Sebuah Harapan

Sebuah Harapan
Kabar bahagia


__ADS_3

Amira mencuri dengar saat Prasetyo mendapat telfon dari mama nya,dia merias wajahnya sedemikian rupa supaya terlihat pucat


saat keluar dari ruangan prasetyo melihat Amira terlihat berbeda dari biasanya,dia terlihat lesu dan pucat


"Apa kau sakit Amira" tanya Prasetyo


" oh aku tidak Pras,mungkin hanya kelelahan" saat Prasetyo hendak berjalan Amira berusaha mencegahnya,dia memulai sandiwaranya,


" pras apa aku bisa minta tolong"


Prasetyo diam sejenak,dia bingung istrinya sedang terbaring dirumah sakit, sementara temannya juga sedang membutuhkan bantuannya.demi rasa kemanusiaan ahirnya Prasetyo berusaha membantu Amira


"katakanlah" kata Prasetyo


"Tolong antarkan aku pulang,rasanya aku tidak kuat untuk bawa mobil sendiri" kata Amira sambil memperlihatkan kepada Prasetyo bahwa dia benar benar sakit.


" baiklah akan q antar kamu pulang " ujar Prasetyo


...---...


Dirumah sakit Dea sudah mulai siuman, Dea mencari ke sekeliling namun tak menemukan batang hidung suaminya.


"ma apa mas pras belum dikabari kalau aku di rumah sakit" kata dea


" sudah nak tapi entahlah kemana anak nakal itu" mama Ani sambil menengok luar ruangan mencari Prasetyo


pikiran Dea mulai tidak enak, tidak biasanya suaminya itu seperti ini.Dea terus menunggu Naum Prasetyo tak kunjung datang


...--...


" Amira sudah sampai,kamu masuk kerumah sendiri ya" tidak ada respon dari Amira Prasetyo pun menggoyangkan lengan Amira supaya bangun dari tidurnya.namun Amira tidak bangun juga.


" dia pingsan"? gumam Prasetyo


dia menggendong Amira membawanya masuk ke apartemen Amira.


"Bagaimana ini,aku nggk tau kata sandi pintunya,ku coba aja tanggal lahirnya siapa tau bisa" gumam Prasetyo


namun tetap tidak bisa,dengan ragu Prasetyo mencoba menggunakan tanggal jadian mereka pintu pun terbuka.

__ADS_1


"ternyata Amira masih menggunakan tanggal itu " Prasetyo lalu membaringkan Amira di ruang tamu,lalu mengoleskan minyak kayu putih di hidungnya.karena Amira sangat benci minyak kayu putih ahirnya dia memutuskan untuk siuman


" apa kita sudah sampai rumah,maaf aku jadi merepotkan mu" kata Amira sambil pura pura bersalah


" tidak papa Amira,karena kamu udah sadar aku tinggal dulu ya aku ada urusan lain yang mendesak" kata Prasetyo sambil bersiap untuk pergi,


" Pras apa sudah tidak ada lagi tempat untukku di hatimu" sambil menundukkan kepalanya.


" apa maksudmu Amira,aku sudah menikah,aku bahagia dengan pernikahan ku" ujar Prasetyo merasa heran dengan pertanyaan Amira


" Meskipun kamu sudah menikah,aku akan selalu menunggumu sampai kapanpun itu Pras,bahkan aku rela kau jadikan yang kedua,pergilah mungkin istrimu sedang menunggumu,maaf aku sudah mengutarakan isi hatiku yang tidak penting ini" kata Amira


Prasetyo pun keluar dari apartemen Amira menuju rumah sakit


...--...


Sesampainya dirumah sakit, Prasetyo dapat omelan dari mamanya.


" Sesibuk itukan kamu sampai mengabaikan istrimu,dia hampir saja mati,calon ayah macam apa kamu ini,dengar istrinya dirumah sakit bukannya cepat datang malah sibuk mengurus pekerjaan,kamu itu bosnya bukan karyawan,kamu bisa menyerahkan tugasmu itu sama sekretaris" mama Ani sangat emosi kapada anaknya


" calon ayah,apa maksud mama"


"Istrimu hamil,baru 1 bulan.kakau kami tidak datang tepat waktu mungkin calon anakmu tidak terselamatkan,memang apa yang membuat mu lama sekali datang" kata papa Deni.


