Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Akhirnya


__ADS_3

Dea menatap langit langit kamarnya,dia begitu bersyukur atas semua ini,mempunyai suami yang sangat mencintainya,mertua yang menyayanginya,memperlakukannya layaknya putri sendiri,tapi Dea merasa resah,kenapa belum juga mendapatkan momongan sampai saat ini,bagaimana kalau suaminya merasa bosan nantinya dan menuntutnya untuk segera memberinya anak.


Prasetyo baru saja pulang dari kantor " Sayang kamu belum tidur,apa yang kamu pikirkan,ada tang membuatmu cemas?


"Mas bagaimana kalau sampai tua aku tidak bisa mempunyai anak,apa kamu akan meninggalkanku"


"jangan berfikir yang macam,selalu berdo'a berusaha dan berfikiran positif" ujar Prasetyo sambil membelai rambut istrinya, namun lama lama memandang wajah Dea hasrat Prasetyo datang begitu saja,saat disamping istrinya hasrat itu begitu besar dan menggebu gebu.


dan akhirnya layaknya suami istri Dea dan Prasetyo melakukan ritual yang membuat hari nya terasa menyenangkan sampai mereka tidak memikirkan apa apa,mereka melepaskan hasrat dengan bercinta sampai larut malam dan entah mencapai ******* berkali kali.


Prasetyo sangat menikmati permainan Dea, Dea begitu liar dan pandai memimpin permainan,sudah tidak ada lagi rasa malu ataupun canggung bagi Dea, Dea menjadi perempuan yang begitu agresif dan sangat pandai memuaskan suaminya.suami mana yang tidak bahagia mempunyai istri yang sangat jago di ranjang..


setelah lelah dan merasa puas ahirnya mereka menyudahi permainannya


namun saat selesai melakukan ritual Dea merasa perutnya kram,


ada yang mengganjal.namun Dea mengabaikannya


"kamu kenapa sayang" ujar Prasetyo sambil memandangi wajah Dea yang sepertinya menahan sakit


"perutku terasa kaku mas,mungkin karena kita terlalu bersemangat saat melakukannya" ujar Dea


" maaf ya sayang,saat melakukan bersamamu,serasa nggk ada kata puas hehe"ujar Prasetyo


" kamu begitu luar biasa" ujar Dea


"kamu juga tidak kalah liar dengan ku,aku sangat mencintaimu sayang" Prasetyo mencium pipi Dea dan memeluknya lalu mereka tidur dan menyelami dunia mimpi masing masing.


Hari ini Dea bangun kesiangan karena kelelahan berolahraga malam bersama suaminya,meskipun sudah 3 tahun menikah namun mereka belum dikarunia anak, karena besarnya cinta Prasetyo kepada Dea hal itu tidak menggoyahkan cinta mereka. Dea dn juga Prasetyo sudah melakukan berbagai cara,dari mengonsumsi ramuan herbal dan juga konsultasi ke dokter.hasil pemeriksaan dokter semuanya normal dan subur namun kenapa belum juga ada kabar baik? semua itu hanya tuhan yang tau.


di hati mama Ani dan papa Deni mereka selalu berdo'a semoga kabar baik itu segera terdengar di telinga mereka

__ADS_1


"Mas nanti siang q ke kantor ya,ku antar makan siang mas,aku belum sempat memasak " ujar Dea sambil memberikan senyuman terindahnya


"boleh sayang,hari ini jadwal q padat banget jadi kayaknya aku nggk sempat kalau makan diluar.ide bagus tuh kalau istriku yang manis ini ngantar makan siangku ke kantor" kata Prasetyo sambil menoel hidung Dea


"sayang aku berangkat ke kantor dulu ya,aku tunggu nanti siang ya"


"okke suamikuu"


Dea mulai memasak,Dea akan memasak rendang untuk menu makan siang suaminya nanti, saat sedang memasak minyak goreng yang akan diletakkan jatuh dan tumpah, Dea terpeleset lalu jatuh dan perutnya membentur meja di sebelahnya, perut nya terasa sangat sakit,dan kram,ada darah yang keluar,rasa sakit itu semakin terasa dan menyiksa, tidak ada orang dirumah,Dea menggapai telepon,berniat menelpon suaminya namun suaminya masih rapat,dan HP Prasetyo tertinggal di dalam ruangan.Amira kembali keruangan Prasetyo untuk mengambil berkas yang tertinggal, saat melihat Hp Prasetyo bergetar dia melihat nama my wife tertera di layar dan sudah 15x panggilan tak terjawab. Amira merasa pasti ada sesuatu yang penting,Amira bukannya memberi tau Prasetyo malah membiarkan Hp itu tertinggal di ruangannya dan kembali ke ruang rapat


...------...


