Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Masih Lelah


__ADS_3

Rambut basah ku gerai dan aku berjalan santai menuju dapur karena malam tadi aku lupa makan malam,ku usap usap perut ku yang terasa lapar,


"kamu lapar ya nak?tanya ku dengan tersenyum dan


"haaaa..."aku menjerit karena ada seseorang memegang punggung ku,dan ku balik kan badan ternyata mami,ku usap dada ku yang berdebar debar dan kaki ku terasa lemas


"kamu ngapain pagi pagi sudah di dapur?


"lapar mi"jawab ku polos


"ini kenapa merah merah?tanya mami dengan memegang leher ku,wajah ku langsung merah merasa malu karena itu tato buatan putra nya,aku hanya diam terasa malu,dan mami tersenyum senyum"jangan bilang ini ulah Irwan?tanya mami sambil tertawa"kalau sedang hamil sering berhubungan itu memang baik tapi ya jangan ninggalin tato begini"


"anu mi"


"sudah gak usah di bahas"kata nya dengan menuntun tangan ku"duduk sebentar mami mau bicara"aku mengikuti langkah nya menuju meja makan"Bi buatkan susu untuk iga"


"ndak usah repot repot bi"


"ndak papa non"aku hanya diam


"tadi malam ibu mu nelpon sambil nangis nangis dan beliau bertanya apa kamu ada di sini atau tidak"


"lalu mami jawab apa?


"ya mami bilang kalau kamu ada di sini"


"kenapa mami beritahu?tanya ku dengan menarik nafas dalam dalam yang terasa begitu berat


"sebenar nya apa yang terjadi?


"harus kah aku ceritakan pada mami?


"anggap mami mu ini ibu mu sendiri"


"entahlah mi"jawab ku dengan memainkan jari jari tangan ku"rasa nya begitu berat mi"


"kamu sedang hamil ga,jangan sampai karena kamu tertekan kandungan kamu akan mengalami hal yang gak di ingin kan"


"30 tahun lebih ibu ku menyimpan rahasia ini mi"


"rahasia,rahasia apa?


"ternyata aku bukan anak kandung bapak ku"


"ha"mami terkejut"lalu ketiga adik mu"


"adik tiri ku mi"lagi lagi ku hela nafas ku"tapi bukan itu masalah nya mi"


"lalu apa?


"ibu ndak pernah menyayangi ku mi"


"jangan berburuk sangka"


"aku merasakan mi,perbedaan nya terlalu jauh"


"tapi ibu mu menangis"


"biarkan saja Bu"jawab ku


"gak baik seperti itu nak"


"butuh waktu mi"


"jangan lama lama,kalau sudah reda kabari ibu mu"aku menganggukkan kepala"minum susu nya,mami ke kamar dulu ya"pamit nya dengan mengusap usap punggung ku,untuk mengpreskan otak aku keluar

__ADS_1


"non mau kemana?


"saya mau jalan jalan pagi Bi"


"tapi masih gelap non?


"ndak papa bi"aku pun keluar dengan berjalan kaki,sementara bi Surti lari ke kamar dimana mas Irwan tertidur


"den,,,den,,,den"!!!panggil bi munah dengan mengetuk pintu"den,,,!!mas Irwan terlompat dari ranjang


"ada apa bi?


"non iga den"


"kenapa?


"jalan pagi sendirian den"


"ha"jawab nya terkejut"ngapain?


"jalan jalan pagi"mas Irwan langsung lari keluar dan berusaha mengejar ku


"kamu ngapain?tanya nya dengan nafas ngos-ngosan dan menarik tangan ku


"mau jalan jalan"


"ini masih gelap sayang"kata nya


"justru pagi seperti ini yang sehat mas"jawab ku sambil berjalan


"ya udah aku temenin,lagian aku udah lama banget gak olahraga"aku diam tanpa mengomentari kata kata nya,dia menggandeng tangan ku


"kamu kebiasaan deh mas"


"kebiasaan apa?


"itu bagus tau"


"bagus apaan,mami tau aku kan jadi malu mas"jawab ku malu malu


"kenapa mesti malu?tanya nya dengan memeluk punggung ku"aku ini suami kamu kan?


"bukan sama kamu mas tapi sama mami"


"biarin aja,,,lagian mami juga pernah muda"


"tapi ndak seperti kamu"jawab ku,untuk sesaat aku melupakan masalah ku dengan diri nya juga dengan ibu ku.


