
"non iga ndak makan? tanya bi munah
" sudah kenyang bi? jawab ku sambil bersin bersin"aku ke kamar duluan ya bi? pamit ku
"iya non? bi munah menatap ku yang bersin bersin, perasaan waktu aku hamil ndak begitu ya, batin bi munah. sebelum masuk ke kamar aku melirik mas irwan, yang begitu santai nya merasa ndak memiliki beban hidup, megang handphone sambil senyum senyum sendiri, ku buka pintu kamar dan kututup kembali, seperti biasa ku baringkan tubuh ku di ranjang, hidung ku terasa tersumbat karena bersin bersin,
" tok tok..!! pintu di ketuk
"masuk ndak di kunci bi? jawab ku, karena aku tau pasti itu bi munah, kalau mas irwan itu ndak mungkin. bi munah masuk dengan membawa nampan yang di atas nya ada susu dan segelas air putih.
"di minum non? kata bi munah dengan memberikan ku segelas air putih dan dua butir pil vitamin, ini adalah kegiatan rutin baru bi munah setelah aku menikah dengan mas irwan, vitamin sudah aku minum, segelas susu yang aku minum, bi munah tersenyum, aku masih bersin bersin,
" kita kedokter non? kata bi munah
"ndak usah bi, aku mau istirahat saja? kata ku" Terima kasih bi? bi munah hanya menjawab dengan senyuman. bi munah keluar dan menutup pintu kembali, bi munah masih berdiri di depan pintu kamar ku karena aku masih bersin bersin. bi munah berjalan keruang TV untuk menghampiri mas irwan
"den? panggil bi munah
" hmmm? jawab mas irwan yang masih sibuk dengan handphone nya
"non iga dari tadi bersin bersin saja den? kata bi munah
" terus? jawab mas irwan yang masih sibuk dengan handphone nya tanpa memandang bi munah yang sedang berbicara dengan nya.
"kok terus den?
" lalu?
__ADS_1
"kok lalu den?
" jadi apa bi? tanya mas irwan dengan nada kesal
"ya di bawa kerumah sakit to den?
"ya ampun bi, cuma bersin bersin aja di bawa ke rumah sakit bi?
" habis mau di bawa ke mana den, bibi ndak tega melihat nya den?
"kalau gak tega jangan di lihat bi? jawab mas irwan ketus
" ya ampun den, apa den ndak pernah memikirkan non iga sedikit pun den?
"dengar ya bi, iga itu bukan anak bayi bi, yang semua harus di perhatikan?
"udah ah, kalau bi munah mau memperhatikan iga silahkan bi, saya gak melarang? kata mas irwan sambil berlalu dari hadapan bi munah dan pergi menuju kamar nya, bi munah mengelus dada, "ada ya suami seperti itu, kaya harta nya tapi begitu sempit hati nya? gumam bi munah sambil geleng geleng kepala, bi munah ke dapur dengan membawa nampan gelas kotor, tapi sebelum ke dapur bi munah kembali berdiri di depan pintu kamar ku untuk mendengarkan aku yang masih bersin bersin atau ndak, tapi aku masih bersin bersin juga, bi munah menarik nafas dalam dalam lalun berjalan menuju dapur, waktu sudah menunjukan pukul 10.00 malam, bi munah masuk kedalam kamar nya istirahat untuk menghilangkan rasa penat yang sudah bekerja seharian. hidung ku terasa tersumbat, untuk menghilangkan tersumbat hidung ku sedikit ku beri minyak kayu putih agar sedikit longgar, benar sudah sedikit longgar, aku mulai tertidur. aku terbangun karena terasa ingin buang air kecil, tapi badan ku terasa dingin dan menggigil, aku berusaha ke kamar mandi untuk buang air kecil, ku sentuh air nya, kenapa begitu dingin, dan batuk mulai menyerang ku, belum lagi hilang flu kenapa sekarang aku batuk dan menggigil, ku pegang kening ku, benar terasa panas, apa ini artinya aku demam, ku pakai sweater ku, jam menunjukan 01.00 dini hari, lalu ku buka pintu kamar ku dan kututup sedikit, aku berjalan ke dapur mencari tempat rebusan minum, sedikit ku isi, setelah itu
" tek, tek? suara kompor gas yang aku nyalakan, aku berdiri dekat kompor gas untuk menghangatkan tangan ku yang terasa dingin, aku terkejut ada seseorang yang memegang punggung ku ternyata bi munah, ku usap dada ku untuk menghilangkan rasa berdebar debar di dada ku
"non iga lagi ngapain? tanya bi munah
"mau minum air hangat bi? jawab ku sambil bersin dan batuk
" kenapa ndak bangunin bi munah non?
"cuma air hangat bi? jawab ku
__ADS_1
" non iga batuk? tanya bi munah yang melihat ku batuk dan bersin bersin
"iya bi? jawab ku, suara ku berubah, mungkin karena batuk dan flu
" sini biar bi munah yang merebus non? kata bi munah, aku jongkok dengan bersandar di lemari dapur"air hangat saja non? tanya bi munah, dan bi munah terkejut melihat ku yang jongkok dengan menggigil"non iga demam? kata bi munah yang memegang kening ku
"mungkin bi? jawab ku pelan dan aku berlari menuju kamar mandi umum" hooeeekkkkk... hooooeeeekkk? aku muntah tapi ndak ada yang aku muntah kan, tapi mulut ku terasa pahit. bi munah berjalan menuju kamar mandi umum dengan membawa segelas air hangat, keringat dingin membasahi tubuh ku"non iga kenapa? tanya bi munah, aku ndak menjawab"non? panggil bi munah dengan menyerahkan segelas air hangat"di minum non? kata bi munah, aku sungguh merasa bersyukur karena mas irwan memiliki asisten rumah tangga yang baik dan perduli terhadap ku.
"bi munah panggil den irwan ya non? kata bi munah yang khawatir dengan kondisi ku
" ndak usah bi? jawab ku lemas dengan menarik tangan bi munah
"lalu bi munah harus bagaimana non?
" bi munah istirahat saja? kata ku sambil berjalan menuju ruang TV, karena di ruang TV juga ada permadani, ku baringkan tubuh ku di sofa, dengan menggigil, batuk dan bersin bersin. bi munah lari ke kamar ku dan mengambil selimut, dan menyelimuti ku, sebelum di selimuti bi munah menggosok kaki dan tangan ku dengan minyak kayu putih.
"non? panggil bi munah dengan memegang tangan ku yang panas
" hmmm?jawab ku dengan batuk
"kita kerumah sakit saja ya non, kalau non iga ndak mau di antar den irwan, kita bisa naik taxi non?kata bi munah
" ndak usah bi, bentar lagi juga baikan?
"tapi bi munah khawatir dengan biji kecambah non iga?
" ndak usah bi,,, bi munah istirahat saja di kamar? kata ku, bi munah hanya diam menatap ku, dan bi munah tertidur di permadani ruang TV, aku tau kalau bi munah sangat kelelahan.
__ADS_1