Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Rosa


__ADS_3

Hari sudah mulai petang,orang tua Prasetyo akhirnya berpamitan untuk pulang.


ndah kapan2 aku kesini lagi,aku mau bantu Prasetyo mengurus segala persiapkan pernikahan anak kita.lebih cepat lebih baik kata m2 Ani


iya mbk Ani kata indah..ahirnya m2 Ani dan pa2 Deni pun masuk mobil dan pulang ke kota..


Prasetyo merasa ada seseorang yang tinggal di hati Dea. de kenapa kamu mendiamkan aku?


nggk papa mas.aku cuma ngg ada keinginan untuk berbicara,aku merasa nyaman saat aku diam.


Prasetyo pun hanya diam.


saat mereka sampai dirumah pun mereka juga hanya saling diam.


Saat sampai dikamar ponsel Dea berdering,tertulis nama Ariel memanggil


dengan semangat Dea mengangkat telfon itu.


"Hai dea,bagaimana kabarmu?


*aku baik Riel, tumben kamu telfon aku..ada apa


"Aku hanya ingin mendengar suaramu.oya sekarang aku ada di kota B aku kuliah disini..


*O ya..aku juga ada di kota B


"benarkah? bisa dong kita ketemuan


*bisa bisa,atur aja jadwalnya


"kalau besok gimana?


*baiklah


tanpa Dea sadari ada sepasang mata yang terus mengawasinya.prasetyo menggenggam erat gagang pintu sampai tak terasa tangannya berdarah.


ternyata benar,ada laki laki lain dihatimu


Dea terkejut saat melihat Prasetyo ada di pintu dan tangannya berdarah.dia berlari menghampiri Prasetyo..


mas tangannu berdarah, prasetyo tak menghiraukannya.dia berlalu begitu saja.


Dea bingung harus bagaimana, Dea merasa bersalah karena seharian mengabaikannya dan terlihat bahagia saat menerima telpon dari Ariel.

__ADS_1


Dea memberanikan diri masuk ke kamar prasetyo,berusaha mengobati luka ditangannya. Prasetyo tidak menatapnya sama sekali..


Maafin aku mas,tadi yang menelpon temen sekolah ku.


tapi kamu terlihat bahagia sekali saat berbicara di telfon dengannya.


maafin aku mas...


dea ingin keluar dari kamar Prasetyo namun Prasetyo menahan tangannya.tidurlah bersamaku malam ini.


Dea ingin menolak namun sudah ditarik oleh Prasetyo..aroma tubuh Dea seakan menjadi candu bagi Prasetyo. dia terus memeluknya dan berkata, aku tidak ingin kehilanganmu,aku sudah menyiapkan perlengkapan pernikahan kita.lusa kita akan menikah..Apaaaa


Dea semakin dibuat bimbang.


di dalam hatinya dia bahagia karena sepertinya Ariel sudah mulai menyukainya,karena sudah mau mengajaknya bertemu.di sisi lain Dea akan segera menikah dengan orang yang belum terlalu dia kenal.


kenapa cepat sekali mas??


Aku sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi.


tidurlah,sudah malam.aku hanya ingin tidur bersamamu, jika kau bergerak terus jangan salahkan aku jika sesuatu terjadi.


Dea hanya menurut dan tertidur di pelukan Prasetyo..


Pagi hari ortu Prasetyo kerumah,mereka masuk begitu saja karena sudah hafal sandi pintunya..


Mas ada yang datang,mereka pun bangun.saat mereka membuka pintu kamar ternyata ortu Prasetyo sudah ada di depan pintu kamar, Dea terlihat pucat,dia takut ortu Prasetyo berfikiran yang macam macam tentangnya.


Ma kami hanya tidur,


Iya mama tau.Mama Ani sedikit bersandiwara kayaknya nggk bisa di tunda tunda lagi, dari pada kalian terus terusan buat dosa,kalian mau bikin mama malu,sambil mengeluarkan air mata buayanya,lebih baik kalian menikah.bukankah begitu pa?


benar Pras,kami sudah menyiapkan semuanya.


Dea kamu hari ini ikut mama ukur baju pengantin ya, dan mulai hari ini kamu tidak usah bekerja.mulai hari ini kamu bukan lagi karyawan. antara gugup dan bimbang ahirnya Dea hanya menganggukkan kepala.karena papa Deni yang berbicara ahirnya Dea hanya menurut, Dea tidak diajari untuk menjadi anak yang pembangkang jadi dia menuruti perkataan calon mertuanya..


