Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Masih Pulang Ke Rumah Ibu ku


__ADS_3

"aku ikhlas Bu"


"tapi mereka adalah adik tiri mu"


"bagi ku bukan Bu,mereka sangat baik pada ku"


"terima kasih nduk"kata ibu dengan memeluk ku"dari masih dalam kandungan kamu sudah hidup susah nduk"


"tapi aku sangat beruntung memiliki orang tua seperti ibu"


"ibu yang sangat beruntung memiliki anak seperti kamu nduk"


"kita sama sama beruntung Bu"kata ku dengan memeluk nya dan ibu mengusap usap kepala ku


"apa pun keputusan mu ibu ndak akan ikut campur nduk"


"sungguh Bu?tanya ku dan ibu menganggukkan kepala dengan tersenyum ku peluk erat erat ibu ku seperti ndak ingin melepaskannya..


waktu baru menunjukkan angka 19.00 dan kami sekeluarga sedang menikmati makan malam,pada hal malam ini masih ada acara di rumah bu'de Mira tapi untuk malam ini kami sekeluarga ndak hadir


"mbak iga Ndak usah ke Jakarta lagi saja kita ngumpul di sini saja,,mbak iga kan sudah lama sekali kerja di Jakarta"kata Rino,aku hanya tersenyum dengan menggigit lalapan mentimun,bapak menatap Rino yang sedang mengoceh.


"sudah jangan bicara nanti tersedak"kata bapak,ibu memandangi Rino


"kalau mbak iga ngumpul disini kan enak Bu"


"iya,,,mbak akan tinggal disini"kata ibu dengan menatap ku


"sungguh Bu?tanya nina,ibu menganggukkan kepala dengan bersamaan mereka mengatakan hore terlihat dengan jelas wajah mereka sedang bahagia dan dari luar terdengar dari luar suara seseorang memanggil nama ku


"siapa mbak?tanya nina


"ndak tau"jawab ku dengan bangkit


"biar Nino saja yang membuka pintu mbak"kata nya dengan bangkit dan aku duduk kembali


"makan nduk biar bayi kamu sehat"


"iya Bu"jawab ku dengan mengambil tahu goreng


"Bu"panggil seseorang ternyata Ica dan tari


"eh kalian belum pulang to?tanya ku sambil berdiri dan berjalan menuju mereka


"ibu makan aja dulu"kata tari


"saya sudah kenyang"jawab ku dengan mengusap mulut ku"Bu aku ke depan ya"ibu menganggukkan kepala,tari dan Ica mengikuti langkah ku"tau dari mana kalau rumah saya di sini?


"tadi saudara dari istri Ramadhan yang ngantar kemari Bu"

__ADS_1


"silahkan duduk"aku duduk dengan memegang bawah perut ku


"terima kasih Bu"


"ada hal pentingkah sehingga kalian kemari?


"kami ingin menginap disini Bu?


"menginap di sini?


"iya Bu"


"di rumah saya ini?


"kenapa Bu,,,gak boleh?


"bukan Ndak boleh ntar yang ada kamu berdua kepanasan karena Ndak ada AC nya"


"ibu bisa tinggal di sini"


"saya?kata ku dengan tersenyum"kalau saya mah sudah terbiasa hidup susah ca"


"bagus dong bu itu artinya ibu itu orang nya sederhana"


"jangan menyanjung saya terlalu berlebihan"kata ku dan Nina membawakan tiga gelas teh


"diminum mbak"kata Nina


"cuma teh mbak"kata Nina dan berlalu dari hadapan kami,ketiga adik ku anak nya sopan sopan mereka Ndak pernah muncul ketika ada tamu.


"adik Bu iga?tanya ica


"iya,,kalian sudah pada mandi?


