
Ibu ku menangis terisak Isak dengan di saksikan oleh ketiga anak nya,
"kamu itu bapak dari anak anak mu pak tapi dimana tanggung jawab mu?tanya ibu dengan menangis,ketiga anak nya duduk di dipan menyaksikan pertengkaran itu,mungkin mereka ndak pernah melihat pertengkaran seperti ini tapi ini lah puncak nya
"kurang apa aku Bu?
"sampeyan bertanya kurang apa pak?tanya ibu"apa kamu pernah berpikir dari mana selama ini kita makan?
"jadi kamu mengungkit nya?
"aku ndak mengungkitnya pak"kata ibu"aku hanya ndak tega melihat iga putri ku bekerja terus dengan keadaan hamil besar"
"kita ndak memaksa nya kan?
"kita memang ndak memaksa nya pak,Ndak,,,tapi apa kamu ndak berpikir kalau dia ndak kerja dari mana biaya sekolah ketiga anak mu ini"
"kalau ndak sanggup ndak usah sekolah"
"kamu sebagai bapak berpikiran picik"
"apa kamu bilang?tanya bapak dan"plak"tamparan keras mendarat di pipi ibu ku
"ibu,,,,!!!jerit ketiga anak nya,Nino dengan marah mendorong tubuh bapak nya
"Nino,,,,!!!"jerit Nina dengan menarik tubuh nya
Nino"apa yang kamu lakukan no?
"ternyata selama ini yang aku dengar benar"kata Nino dengan mengacak acak rambut nya"kalau mbak iga itu mbak tiri kita mbak"kata Nino"dan mbak iga ndak pernah menganggap kita ini seperti adik tiri nya mbak,lalu bapak kita,,,apa yang bapak lakukan"Nino mulai menangis"bapak malah asik main perempuan lain di luar"Rino hanya diam dengan memeluk ibu"pengorbanan mbak iga itu sungguh besar untuk keluarga ini pak,bahkan mbak iga rela ndak kuliah demi kita,dia kerja lembur demi kita,sementara bapak itu siapa?tanya Nino
"kamu membela mbak mu juga?tanya bapak
"ya!!!!bentak Nino"mbak iga selama ini salah telah membantu bapak tiri seperti bapak"
"jaga bicara mu"
"memang kenyataan kan pak?
"kamu sudah besar pandai melawan bapak mu"
"karena bapak ndak pantas untuk di hargai"kata Nino"apa bapak ndak malu makan dari keringat anak tiri bapak yang bapak nya pergi dari dia masih kecil?tanya Nino
"bapak ndak meminta nya"
"bapak ndak meminta tapi ibu"kata Nino dengan melihat ibu"apa bapak tau kalau untuk makan esok saja ibu harus bekerja juga"
__ADS_1
"ternyata kamu begitu membela mbak mu meski kamu tau dia itu mbak tiri mu sementara bapak mu ini"kata bapak dengan menepuk nepuk dada nya"ini ajaran mu pada anak anak mu bu"
"aku ndak pernah mengajari hal yang buruk pada mereka pak"
"lalu dari mana mereka tau?
"aku sudah besar pak"jawab Nino"apa bapak lupa?tanya nya"wajar kalau bapak lupa karena bapak ndak pernah menafkahi kami"kata Nino,sementara Nina menangis di sebelah ibu
"jaga bicara mu!!!bentak bapak dengan tangan terangkat ingin menampar Nino
"kenapa pak?tanya Nino"tampar pak tampar!!!tantang Nino"pantas selama ini ibu sering termenung dan makin kurusan ternyata ulah suami nya sendiri"
"sudah no sudah"kata ibu"percuma kamu bicara sama bapak mu"suara ibu parau"hati bapak mu sudah tertutup no"
"tapi Bu"
"sudah,,,seendak nya kamu sudah tau sifat bapak mu seperti apa?
