Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Kecewa


__ADS_3

Hari ini aku benar benar malas untuk melakukan kegiatan apa pun ketika mengingat kejadian yang memalukan tadi malam,ketika dia ke kantor aku masih berbaring,sungguh kepala ku sangat sakit,mungkin ini akibat aku ndak ada sedikitpun memejamkan mata setelah kejadian itu,mata ku sembab dan aku ndak ingin ibu melihat semua nya,belum lagi ibu sembuh dari perbuatan suami nya dan ibu harus menahan malu karena ulah putri nya.


"ndak"batin ku,aku benar benar dilema


"iga ndak sarapan nak?tanya nya pada suamiku


"iga kepala nya pusing Bu"Nina melirik mas Irwan tapi dia sedikit pun ndak tertarik,mas Irwan berdiri


"kenapa ndak sarapan nak?tanya ibu


"udah telat Bu"jawab nya"oya Bu jangan lupa bangun kan iga untuk sarapan ya"


"iya nak iya"setelah itu dia pergi dan ibu menuju kamar ku


"iga"panggil ibu dengan membuka tirai jendela"sudah siang nduk"aku menggeliatkan tubuh ku dan ku tarik selimut,ibu akan curiga jika melihat mata ku sembab"ndak baik hari gini belum bangun,suami kamu sudah berangkat kamu masih tidur"ibu menarik selimut ku dan aku ndak bisa mengelak dan benar ibu terkejut melihat mata ku yang sembab"mata kamu kenapa sembab nduk?tanya ibu penuh curiga"kamu bertengkar dengan suami mu?aku menggelengkan kepala"lalu kenapa?


"ndak tau Bu kepala ku pusing dari tadi malam"jawab ku dengan memijit kepala ke


"kamu ndak sedang berbohong kan?


"ndak Bu"


"ibu hanya ndak mau kamu bertengkar hanya gara gara ibu dan ketiga adik mu numpang di rumah suami mu"


"ibu jangan berpikir seperti itu"kata dengan memegang tangan ibu"Bu"


"ya"


"boleh aku memeluk ibu"kata ku


"kamu itu anak ibu nduk"aku langsung memeluk ibu erat erat sambil menangis,ingin aku mengatakan kejadian tadi malam pada ibu tapi aku ndak ingin melihat ibu menjadi malu kepada menantu nya atas perlakuan putri nya


"kamu kenapa?tanya ibu dengan mengusap kepala ku


"ndak tau ni Bu bawaan nya kok pengen nangis saja"ibu tertawa


"kamu itu sekarang baperan kalau anak muda sekarang bilang nduk"ibu ndak tau kalau sekarang hati ku tengah hancur berkeping keping karena perbuatan adik ku dengan suami ku


"sudah,,sudah,,,"ibu mengusap punggung ku"buruan mandi sudah siang"


"oh iya Bu,hari ini aku ada urusan ke kantor"kata ku sambil bangkit dengan mengusap mata ku yang merah dan sembab,aku langsung mandi dan memakai baju hamil model daster sepanjang betis,aku turun dan di meja sudah tersedia jus buatan bi Surti


"non"panggil bi Surti,aku melihat kearah nya"jus nya jangan lupa di minum"aku langsung meneguk nya sampai habis


"bi"


"ya"


"kalau ada yang mencari saya bilang saya ada urusan sebentar ya"kata ku dengan berjalan menuju pintu keluar dan bi Surti mengikuti ku dari belakang

__ADS_1


"non iga mau naik mobil?


"ndak,saya mau naik angkot saja bi"


"mang diman ada non"aku tersenyum dengan memegang punggung nya


"sudah lama saya ndak naik angkot"aku tersenyum,dia mengikuti sampai depan rumah


"bi Surti mau kemana?


"nemani non iga nunggu angkot"


"ndak perlu bi"kata ku dengan memegang tangan nya"macam mau pergi kemana saja"


"nanti kalau den Irwan nanya ni Surti jawab apa non?


