
Pagi ini aku bangun langsung menuju kamar mandi dan membasahi rambut ku dengan air dari shower,karena malam tadi mas Irwan membongkar gudang ku sudah hampir dua Minggu dia ndak pernah ke gudang ku,tapi seperti biasa dia selalu meninggalkan tato di leher ku,kebiasaan buruk dia. begitu selesai mandi aku langsung membangunkan mas Irwan
"mas"panggil ku dengan menyentuh dada nya yang yang di tumbuhi bulu bulu halus,tubuhku hanya di balut dengan handuk"mas"panggil ku sekali lagi dengan memegang perut ku yang bergerak kencang
"hmmmm"sahut nya tanpa membuka mata
"bangun"
"ngapain?
"lihat luka ku"kata ku,mendengar kata luka ku dia langsung bangun dan terduduk
"luka kamu kenapa?
"basah"jawab ku manja,dia menepuk jidat nya
"kirain"kata nya dengan berbarin
"bersihkan"ku tarik tangan nya,dia menatap ku tanpa berkedip melihat tubuh ku yang putih mulus hanya tertutup handuk
"kamu seksi sekali"kata nya dengan mengusap perut ku
"jangan mulai lagi"
"kenapa?
"sudah siang"
"aku gak ngantor"
"terus?dia langsung memeluk ku dan menciumi ku bertubi tubi"udah ah mas"kata ku dengan mendorong tubuh nya"lihat ini"kata ku dengan menunjuk leher ku yang ada tato buatan nya
"kenapa?tanya nya dengan mendekati ku
"kamu lupa siapa yang buat ini?
"gak,,,"jawab nya"tapi cantik kok"
"kamu bilang cantik mas?tanya ku manja
"bagus,,beneran bagus letak nya di situ"kata nya dengan menunjuk leher ku"aku suka lihat leher kamu"kata nya,aku langsung mengusap leher ku"panjang dan putih"dia pergi ke kamar mandi sambil tertawa,aku hanya geleng geleng kepala dengan mengeringkan rambut ku pakai handuk.
Waktu sudah menunjukkan angka 07.00 pagi itu artinya semua orang sudah pada selesai sarapan,mas Irwan memandang ku
"kamu kenapa?
"Ndak mungkin aku turun dengan leher seperti ini mas"aku mendekati nya untuk membersihkan luka ku"pelan sakit"kata ku
"luka nya udah mulai kering"kata nya dengan mengusap luka ku dengan kapas lalu di oleskan salap setelah selesai dia kekamar mandi untuk mencuci tangan nya dan aku mulai memakai baju,hari ini aku memakai daster terusan sepanjang lutut kelihatan sekali bentuk perut ku yang bulat.
"lucu ya"kaya mas Irwan dengan mengusap usap perut ku"turun yuk aku lapar"
__ADS_1
"Ndak ah aku malu"
"malu kenapa?
"ibu ku"kata ku"apa jadi nya kalau ibu melihat leher ku yang penuh dengan tato"
"biasa aja kali"kata nya dengan menjawil dagu ku
"kamu saja yang turun mas"
"kamu"
"aku mau tidur saja lagi sambil menunggu rambut ku kering"
"kamu gak lapar?
"laparrrrr"jawab ku manja
"ya udah ntar aku antar sarapan buat kamu"
"sampaikan sama bi Surti mas aku kepengen nasi goreng pedas dengan telur ceplok"
"itu aja"
"kalau ndak sibuk sama jus jeruk seperti biasa mas"dan dia langsung keluar kamar dan menuruni anak tangga,ibu ku sudah berdiri di depan tangga
"ibu ngapain?tanya mas Irwan
"anu,,,ehhh...nunggu iga nak Irwan"mas Irwan mengikuti mata ibu melihat ke atas,mas Irwan tertawa
"apa ibu boleh melihat nya nak?