"tapi kamu menikmati nya kan?ledek nya"bahkan kamu gak mau melepaskan diri dari ku"dia tertawa tawa,tapi malam tadi aku memang ndak ingat apa apa,aku seperti orang mabuk,mungkin karena aku kelelahan.


"apaan,,,"mungkin kalau cuaca terang mas Irwan akan melihat wajah ku yang merah seperti bak tomat di bakar karena malu.


"eh bener lho"


"udah ah"kata ku sambil memegang bawah perut ku


"kamu malu sama aku?


"ndak"


"tu pipi kamu merah"


"sebener nya kamu mau nemenin aku jalan atau mau ngledekin aku"


"becanda sayang"

__ADS_1


Ndak berasa kami jalan jalan sampai jauh dan


"kamu gak capek?tanya nya dengan melihat ke arah ku yang sudah mulai ngos ngosan dengan mengusap keringat


"capek"


"tu lihat kita udah sampai mana?


"pulang yuk"


"jalan?


"terus mau naik apa?tanya ku,


"naikin aku"


"udah jangan mulai"


"kamu semakin cantik kalau sedang marah"


"aku memang cantik mas"dia tertawa mendengar kata ku


"ya ku akui kamu memang cantik"jawab nya"kalau kamu gak cantik mana mungkin seorang Irwan bisa cinta mati sama kamu"


"udah ah,,,aku lapar"


"kamu lapar?tanya nya dengan menggandeng tangan ku"yuk"ajak nya dengan berjalan menuju warung pinggir jalan"makan disini aja ya bubur ayam nya enak"


"boleh"jawabku,kami duduk di sudut agar ndak kelihatan,mas Irwan ndak berhenti berhenti menatap ku


"maaf kan aku ga"kata nya dengan memegang tangan ku


"untuk apa?


"untuk semua nya"tatapan nya begitu mesra"maukah kamu berjanji ga?aku hanya diam"berjanji jangan pernah ninggalin aku"kata nya


"jangan terlalu manis"jawab ku pelan dengan menarik tangan ku karena perut ku bergerak kencang


"kenapa ga?tanya nya dengan mendekati ku dan memegang perut ku"anak nya bergerak ga"dia kelihatan bahagia"anak papa udah gerak gerak ya nak"di cium dan di usap usap nya perut ku,sehingga pengunjung yang lain melihat nya senyum senyum"baik baik ya nak di perut mama,karena papa menunggu kehadiran kamu,kalau gerak begini gak sakit ga?tanya nya


"ndak,,,paling kalau pas tidur gerak aku langsung ndak bisa tidur"dia manggut manggut


"nelpon supir papi aja ya"


"mau ngapain?


"biar pulang nya gak jalan"


"kan bisa naik angkot"


"kelamaan dan kita harus jalan keluar udah gitu kita nunggu lagi"


Pesanan datang,sebenar nya aku ndak begitu menyukai bubur ayam tapi mas irwan sudah memesan nya jadi ndak mungkin aku menolak nya


"kenapa gak kamu makan?tanya nya


"selera makan ku hilang"


"terus kamu mau pesan apa?


"ndak usah"jawab ku dengan meminum segelas air putih"aku sudah kenyang"


"kamu gimana seh,tadi lapar sekarang kenyang"aku hanya tersenyum dia memegang daku ku


"udah jangan terlalu berlebihan ntar yang ada aku bisa baper"dia tersenyum dan memakan bubur nya dan telpon nya berdering dan aku melihat panggilan masuk di telpon nya ternyata Winda,dia menatap ku

__ADS_1


"angkatlah aku sudah terbiasa bahkan lebih dari itu"dia mengangkat telpon nya dengan melirik ke arah ku


"halo,ada apa win?tanya nya dengan tetap memandang ku dan memegang tangan ku,sungguh kah mas kamu ndak ada niat untuk menyakiti ku lagi"aku lagi di rumah mami ku dengan istri ku"kata nya begitu tegas"aku sudah pernah bilang sama kamu kalau hubungan kita berakhir sampai di sini"di usap usap nya tangan ku dan dada ku begitu berdebar debar"itu urusan kamu karena aku sudah bahagia dengan istri dan calon anak ku"dia benar benar ndak berbohong"tu kamu tau siapa istri dan calon ibu buat anak anak ku win,dan tolong jangan ganggu aku lagi karena aku sekarang sudah bahagia"telpon di matikan,dia melanjutkan makan nya"kamu bener bener gak mau?tanya nya dengan memberi ku sendok berisi bubur,aku mual dan menutup mulut ku"sorry,,,sorry"kata nya dengan tersenyum


__ADS_2