Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Dea menghilang


__ADS_3

Hari hari berlalu kini kehamilan Dea sudah menginjak 7bulan sudah mulai susah bagi Dea untuk melakukan aktifitas seperti biasanya.tidur pun mulai tak nyenyak,karena kandungan Dea lemah ahirnya Rosa memutuskan untuk tinggal dirumah kakaknya. Rosa takut terjadi sesuatu dengan kakaknya saat kakak iparnya di kantor.


Semenjak hari itu hubungan Dea dan Prasetyo agak renggang. Dea hanya berbicara seperlunya dan menjadi dingin. Prasetyo sudah berusaha memperbaiki keadaan namun Dea semakin menjauh.Prasetyo butuh seseorang yang memperhatikan dirinya,memberinya kasih sayang kepadanya,namun sekarang perhatian kasih sayang dan senyuman itu sudah mulai hilang dari Dea. Prasetyo pun mulai nyaman disamping Amira,karena slalu mengerti perasaannya,dimata Prasetyo sekarang Amira sudah berubah,dan menjadi wanita yang baik dan dewasa.hari ini Prasetyo ada dinas luar bersama Amira, karena hanya Amira yang tau tentang proyeknya itu,jadi yaa mereka berangkat bersama.


Amira sudah menyusun rencananya dengan rapi,dia akan menikmati hari ini bersama Prasetyo hingga Prasetyo lupa akan istrinya.


Prasetyo mengabari Dea tentang pekerjaannya.


"halo sayang,malam ini aku pulang telat,aku ada pekerjaan di luar kota"


" iya mas,hati hati ya.sama siapa keluar kotanya"? tanya Dea


" Sama Amira sayang,hanya dia yang tau tentang proyek ini" sahut Prasetyo di sebrang sana.meskipun Dea bersikap dingin Prasetyo tetep berusaha biasa saja.


" ooh baiklah" Dea lalu menutup teleponnya"


" selalu saja Amira Amira Amira " Dea sangat kesal sekali hari ini.


" Rosa apa kau sibuk hari ini"?tanya Dea


" enggak kak,kenapa"? jawab rosa


"Ayo kita keluar,aku rasanya pengen jalan jalan ke taman" kata Dea.


" Ayo kak,kebetulan banget aku udah lama ngg jalan"?


mereka pun bersiap untuk keluar jalan jalan..


mereka makan jagung bakar,es cream,bersenda gurau,terlihat rukun sekali. namun dari kejauhan ada sosok pria yang sedang mengintai mereka,pria misterius itu diam diam mengambil foto Dea lalu mengirimnya ke Prasetyo


" Apa kau tidak khawatir dengan istrimu tuan Prasetyo,sedang hamil tua malah dibiarkan jalan sendiri,dan kau malah Asyik bersama Amira,karena kamu tidak bisa membuatnya bahagia,dengan tetap mempekerjakan mantanmu itu artinya kamu masih menyimpan rasa dengannya,dan membiarkan istrimu memelihara rasa cemburunya.harusnya kau mengganti sekretaris dengan seorang pria.aku akan mengambilnya darimu" Ancam pria itu,dan pesan pun terkirim


ponsel Prasetyo bergetar,saat melihat pesan itu dia sangat terkejut melihat isi pesan dari nomor baru itu.entah siapa laki laki itu,dia berusaha menelpon nomor itu namun nomornya sudah tidak aktif. nomor Dea aktif namun tidak diangkat,karena Dea tidak membawa Hp,dia berpikir suaminya tidak akan menghubunginya lagi,karena sedang sibuk.begitupun Rosa karena Hp Rosa di mode silent.


Prasetyo mengirim pesan kepada Rosa

__ADS_1


*Rosa cepat bawa pulang kakakmu,ada orang yang mengintai kalian* Prasetyo terus berusaha menelpon namun tetap saja tidak diangkat.


...--...


"Rosa aku rasanya pengen ke kamar mandi,dimana ya kamar mandinya" ucap Dea sambil menahan buang air kecil.


" kakak si perut udah besar gitu ngajak keluar,pasti deh dikit dikit ke kamar mandi.ayok ku antar ke kamar mandi kak" kata Rosa sambil menggandeng tangan kakaknya.


Rosa menunggu di luar,tiba tiba ada seseorang membekap mulutnya dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius,Rosa pun tak sadarkan diri.hal serupa terjadi juga dengan Dea,Dea keluar dari kamar mandi tiba tiba ada tangan laki laki yang membekap mulutnya,tiba tiba Dea tidak sadarkan diri.


...--...