Hari ini Rosa ingin berkunjung kerumah kakaknya,karena pendapatan cafe nya sangat melonjak tinggi,dan berencana mentraktir kakaknya.namun saat sampai rumah Dea Rosa merasa ada bau aneh,seperti sesuatu yang terbakar,rumah sangat sepi dan pintu dibiarkan terbuka


"kak aku datang,kak kakak dimana" sepi sekali gumam Rosa


Rosa sangat terkejut saat melihat kakaknya pingsan dan ada darah di kakinya, dan melihat ruangan dapur yang penuh asap,nyaris terbakar,karena tadi Dea tidak sempat mematikan kompor,masakan Dea pun menjadi arang.Rosa menelpon kakak iparnya namun tidak diangkat,ahirnya Rosa menelpon mama Ani


"Tante tolong kak Dea,cepat kesini Tante,kak Dea pingsan dan dia mengeluarkan darah,di ruangan dapur banyak sekali asap,bagaimana kalau rumah ini terbakar,aku takut sekali tante,aku juga tidak kuat menggendong kak Dea untuk dibawa keluar,tolong cepat kesini Tante aku sudah menelpon kak Pras tapi tidak diangkat" kata Rosa sambil terus menangis


Mama Ani berteriak memanggil papa Deni,


"paaaa Cepat turun,ayo kita kerumah Prasetyo, Dea pingsan"


"pingsan kenapa ma" kata papa deni


"aku juga nggk tau pa ayo cepat"


papa deni yang mendengar segera turun dan mengambil kontak mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah anaknya


Sesampainya disana papa Deni sangat terkejut melihat keadaan Dea,dia langsung menggendong Dea dan membawanya ke rumah sakit,sebelum berangkat papa Deni menelpon pak Ujang supaya memadamkan api di dapur.

__ADS_1


diperjalanan mama Ani menelpon dokter mita untuk menyiapkan ruangan.


"kakak kenapa ya Tante"kata Rosa sambil terus menangis,jangan tinggalin Rosa kak, Rosa takut sendirian.


"kakakmu akan baik baik saja nak"mama Ani terus menenangkan Rosa yang terlihat sangat cemas


Sesampainya dirumah sakit mereka langsung diarahkan menuju ruangan VIP,disana dokter mita sudah menunggu..


setelah melakukan beberapa pemeriksaan dokter Mita menjelaskan


kalau Dea sedang hamil,dan kehamilannya baru usia 1 bulan. memang sangat rentan saat usia kehamilan si trimester pertama


"coba ulangi lagi dok perkataan anda barusan,apa saya tidak salah dengar,apa saya mimpi" kata mama Ani


"menantu anda sedang hamil nyonya,tolong dijaga dengan baik,ini buah dari kesabaran anda sekeluarga,dan juga hasil dari usaha nyonya Dea dan tuan Pras,untung cepat dibawa kesini,kalau tidak mungkin keduanya tidak tertolong" kata dokter mita


"terimakasih dokter,terimakasih" papa Deni tidak bisa berkata apa apa lagi saking bahagianya.


...---...


Di kantor Prasetyo baru selesai rapat dia begitu terkejut saat melihat ada banyak panggilan tak terjawab dari Dea dan Rosa. Prasetyo panik,pasti ada sesuatu yang terjadi kalau sampai berkali kali Dea menelpon.


Prasetyo menelpon Dea namun tidak diangkat,menelpon Rosa juga tidak diangkat,karena hp Rosa dan Dea tertinggal dirumah. Prasetyo mencoba menghubungi mama Ani baru satu detik berdering langsung diangkat,dan kena Omelan mama Ani.


" kemana saja kamu Pras, istrimu sekarat kamu tidak bisa ditelpon,bagaimana kalau Rosa tidak datang ke rumahmu,mungkin nyawa istri dan anakmu tidak tertolong dan rumahmu habis terbakar" mama Ani langsung mematikan teleponnya sengaja membuat Prasetyo bingung,karena masih jengkel dengan anaknya itu,bisa bisanya mengabaikan telepon dari istrinya.


Prasetyo masih bingung dengan ucapan mamanya..ada apa ini,kebakaran,sekarat


Prasetyo lalu melajukan mobilnya menuju rumah sakit


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2