
Selesai makan duduk sebentar kami pamit pulang, sama seperti datang tadi,masuk paling belakang dan pulang pun sama, ku cium pipi nya, aku ndak bosan bosan cium pipi anak jono.
"makasih mbak? kata istri jono
" kami juga berterima kasih? jawab ku
"baik baik ya? kata astri istri jono dengan mengusap perut ku, aku tersenyum
" Terima kasih ya mbak? kata jono, aku menganggukan kepala di ikuti dengan intan
"mbak iga itu baik ya mas? kata astri
" memang baik dek, paling ramah, paling lembut gak suka marah marah?
"pasti suami nya baik ya mas?
" aku gak mengenal suami nya mbak iga dek?
"lho kok aneh mas?
" karena gak ada yang di undang?
"oohhh?
aku dan intan bingung mau pulang dengan siapa, mereka ndak ada yang searah dengan kami, mbak Winda dan anak nya sudah masuk ke dalam mobil mas irwan, tinggal lah aku dan intan, mas irwan melihat ku dengan tatapan bingung, mungkin dia bingung aku pulang dengan siapa, dan lebih bingung nya lagi kalau aku pulang bersama nya, pasti mbak Winda si janda centil itu curiga
" kita naik angkot saja yo ga? ajak intan dengan menarik tangan ku,
"ya, lebih baik kita naik angkot? kata ku, mas irwan pura pura melihat hp nya, pada hal hanya ingin melihat aku yang pulang dengan siapa dan naik apa, mungkin.
" kamu nginap di kost san ku saja? kata intan yang sengaja bicara kuat agar di dengar suami ku
"yang apa lagi? tanya mbak Winda" udah sore neh, vio pun udah ngantuk?
"iya bentar?
" apa lagi?
"iya... iya? dia masuk ke dalam mobil dan melaju, aku,, aku dan intan di lewati begitu saja dengan suami ku, sungguh mas, sungguh ndak memiliki perasaan, intan melihat ku, digenggam nya tangan ku, agar aku harus kuat,sebenarnya cinta ndak si dia sama aku? memiliki sayang ndak si sama aku? kalau memiliki semua nya kenapa dia bersikap seperti itu, di rumah sikap nya juga sangat berbeda.
" kita telpon mas firman saja ya ga?
"firman?
" iya,,, sahabat kamu sekaligus pacar ku, aku akan mengantar kamu sampai depan rumah kamu?
"jangan?
" kenapa? aku ingin tau reaksi dia, bagaimana tingkah nya ketika istri nya di antar teman SMA nya dulu?
"jangan buat masalah tan?
" siapa yang buat masalah? tanya nya dengan menatap ku, dia mengirim WA ke firman"dia sebentar lagi datang, kita tunggu di sini saja ya? kata nya dengan menunjuk kursi di bawah pohon
__ADS_1
"kamu itu terlalu baik ga jadi istri, sampai suami kamu jalan sama pacar nya saja kamu tetap diam, sekali kali suami kamu itu harus di beri pelajaran, kamu jangan nerima begitu saja? kata nya dengan melihat aku yang diam tanpa menjawab apa pun" aku bingung ga, sebenar nya yang pelakor itu dia atau kamu seh?
"pertanyaan itu yang selalu ada di hati ku tan, aku atau dia? kami diam dan saling pandang, dia meremas tangan ku
"aku percaya ga kamu itu sangat kuat, kalau kamu ndak kuat Tuhan itu ndak akan memberi kamu suami seperti dia?
" mungkin tan?
"itu mas firman sudah datang?kata nya dengan menarik tangan ku, benar dia keluar dari mobil dan
" apa kabar ga? tanya nya dengan melihat ke arah perut ku"lama nunggu nya ya?
"ndak mas?
" yok? ajak nya, intan dan firman duduk di depan, aku duduk di belakang, mobil melaju
"kita mau jalan kemana? tanya firman
" terserah kamu saja mas?
"tapi...? kata ku yang di potong dengan intan
" sudah ndak papa?
"suami kamu gak marah ga?
" suami ndak punya hati?
" dia sibuk dengan..?
"tannnn...? panggil ku agar intan ndak menerus kan kata kata nya
" sebenar nya ada apa ga? tanya firman penasaran
"suami yang ndak pernah mencintai nya mas?
" gak mencintai nya? kata firman dengan memandang ku dari kaca spion"kalau gak cinta tu perut kamu udah buncit aja?
"mas? kata intan dengan memukul lengan firman
" kalau dia gak cinta sama kamu kenapa kamu nikah sama dia?
"cerita nya panjang fir, dan ndak usah di bahas lagi, karena percuma semua sudah terjadi fir? kata ku dengan mengusap perut ku
" eh.. kita ke kaffe yok, ada jus yang paling buming sekarang ini?
"jus apa mas?
" jus gak beres? kami tertawa
"sejak kapan ada jus gak beres?
" gak tau, nanti kita tanya ya? kata firman yang selalu melihat ku dari kaca spion, wajahnya yang cantik, lembut, semua nya kamu miliki ga, dulu aku sempat menaruh hati sama kamu ga, tapi sayang kamu milih sahabat ku devan. batin nya"kamu gak papa kan ga? tanya firman yang melihat aku menyadarkan badan ku melalui kaca spion
__ADS_1
"ndak fir? jawab ku dengan memegang bawah perut ku
" kamu sakit ga? tanya intan dengan membalik kan badan nya ke arah ku
"ndak, ya sudah kita minum jus ndak beres, aku penasaran rasa nya seperti apa?
" seperti orang yang lagi kasmaran?
"seperti kamu dong fir?
" mungkin ga?
"kok mungkin?
" udah gak usah di bahas?
mobil berhenti di parkiran kaffe, benar saja kaffe ini ramai dengan pengunjung, mungkin mereka penasaran dengan jus yang nama nya gak beres, lucu banget ya,, kami duduk di meja luar, agar bisa menikmati sejuk nya angin karena cuaca lagi mendung.
"kamu pesan apa? tanya firman ke intan
" rasa blueberry?
"kalau kamu ga?
" melon, ada mas? tanya ku kepada pelayan
"ada mbak?
" Terima kasih? pelayan pergi meninggalkan kami
"suami kamu gak nyariin ga? tanya firman
" jangan membuat mood ku hilang fir? kata ku pelan
"kamu seh mas?
" ya aku kan juga takut?
"kenapa kamu mesti takut mas, kamu ndak ngapain iga?
" aku memang gak ngapain, tapi aku bawa iga tanpa ijin?
"kan ada aku mas, aku yang akan bertanggung jawab?
" sudah sudah. kenapa mesti di ributin? aku yang akan bertanggung jawab? kata ku, beberapa menit pesanan kami datang, aroma susu nya sangat menggelitik hidung ku karena harum, ku seruput dan
"benar kata kamu fir, rasa nya segar sekali, bahkan ada selasih dan apa nama nya ini? kata ku dengan menunjukan ke arah intan
" kalau ibu ku bilang ini nama nya agar agar ga?
"iya... iya...bener bener? kata ku sambil memyeruput jus gak beres.
"seger banget kan? kamu pasti akan ketagihan. sebenar nya aku sedikit iri melihat intan dan firman, aku ingin seperti mereka, saling menyayangi, bahkan makan di luar bareng.
__ADS_1