Prasetyo terus menghubungi Rosa,telepon pun diangkat


" halo Rosa kamu dimana,cepat pulang," namun Prasetyo terkejut saat mendengar suara ibu ibu yang mengangkat telefon Rosa


" Maaf tuan,saya menemukan Hp ini di depan kamar mandi.dari tadi telfonnya berdering makanya saya memberanikan diri untuk mengangkatnya.kalau tuan mau mengambil hp ini saya titipkan di Security taman ya" tutur ibu ibu itu yang menemukan hp Rosa


Lalu Prasetyo meminta bantuan papanya


" ada apa Pras"? papa deni terdengar bingung


" pa Dea dan Rosa di culik, tolong papa cari tau saja nomor itu,itu nomor orang yang menculik Dea,tadi dia juga mengirim foto Dea dan Rosa sewaktu di taman,aku akan segera pulang pa,urusan disini ku serahkan sama Amira" Amira yang mendengar merasa sangat marah,bukan ini yang dia harapkan,kenapa rencananya selalu gagal.


...--...


Setelah lulus Sekolah Ariel ke Amerika bersama orang tuanya.


dirinya kini menjadi laki laki yang kuat dan tidak terkalahkan.baik dari segi fisik maupun harta.suatu hari Ariel melihat Prasetyo keluar dari cafe bersama Amira. dia sangat marah karena dia merasa Prasetyo sudah menyakiti Dea,awalnya Ariel sudah merelakan Dea,namun diam diam Ariel terus memantau Dea dan Prasetyo untuk memastikan apakah Dea benar benar Bahagia,namun Ariel merasa ganjil. Prasetyo sering keluar bersama Amira tanpa Dea. dan mulai saat itu Ariel bertekad merebut Dea darinya.


...--...


Dea sudah siuman,dia melihat sekeliling kamar,sangat mewah,tapi ini bukan kamarnya


" Kamu sudah bangun" suara bariton itu mengagetkan Dea, dia sangat terkejut melihat siapa yang sedang duduk di sofa memandangnya.

__ADS_1


" Ariel, apa itu kamu"? tanya Dea


" Kau melupakan aku"? kata Ariel


" Apa yang kamu lakukan? kamu menculik ku? apa salahku?" Dea terus bertanya sambil ketakutan


" tidak usah takut,aku tidak akan menyakitimu.kamu aman disini,tidak akan ada orang yang tau keberadaanmu.setelah q menunjukkan sesuatu kepadamu mungkin kau pun tidak ingin kembali.


" Apa maksudmu riel"


lalu Ariel menunjukkan Foto Prasetyo saat bersama Amira,saat di cafe,di club,di hotel.


Hati Dea sangat hancur saat mengetahui semuanya.kecurigaannya selama ini benar.


pikiran Dea begitu kacau,dia bener bener frustasi.selama ini dia berusaha percaya dan mengabaikan pikiran pikiran buruk tentang suaminya. Dea terus melamun,dan pandangannya kosong.entah apa yang sedang dia fikirkan saat ini


...--...


orang orang suruhan papa Deni tidak bisa melacak keberadaan nomor itu.


Prasetyo yang mendengarnya pun semakin kalut.dia tersadar,apakah ini hukuman buat ku karena sering mengabaikan istriku sendirian dirumah.prasetyo menuju rumah orang tuanya


dengan berat hati dia menceritakan rumah tangganya selama ini.


Aku terlalu nyaman saat berada disamping Amira ma pa hingga aku lupa dengan Dea,aku sering pulang larut,Amira sangat mengerti perasaan ku,dia selalu memberi perhatian kepadaku. Dea pernah membaca pesan dari Amira di ponselku,semenjak itu Dea bersikap dingin kepadaku.aku sudah menjelaskan,aku sudah meminta maaf namun Dea tetap bersikap dingin.sikap dinginnya itu membuat aku lebih merasa nyaman bersama Amira


Mama Ani yang mendengar pun sangat marah


" Mama Ani menampar Prasetyo dengan sangat keras. Dea sedang hamil besar dn kamu menyiksa batinnya. kamu pantas menerima hukuman ini.saat Dea menghilang kamu baru sadar.kemarin kemana aja (teriak mama Ani)


Dea pasti terluka hatinya,pa aku udah bilang jangan kerjakan Amira bersama Prasetyo.kamu selalu bilang tidak akan terjadi apa2.lihat ini semua juga salahmu pa.kamu ngg malu sama almarhum Alex dan indah pa, demi menjaga perasaan Dea harusnya sekretaris Prasetyo tu laki laki".bagaimana Nasib menantu dan juga calon cucuku,apa dia baik baik saja"mama Ani terus menangis.


papa deni hanya diam,dia juga merasa bersalah.


"papa akan bantu kamu buat menemukan Dea dan Rosa" kata papa deni sambil menatap prasetyo.dia lalu masuk ke ruang kerjanya.memberi perintah kepada bawahannya untuk mencari tau tentang Amira. Apa dia sudah benar benar berubah atau kebaikan yang dia tampilkan hanya untuk menjerat Anaknya. kalau kebaikannya hanya untuk menarik simpati Prasetyo,bisa jadi yang menculik Dea adalah orang suruhan Amira.

__ADS_1


"aku tidak akan mengampuni siapapun yang telah menyakiti menantu dan calon cucuku" gumam papa deni


__ADS_2