"belum Bu"jawab mereka bersamaan


"minumlah teh nya"kata ku dan mereka pun meminum nya hingga habis"jangan terburu buru saya di sini bukan pimpinan kalian berdua"


"ibu tetap pimpinan kami Bu"


"itu kalau di kantor kalau disini Ndak"jawab ku sambil berdiri untuk menuju kamar ku,mereka begitu terkejut ketika memasuki kamar ku sederhana tapi rapi bersih dan wangi"ini kamar saya kecil"


"tapi nyaman bu"mereka meletak kan barang di lantai


"jangan di lantai nanti kotor"


"gak Bu"jawab mereka


"kalian mau mandikan?tanya ku"biar di antar oleh Nina"

__ADS_1


"ibu jangan repot repot Bu"aku hanya tersenyum dan Nina pun datang kembali"nin tunjukan pada mereka dimana kamar mandi nya"


"baik mbak"sopan banget adik nya mbak iga,batin Rati


Ku baringkan tubuh ku mata ku pejam kan dengan mengusap usap perut ku,ibu masuk ke dalam kamar ku dan duduk di sebelah ku


"nduk"panggil ibu dengan menyentuh tangan ku membuat aku terkejut


"siapa mereka?aku berusaha untuk duduk tapi ibu"berbaring saja"


"mereka itu karyawan ku Bu"


"ada apa mereka kemari?


"mereka habis undangan dari tempat Bu'de bu"


"mereka mengenal Bu'de Mira to?


"bukan Bu tapi menantu Bu'de Mira itu kerja di perusahaan mami nya mas Irwan mi"


"oh,,,lalu?


"mereka mau menginap di sini Bu"


"memang nya mereka bisa tidur karena penat"


"sudah aku sampaikan Bu dan mereka tetap maksa Bu"


"kalau mau mereka seperti itu biarkan saja"kata ibu,aku menganggukkan kepala"ya sudah istirahatlah ibu hanya penasaran dengan kedatangan mereka"kata ibu sambil berdiri dan keluar dari kamar ku,ku pejamkan kembali mata ku dan tanpa sadar aku tertidur dan aku Ndak tau ketika Ica dan Rati masuk ke dalam kamar dan duduk di sebelahku


"kasihan Bu iga ya mbak"kata Ica


"iya ca padahal Bu iga itu baik dan sederhana banget tapi pak Irwan"


"hus"kata Ica dengan menutup mulut Rati"jangan kuat kuat nanti kalau dengar Bu iga bisa bangun"


"kurang apa coba Bu iga ca,cantik pintar sederhana lembut lagi ca"


"entahlah mbak"aku terbangun dan melihat mereka sedang duduk di pinggir ranjang ku


"sudah mandi kalian berdua?tanya ku


"sudah Bu"aku menggeser kan badan ku dan mereka membaringkan tubuh nya di sebelah ku


"tidurlah malam sudah larut"kata ku dengan memejam kan mata,tapi sungguh aku masih memikirkan tentang kelanjutan hubungan ku dengan suami ku apa yang harus aku lakukan haruskah nasib ku sama seperti ibu ku menjadi janda ketika sedang hamil kalau itu yang terbaik aku harus ikhlas dan kuat karena aku yakin kalau kami berpisah karena kami ndak jodoh. hp ku berdering ku lihat panggilan masuk mas irwan mau ngapain dia nelpon sifat nya terlalu ke kanak kanakan,beberapa panggilan masuk dari mas irwan tapi aku Ndak mengangkat nya,aku keluar dari kamar dan berjalan ke dapur untuk mengambil air mimun dan aku melihat ibu sedang duduk di meja makan dengan memainkan jari nya


"ibu kenapa?tanya ku,ibu terkejut


"kamu mau ngapain?

__ADS_1


"haus mau minum Bu"jawab ku dengan melirik ke arah ibu"ibu kenapa?ibu hanya diam tapi aku sungguh yakin kalau ibu memiliki beban sehingga ibu sampai sebegitu mikir nya,apakah ibu memikirkan rumah tangga ku atau aku di sini menjadi beban untuk nya.


__ADS_2