
begitu sampai ke rumah,ibu semakin menangis sejadi jadi nya,apa lagi di lihat bendera warna hijau dan kuning sudah terpasang di jalan di tambah suasana rumah sudah begitu ramai dengan kehadiran saudara dari bapak dan ibu juga para Jiran tetangga,ibu berlari di ikuti ketiga adik ku dan mereka langsung memeluk jenazah bapak dan menangis bu'de Mira mengusap punggung ibu
"sing sabar yo san"ndak ada suara yang terdengar hanya suara tangisan,aku duduk di bantu dengan mas Irwan dan mami,ku sandarkan tubuh ku di dinding dan aku menangis sejadi jadi nya
"sabar yang"kata mas Irwan dengan menghapus air mata ku"Manusia boleh berencana tapi Allah yang menentukan"aku hanya mampu menangis,harus kah aku bahagia,haruskah aku senang melihat bapak ku meninggal,ndak,,,, bagaimana pun bapak pernah merawat ku,membesarkan ku dengan penuh kasih sayang,bapak juga sudah aku anggap sebagai bapak ku dan rasa nya begitu sakit bagi ku,bukan kah bapak meninggal itu arti nya ndak ada lagi yang akan menyakiti ibu ku,tapi bagaimana dengan adik adik ku,rasa nya beban ini begitu berat
Bapak sudah di makam kan,saudara dari bapak sudah pulang tinggal saudara dari ibu yang masih tinggal,aku duduk di pinggir ranjang di temani mami mas Irwan,karena mas Irwan sedang di luar untuk ta'ziah,
"kamu jangan nangis terus"kata mami mas irwan,aku hanya diam dengan menatap mami"ingat bayi yang ada di kandungan kamu"kata mami dengan mengusap perut ku
"aku bingung mi"
"bingung kenapa?
"bagaimana dengan masa depan adik adik ku mi"mami tersenyum
"kalau itu jangan kamu pikirkan"
"tapi mi,,,,"
"mami dan suami kamu yang akan bertanggung jawab"
"sungguh mi?tanya ku,dan mami mengangguk kan kepala dan aku langsung memeluk nya,
Setelah tiga hari aku,mas Irwan dan mami akhir nya kami pulang ke Jakarta karena mami khawatir aku akan melahirkan di Jogja,di dalam mobil aku mulai merasakan mules dan aku pernah ngomong sama mami tentang hal ini dan mami bilang itu hal biasa bagi wanita yang sudah hamil tua,aku nyengir dengan mengusap perut ku dan mas Irwan menatap ku
"kenapa?sakit?tanya mas Irwan dengan mengusap perut ku
"mules mas,apa aku salah makan ya?tanya ku
"memang nya kamu ada makan apa ya?
"perasaan ndak ada mas"
"kalau gak ada kenapa mules?aku mengusap usap perut ku
"mi"panggil mas irwan
"ya,,,,"
__ADS_1
"perut iga mules mi"kata nya dengan melihat kebelakang melalui kaca spion
"mules?tanya mami dengan melihat ke arah ku"mules sekali?tanya mami
aku tersenyum dengan melihat ke arah mami,dan aku mulai merasakan pinggang ku juga mulai pegel dan panas
"ndak begitu sakit mi"bohong ku,tapi mas Irwan tau kalau aku sedang berbohong,dia berusaha ingin berbicara dengan mami nya tapi aku tahan dengan memegang paha dan menggelengkan kepala
"kamu yakin?tanya mami
"iya mi"jawab ku pelan sambil nyengir dan mas Irwan melihat ku dengan mengusap perut ku
"masih sakit?tanya mas Irwan dengan menyetir dengan sesekali melihat ke arah ku
"udah ndak"jawab ku pelan dan agak ku sandarkan badan ku agar terasa nyaman
akhirnya kami sampai,mang diman dan Bi Surti menyambut kami,aku membiarkan mami masuk ke dalam rumah duluan setelah itu mas Irwan membuka kan pintu untuk ku dan menggandeng ku masuk ke dalam kamar,begitu masuk ke dalam rumah mami ndak ada,mungkin mami sedang mandi,aku dan mas irwan menuju kamar,ku baringkan tubuh ku di ranjang kenapa pinggang ku semakin sakit,waktu sudah menunjuk kan angka Jam 22.00 wib malam,aku berjalan mondar dengan memegang pinggang ku dan sesekali bawah perut ku
"apa aku mau lahiran ya?tanya ku pada diri sendiri"tapi kata dokter satu Minggu yang lalu aku lahiran tiga Minggu lagi arti nya aku melahirkan dua Minggu lagi tapi kenapa sekarang aku merasakan tanda tanda akan melahirkan"
"kamu kenapa?tanya mas Irwan dengan menyentuh punggung ku
"ha,,lahiran?tanya nya terkejut"sebentar aku panggil mami ya?kata nya
"ndak usah mas"
"kenapa?
"ya kalau ini tanda tanda lahiran kalau bukan?kata ku"lagian mami lagi istirahat"
"kalau begitu kita ke rumah sakit ya?
"mau ngapain?
"periksa biar kita gak menduga duga"dia langsung menggandeng tangan ku menuruni anak tangga,begitu kami di ruang tamu bertemu dengan bi surti.
"mau kemana non?tanya nya
"mau beli sayur asam bi"jawab ku berbohong,Bi Surti menganggukkan kepala,kami langsung menuju mobil dan tancap gas
__ADS_1
"pelan pelan mas"kata ku dengan meremas paha nya,ini sakit teramat yang pernah aku rasakan,kadang hilang kadang datang
kami memasuki ruangan dokter Naura dan aku langsung duduk karena dr Naura sedang ada di ruangan operasi ada pasien yang lahiran.hampir tiga puluh menit kami menunggu akhir nya dr Naura datang juga
"eh apa kabar Ir?tanya nya dengan menjabat tangan ku dan mas Irwan
"baik"
"tumben malam malam begini datang ada perlu apa?
"coba kamu periksa istri ku Ra,seperti nya dia mengalami kontraksi"kata nya dengan mengusap perut ku
"mari"ajak nya dan aku berbaring di tempat tidur yang sudah di sediakan,dan aku ndak tau apa yang di lakukan nya
"istri kamu mengalami kontraksi dan sekarang lagi bukaan satu"
"apa itu arti nya istri ku mau melahirkan ra?
"iya"mas Irwan tersenyum dengan mencium kening ku bertubi tubi
"tapi kalau di lihat dia akan lahiran nya besok siang atau sore"
"lama benar"
"biasa anak pertama Ir,bayi nya lagi cari jalan".
"jalan,apa itu bayi ku lagi jalan jalan?
"bukan,yang pasti ini tanda tanda istri kamu mau lahiran"
aku di bantu suami ku untuk duduk dan turun dari tempat tidur
"gak perlu obat,nanti kalau misal nya sakit nya semakin parah bawa aja kemari"
"terima kasih Ra,aku udah gak sabar menunggu pangeran ku lahir"kata nya dengan tersenyum,
di dalam mobil mas Irwan selalu bertanya apa kah perut ku semakin sakit atau sakit nya berkurang dan aku menjawab dengan menggelengkan kepala,
"kalau sakit bilang aja gak usah di sembunyikan,dan aku juga tau kamu sedang kesakitan"kata nya"pasti sakit banget ya,aku pernah nanya sama Jono ketika istri nya lahiran kata nya sakit banget yang"kata nya lagi dengan wajah menyeringai.
__ADS_1
"kenapa mas Irwan yang merasakan sakit?tanya ku,dia hanya tersenyum dengan menggeleng gelengkan kepala nya.