Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Masih Dijenguk


__ADS_3

"tenang tan, sebentar lagi datang?jawab mbak era, suasana hati ku jadi ndak enak, seperti suasana perut ku yang mual, apa karena ini pengaruh mbak Winda yang menggenggam tangan mas irwan, ndak,,,,bukan nya aku sudah terbiasa melihat hal seperti ini,


" apa nya? tanya mas aris


"tau ne? jawab mbak dwi dengan menyenggol badan mbak era. mas irwan melepaskan tangan mbak Winda dan keluar, aku ndak tau apa yang akan di lakukan mas irwan


" cepat sembuh dong ga? kata kang lihin


"maksa banget kelihatan nya? kata mas aris


" aku tau ne...? goda mbak era, aku tersenyum, mereka sudah aku anggap seperti keluarga ku sendiri. mas irwan datang dengan membawa plastik, apa isi nya aku ndak tau


"apaan seh kamu ra? kata kang lihin


"bilang aja kang, aku rindu dengan wajah cantik mu iga? goda mas aris membuat mereka tertawa, terkecuali mas irwan yang kelihatan marah


" hahaha... betul sekali? kata kang lihin dengan tertawa


"kamu kapan bisa masuk ga? begitu mendengar suara mbak Winda semua nya terdiam


" belum tau mbak?jawab ku


"jangan terlalu sering izin, nanti gaji kamu bulan ini banyak kepotong? kata mbak Windanya dengan menunjukkan wajah ndak suka nya, sungguh sebenar nya wajah mbak Winda itu cantik, tapi sedikit pun ndak ada ramah ramah nya.


" iga kan lagi sakit mbak, bukan karena disengaja dia gak masuk kantor?


"sama aja? jawab mbak Winda ketus


" harus nya masih ada dispensasi kali mbak? kata intan

__ADS_1


"kamu pikir perusahaan ini dinas sosial apa?


" barang kali saja? jawab intan, semua memandang intan.


"sudah tan, sudah? kata ku dengan menggenggam tangan intan


" ga cepat sembuh ya? kata mbak era


"iya biar kita bisa kumpul bareng lagi?


" kita pamit dulu ya, takut gaji kami juga kepotong karena telat masuk? sindir mbak ica, karyawan paling lama di perusahaan mas irwan, mereka menyalami ku dan mbak era memberi ku amplop


"untuk apa ini? tanya ku dengan menarik tangan mbak era


" ga ini dari kami, kamu jangan melihat nilai nya ya ga, tapi kamu lihat niat kami ini?kata mbak era


"tapi mbak? kata ku


benar kah uang ini untuk biaya rumah sakit ku,batin ku dengan memandang amplop pemberian teman teman sekantor ku, lalu suami ku,,, kenapa aku ndak teringat uang dari mana untuk membayar biaya rumah sakit ku ini,mereka keluar


"daaa... iga? mereka pergi dengan melambaikan tangan nya, mbak Winda menyalami ku, dengan di ikuti mas irwan, tapi aku merasa mas irwan juga memberikan amplop pada ku, apa maksud nya, apakah karena untuk menghilangkan kecurigaan mbak Winda, atau ah sudah lah. aku berusaha tersenyum tapi sungguh aku ndak bisa tersenyum..aku baru saja berharap dengan hubungan yang baru aku kami mulai, tapi aku salah, ternyata mas irwan hanya memberikan ku harapan semu.


"pak saya izin ya, kasihan iga ndak ada yang menemani nya? kata intan


"kenapa kamu yang repot tan? tanya mbak Winda


"bagaimanapun iga itu teman dekat saya mbak, sebelum iga menikah kita temenan mbak?


"teman kan?

__ADS_1


"maksud mbak Winda apa!!! tanya Winda nyolot" kenapa yang berhubungan dengan iga menjadi musuh mbak Winda, apa masalah nya!! tanya intan yang masih nyolot


"sudah tan, sudah? kata ku dengan menarik tangan intan yang sedang berdiri, tapi intan melepaskan tangan ku dengan kasar sehingga hampir membuat tubuh ku terjatuh, beruntung aku pegangan pinggir ranjang" intan!! panggil ku, dengan sigap intan menolong ku, aku melihat mas irwan menggerakkan kaki nya untuk menolong ku tapi terhenti,


"kamu ndak papa kan? tanya intan dengan mengusap wajah ku" maafkan aku ga? kata intan dengan memeluk ku, kenapa aku menangis, sedihkah aku melihat suami ku yang ndak perduli terhadap ku pada hal dia di hadapan ku bahkan ketika aku hampir jatuh pun, sakitkah aku melihat perlakuan suami ku, kecewa kah aku dengan sikap suami ku, aku menangis sejadi jadi nya, ini tangisan kedua ku setelah yang pertama mas irwan mencari ku"kamu ndak usah sedih ga, ada aku yang selalu ada buat kamu? kata intan dengan mengusap punggung ku, mas irwan terdiam mematung tanpa bergerak"ajarin sopan santun pacar nya pak!! kata intan dengan melepaskan pelukan nya dari ku


"kamu pikir kamu itu siapa? ha!!!! siapa!! tanya mbak Winda gantian nyolot,


"dan mbak Winda itu juga siapa!! jawab intan"nasib saja yang masih beruntung terhadap mbak Winda, bisa punya pacar kaya, bisa jadi sekretaris?


"jaga bicara kamu!!


"kenapa mbak Winda marah, bukan kah itu benar? tangan ku menarik tangan intan" mau memecat saya silahkan mbak, saya ndak takut? tantang intan


"udah udah,,, malah berantam pula, ini rumah sakit, buat malu aja? kata mas irwan dengan pergi meninggalkan mbak Winda


" tunggu yang? panggil mbak Winda manja, intan mengulangi ucapan mbak Winda dengan bibir mengejek.


"suami seperti itu yang akan kamu pertahan ga? tanya intan


" entahlah? jawab ku dengan menarik nafas, ku baringkan


badan ku yang masih demam


"se endak nya kamu sudah tau dengan sikap suami mu itu?


" aku bingung tan?


"kenapa bingung? apa kamu sudah benar benar jatuh cinta dengan laki laki yang begitu sombong dan angkuh dan yang kamu anggap dia suami kamu?dia pikir siapa dia, mau berbuat enak saja? kata intan dengan nada kesal

__ADS_1


" apa aku tengah jatuh cinta ya tan?


"ya ampun ga, ya mana aku tau, tanya sama hati mu sendiri, tapi ingat,,, jangan pernah meletakkan cinta pada tempat yang salah, kamu tau artinya? kamu akan merasakan sakit, benci, kecewa, rasa ndak ingin hidup lagi. semuanya jadi satu, tapi aku berharap , kamu ndak akan seperti itu karena kasihan dengan biji kecambah mu? kata intan dengan mengusap perutku karena aku tengah berbaring"jadi lah calon ibu yang kuat buat anak mu ga? kata intan, aku diam, aku masih teringat mas irwan yang tangan nya di genggam mbak Winda begitu mesra, benar aku merasakan sakit yang teramat di hatiku, benar,,, aku merasakan cemburu yang begitu menggebu gebu, yang sesaat bisa membakar hati ku. aku ndak pernah merasakan hal seperti ini, karena mas dio ndak pernah membuat ku cemburu, ndak pernah menyakiti ku, mas dio pacar yang paling setia untuk ukuran ku, ndak pernah membuat kesalahan ketika kami masih menjalin kasih.


__ADS_2