"tapi Bu,,?belum selesai bicara sudah di potong ibu nya
"sudah nak sudah"ibu mengusap air mata nya"selama ini ibu salah membiarkan mbak mu berjuang untuk kita di sini nak"ibu menangis kembali"ibu merasa bersalah nak bersalah,usia mbak mu masih 19 tahun dia sudah merantau ke Jakarta hanya dengan modal ijazah SMA nya nak,karena dia ndak tega melihat ibu dan ketiga adik nya hidup susah"kata ibu"dan ibu membiar kan nya,tapi apa balasan kita pada nya,terutama ibu nak ibu,,,,!!!jerit ibu pelan dengan menangis"ibu ndak pernah bersyukur atas bantuan nya"
"jadi kamu ingin pergi dengan nya?tanya bapak dengan tersenyum sinis"silahkan pergi sana,aku akan merasa senang"kata nya
"bukan kah kamu juga berpihak pada ibu mu dan juga mbak mu?tanya bapak
"baik kalau bapak mengusir kami"kata Nina"tapi jangan pernah menyesal"
"bapak ndak akan pernah menyesal"kata bapak dengan lantang
"baik,,baik kalau itu mau bapak"kata nya"mari Bu kita pergi dari rumah ini"ajak Nina dengan menuntun ibu nya dan meninggalkan rumah
Aku melihat ibu yang menangis,Nina mendekati ku dan
"apakah kami boleh tinggal dengan mbak iga?tanya Nina,aku terdiam sesaat"apa mbak ndak mengizinkan?
"tapi bagaimana dengan sekolah kalian?tanya ku
"nino dan Rino libur tiga Minggu mbak"jawab Nina
"baik"jawab ku"mbak iga akan menyampaikan dengan mas Irwan"
"tapi mbak,,,"kata Nina"apa mas Irwan ngijinin mbak"
"percayalah"kata ku dan aku bangkit dari meja makan dan berdiri dengan memegang perut ku yang semakin besar,ibu ingin membersihkan piring di meja makan
__ADS_1
"jangan Bu"kata ku"biarkan saja,ibu bisa istirahat"kata ku dengan memegang tangan nya dan mengajak di ruang tamu
"ibu belum ngantuk"
"istirahatlah Bu"kata ku,dan mereka asik ngobrol,aku mengajak ketiga adik ku untuk tidur di ruang tamu,kenapa takdir ku begitu buruk,aku baru saja bahagia dengan suami ku,kini harus ada masalah baru di kehidupan ibu ku.sampai kapan hidup ku selalu ada masalah,batin ku,YA Allah sebegini berat kah ujian yang engkau berikan pada ku.
"mbak iga kenapa?tanya Nina dengan menyentuh paha ku
"Ndak ada"jawab ku dengan mengusap air mata ku,atau memang aku ndak berhak untuk bahagia.
"kenapa mbak menangis?
"ndak,,,istirahatlah"kata ku dengan meninggalkan mereka,ku tutup dan aku langsung masuk ke dalam kamar,ku baringkan tubuh ku,beban ku begitu berat sampai kapan hal ini harus ku alami,rasa nya Tuhan ndak pernah adil pada ku karena selalu memberi ku takdir yang buruk.
"kamu kenapa?kata seseorang dengan menyentuh pinggang ku membuat aku terkejut,dan langsung ku balikan badan ku
"kamu mas"kata ku dengan memegang dada ku
"kamu kenapa?tanya nya kembali
"aku bingung mas"dengan bangkit untuk duduk dan mas Irwan membantu ku
"apa yang membuat kamu bingung?
"sulit untuk menjelaskan nya mas"
"katakan lah"
"apa kamu bisa menerima keluarga ku untuk tinggal bersama kita mas?tanya ku
"maksud kamu apa?
"jawab saja mas,apa kamu bisa menerima keluarga ku untuk tinggal bersama kita"
"sebenar nya apa yang terjadi?
"kamu hanya cukup menjawab iya atau Ndak mas"
"tapi ceritakan dulu apa masalah nya ga"kata nya dengan memegang tangan ku"mereka tinggal dengan kita aku gak akan keberatan tapi kenapa?tanya nya penasaran,dan aku menceritakan semua nya
"kalau begitu besok kita kembali ke Jakarta dan ibu mu bisa merawat kamu ga"
"kamu ndak keberatan mas?tanya ku dan dia menggelengkan kepala
"sungguh mas?dan dia langsung memeluk ku,walau dengan kondisi masih sakit mas Irwan membongkar gudang.
__ADS_1