"bilang saja saya sudah ada urusan"aku menyetop angkot dan naik,untuk sementara aku ingin sendiri bukan ada maksud lain tapi aku memang benar benar ndak ingin melihat wajah Nina,aku akan ke rumah intan mungkin ini lebih baik,


"Tan kamu dimana?tanya ku


"lagi ngantor ga,eh apa kabar?kamu dimana?


"baik,lagi di angkot"


"ngapain kamu di angkot?


"kamu kenapa?


"nanti aku cerita sama kamu kalau kamu sudah pulang"


"ya sudah kunci di tempat biasa ya"hp ku matikan,ku tarik nafas dalam dalam dan aku tau semua orang memandang ku ntah aku begitu cantik atau merek memandang mata ku yang sembab,biarlah mereka berpikir yang bukan bukan tentang ku to aku ndak mengenal mereka,hanya butuh waktu 25 menit aku sampai di gang rumah intan,ku buka pintu rumah intan,tumben rumah nya bersih aku tau mungkin pacar nya sering main kemari jadi dia merasa malu kalau melihat rumah nya ndak bersih,pintu aku kunci kembali dan langsung menuju kamar intan,ku buka jendela lebar lebar agar angin masuk,ku sanggul rambut ku dan berbaring kembali di ranjang intan,kalau cuma mau numpang tidur kenapa aku harus ke rumah intan,handphone ku berdering ku lihat panggilan masuk mas Irwan,langsung ku letak kan handphone ku dan aku berusaha memejamkan mata ku yang bengkak,


"hallo bi?


"iya den"


"iga masih tidur bi?tanya nya


"sudah bangun den"


"bisa bi Surti panggilkan saya mau bicara"


"non iga sudah pergi den"


"pergi,,pergi kemana bi?


"kata nya ada urusan den"


"dengan mang diman dia pergi bi?

__ADS_1


"ndak den naik angkot"


"kemana bi?


"kata nya ada urusan den,sudah begitu ndak mau sarapan den,bibi lihat mata nya juga bengkak den"


"saya bingung bi"


"ya sudah di selesaikan baik baik den,kasihan non iga selama ini dia sudah cukup banyak menderita den"aku yakin mas Irwan mendengar kata kata bi Surti karena dari kecil bi Surti yang mengasuh nya


"ya baiklah bi"


telpon terputus mas Irwan masih duduk termenung mengingat kejadian yang ndak senonoh,aku harus bicara dengan ibu kenapa iga sampai sembab mata nya dan hari ini dia pergi entah kemana,ditelpon juga gak diangkat,batin nya


Waktu nya makan siang sedikitpun aku ndak merasa lapar,aku masih tidur dengan pulas,sampai intan masuk ke dalam pun aku ndak mendengar nya,aku mendengar samar samar suara gemericik air dari kamar mandi tapi mata ku ndak mampu ku buka,aku masih begitu nyenyak menikmati tidur siang,


"ga"panggil seseorang dengan menggoyang lengan ku pelan dan langsung memegang kening ku"kamu demam?tanya intan dengan bingung


"hmmm"dengan mata masih terpejam


"kerumah sakit yuk?ajak intan


"ndak usah,kamu pijit saja kepala ku"


"kamu pusing?


"ya"sahabat baik memijit kepala ku dengan lembut


"kamu belum cerita sama aku kenapa kamu kemari dengan mata sembab?ketika intan bertanya seperti itu aku langsung menangis dan memeluk nya"apa sebenar nya yang terjadi ga?aku menangis semakin kuat


"aku terlahir di takdirkan ndak akan pernah bahagia tan"


"kenapa kamu berbicara seperti itu?


"kenyataan nya tan"


"sebenar nya apa yang terjadi?


"suami ku berbuat mesum dengan Nina adik ku tan"


"lho kok bisa,bukan nya adik mu ada di Jogja to ga?


"panjang cerita nya Tan"aku mendengar intan menarik nafas begitu dalam


"kamu salah lihat kali"


"kamu pikir mata ku rabun?


"ya ndak begitu"aku memeluk intan erat erat untuk mengurangi beban yang aku alami saat ini

__ADS_1


__ADS_2