tau"


Aku hanya diam dengan menatap nya karena setiap kali aku mendengar nama winda hati ini terasa sakit dan teras sesak karena aku yakin nama itu selalu ada di hati nya.


__ADS_2