"naik aja Bu,,,kenapa ibu mesti minta izin"
"sungguh?mas Irwan menganggukkan kepala,ibu mulai menaiki anak tangga dan menuju pintu kamar
"tok,,,tokkkk,,,"suara ketukan pintu
"masuk"jawab ku dengan berbaring miring karena luka ku terasa perih,mungkin karena basah di bersihkan lalu di beri salep. pintu di buka
"kenapa kamu ndak sarapan nduk"suara ibu,buru buru ku balikkan badan ku
"ndak Bu"
"kenapa?tanya ibu"apa kamu ndak ingin sarapan satu meja dengan ibu"suara ibu"atau kamu ndak ingin melihat wajah ibu"aku diam"kalau kamu ndak ingin ibu tinggal di sini biar ibu pergi saja"
"ibu kenapa berbicara seperti itu"kata ku dengan berusaha bangkit dari tidur ku
"lalu kenapa kamu ndak sarapan?
"harus bagaimana aku menjelaskan Bu?tanya ku dengan merapikan rambut ku yang masih basah dan ibu
__ADS_1
"leher kamu kenapa merah merah begitu nduk?pertanyaan ibu membuat aku malu apa lagi ibu sampai menyentuh leher ku karena banyak tato nya"binatang apa yang menggigit leher kamu sampai sebegini?
kalau saja mas Irwan dengar ibu menyebut kata seperti itu gimana reaksi nya,benar saja mas Irwan mendengar kata kata ibu,dia memandang ke arah ku
"nak Irwan coba kamu bawa ke berobat iga"
"memang nya kenapa bu?
"kok leher nya merah merah nya sampai seperti itu nak"
"iya bu,,nanti aku dan mas Irwan akan ke dokter"jawaban ku hanya ingin menenangkan hati ibu ku saja
"kalau begitu ibu turun saja ya"pamit ibu,aku dan mas Irwan mengangguk kan kepala,
"ibu kamu itu bicara apa sih yang?
"kenapa mas?
"leher kamu itu merah merah masak kata nya di gigit binatang,masak iya aku di katakan binatang"
"bukan begitu mas"kata ku dengan memegang tangan nya"ndak mungkin aku mengatakan pada ibu kalau leher ku seperti ini karena ulah kamu mas"dengan berjalan ke arah ranjang dan aku duduk di pinggir nya"ulah menantu nya sendiri"
"iya juga sih"
"kamu ndak jadi sarapan mas?
"aku mau sarapan bareng kamu disini"
"tumben"
"memang gak boleh?
"ya boleh to mas"aku ingin selama nya seperti ini tanpa ada nya orang ketiga yang hadir dalam kehidupan kami yang akan merusak kebahagiaan yang ku rasakan ini,batin ku dengan nengusap usap perut ku
Pintu kamar di ketuk seseorang
"masuk"kat mas Irwan,aku berbaring karena aku ndak mau bi Surti melihat tato ku
"ini den sarapan nya"
"terima kasih bi"kata mas irwan,sementara bi Surti melirik ke arah ku
"non iga kenapa den?tanya Bu Surti penasaran karena melihat aku berbaring dengan memakai selimut.
"kedinginan bi"jawab nya,mendengar jawaban mas Irwan dia pergi kembali ke dapur
"bangun"kata nya dengan menyentuh kaki ku,ku turun kan selimut ku dan kami turun menuju sofa,karena di kamar mas Irwan tersedia sofa,tapi aku duduk di bawah dan piring nya ku letak kan di meja
"kenapa duduk di bawah?tanya nya
"enak begini mas,seperti meja Jepang"kata ku dengan tersenyum
__ADS_1
"kamu ada ada aja deh"
"kamu duduk di atas saja mas"aku makan begitu lahap,meskipun nasi goreng buatan bi Surti sangat pedas tapi aku sangat menikmati nya.tapi mas Irwan mengikuti ku duduk di bawah.