Dea masih saja termenung,dia bingung bagaimana menyampaikan berita pernikahannya kepada ibu dan bapaknya di desa..saat Dea hendak menelfon mama Ani datang,,De kamu nggk usah khawatir..ibu sama bapakmu sudah tau.kemarin kami kesana menemui mereka.


kamu tau de? ibu mu adalah orang yang selama ini kami cari,kami sangat sedih saat melihat keadaan ortu mu..


De sebenarnya mereka menyayangimu, jangan pernah berfikir bahwa mereka tidak menyayangimu ya.mereka terlihat membedakan seperti itu karena adikmu Rosa mempunyai penyakit bawaan,mereka takut hanya sebentar bersama Rosa,makanya mereka terlihat menyayangi Rosa.


Dea terkejut mendengar perkataan mama Ani lalu bertanya,apa yang Mama penyakit bawaan? selama ini Rosa seperti baik baik saja..dia hanya terlihat sering mimisan dan lingsan.bukankah itu penyakit biasa?

__ADS_1


De adikmu Rosa mengidap penyakit kanker otak.semoga saja dia bisa bertahan sampai cita citanya tercapai.


pantas saja Rosa pernah berkata dia ingin sekali menjadi dokter,yang menolong orang orang yang tidak mampu,bahkan menggratiskan biaya bagi orang orang yang benar benar tidak mampu,ternyata ini alasannya..lalu kenapa ibu sama bapak tidak memberitahuku ma?


mereka tidak ingin kamu tau,mereka takut saat kamu tau kamu tidak mau sekolah dan memilih kerja,karena mereka tau kamu sangat menyayangi Rosa. menyekolahkan kamu sampai tamat SMA itu sudah sangat membanggakan bagi ortu mu nak.


Lalu apakah mereka akan datang kesini ma?


Mama Ani memeluk Dea tentu sayang,nanti mereka akan dijemput.dan mereka tidak akan pernah kembali ke desa itu lagi..


Dea bingung dengan jawaban mama Ani,Apa maksudnya ma..?


Ada banyak hal yang selama ini ibumu tutup rapat,bahkan bapakmu pun tidak tau.pelan pelan nanti mama kasih tau, ayo kita berangkat ke butik..


iya ma,,saat Dea berdiri ponselnya bergetar,tertulis nama Ariel menelfon,namun Dea mengabaikannya.ponsel itu terus menerus berdering dan ahirnya Dea mengangkat dan meminta maaf kepada Ariel karena tidak bisa datang karena hari ini banyak pekerjaan di kantor.


Ariel kecewa atas penolakan Dea,namun Ariel memakluminya karena Dea karyawan baru,jadi harus mengikuti atutmran di kantornya.


Ya sudah Dea..lain kali harus bisa ya.


Aku nggk janji riel.sebaiknya jangan menungguku.lalu Dea mematikan ponselnya.


Dari jauh Prasetyo mengamati Dea dia tau calon istrinya itu sedang berbicara dengan siapa..


Prasetyo merasa lega karena tinggal menghitung jam saja akan memiliki Dea sepenuhnya, begitupun Papa Deni, dia merasa menemukan menantu yang tepat untuk anaknya.


Papa deni mengutus Pak Ujang ( sopir keluarga ) pergi ke desa untuk menjemput bu indah sekeluarga,,sebelumnya mereka sudah berkomunikasi lewat telfon.namun sayang saat mereka tiba bu indah sekeluarga sudah tidak ada.menurut tetangga sebelah bu indah sudah pergi bersama mobil mewah.


Pak Ujang papa pun lalu menghubungi papa Deni dan menanyakan apakah ada orang lain yang menjemput bu indah?


nggk ada pak Ujang,ada apa?


bu indah sekeluarga sudah tidak ada dirumah,dan kata tetangga sudah ada yang menjemputnya..


merasa ada yang tidak beres papa Deni langsung mengerahkan orang orangnya untuk melacak keberadaan bu indah sekeluarga.


Papa Deni berfikir ini adalah ulah paman dan bibi Indah,sedangkan Prasetyoio berfikir ini adalah ulah Amira..


Pa bagaimana ini? apa kita harus memberitahu Dea?


jangan dulu Pras,tunggu saja kabar selanjutnya dari orang orang kita..


Dea dan mama Ani sudah sampai di butik,di sebrang butik terlihat Ariel yang sedang duduk di cafe. Dea tidak tau kalau Ariel masih disana,Ariel terus mengawasi Dea. namun Ariel merasa ada yang janggal,,kenapa Dea mencoba gaun pengantin??

__ADS_1


Laluuu bagaimana kabar orang tua Dea selanjutnya...


tunggu episode selanjutnya yaaaa


__ADS_2