Prasetyo mengabaikan pertanyaan papanya dan berlari memeluk Dea, Dea yang sedang tidur langsung terbangun


"sayang apa benar kamu hamil,kenapa kamu nggk bilang" mata Prasetyo berkaca kaca,merasa sebuah keajaiban telah datang.


" kalau aku bilang brati aku udah tau dong mas kalau aku hamil kan aku sendiri nggk tau" Ada raut kecewa diwajah Dea karena merasa Prasetyo mengabaikannya.


"Maaf sayang hari ini q bener bener sibuk,hp q tertinggal di ruangan jadi aku nggk tau kalau kamu nelpon"


Prasetyo ingin menjelaskan yang sebenarnya namun takut membuat istrinya kecewa.


" Dimana rosa,bukannya tadi dia ada disini? tanya Prasetyo


"Rosa ku suruh pulang mas, kasian kalau sampai dia kelelahan" kata Dea


"Ma pa kalian pulanglah,biar Dea bersamaku,kalian pasti sangat lelah seharian disini" Prasetyo melihat mamanya sudah terlihat sangat lelah

__ADS_1


" kami tidak lelah Pras,kami hanya duduk disini.meskipun kami lelah itu tidak terasa karena saking bahagianya kami, mendengar kabar kehamilan Dea"


" nak jaga kehamilanmu baik baik ya,jangan sampai kelelahan,mulai sekarang gunakan jasa pembantu,besok papa akan kirim pembantu kerumah kalian,nggk ada penolakan" kata papa Deni


merekapun berpamitan untuk pulang


"mas apa yang membuatmu sibuk,sampai kau lama sekali datang kesini"tanya Dea


" kamu jangan marah ya,aku tadi nganterin Amira pulang, dia terlihat pucat,dan saat sampai Apartemen ternyata dia pingsan,jadi q membantunya"prasetyo menjelaskan apa yang terjadi.


Dea merasakan ada rasa sakit di hatinya, firasatnya benar.


" Sepenting itu ya Amira,padahal kamu bisa minta tolong orang kantor,dan pesan taxi" Dea berucap dengan penuh rasa kecewa. " disini q juga menunggumu,ibu juga udah ngasih tau kamu kan,ah sudahlah mas aku mau tidur,kalau kamu mau memastikan keadaan Amira pergi aja dari pada nanti kepikiran,aku nggk papa disini sendiri"sindir Dea,Dea langsung memiringkan badannya membelakangi Prasetyo.


Prasetyo bingung dan merasa bersalah,dia bener bener kalang kabut kalau Dea sudah begini,pasti akan mendiamkannya.


"Sayang jangan seperti ini,hari ini hari kebahagian kita,kita dikarunia anak.harusnya kita merayakannya bukannya seperti ini" prasetyo terus merayu Dea dan mengelus perut Istrinya. berharap Dea tidak lagi marah


"benar ini hari bahagia kita mas,tapi entahlah aku merasa kecewa,sudahlah aku mau istirahat"kata Dea


tiba tiba Amira datang,dia sudah dari tadi berdiri di depan pintu ruang rawat inap Dea dan mendengar pembicaraan mereka.merasa ada sedikit bahagia mendengar pembicaraan Prasetyo dan Dea


" permisi,apa boleh aku masuk" kata Amira


Dea begitu terkejut mengetahui Amira berada disini,


Prasetyo kuga terkejut dengan kedatangan Amira


" Amira kamu lagi sakit kan,ngapain kesini"tanya Prasetyo


" Aku kesini mau jenguk Dea Pras,bagaimana keadaan Dea apa sudah membaik" tanya Amira


"Alhamdulillah sudah mulai membaik" kata Dea


mereka terus berbicara, Prasetyo memberi tau Amira kalau mereka baru mendapat kabar bahagia,Dea hamil. Amira merasa hatinya sakit,melihat Prasetyo sangat bahagia dengan kabar kehamilan Dea,Amira terus mengajaknya berbicara,hingga mengabaikan Dea dia sengaja supaya Dea sakit hati melihat interaksi mereka


" Mas kecilkan suaramu,itu sangat menggangguku,lebih baik kalian ngobrol di cafe saja,ini rumah sakit tempatnya orang sakit,dan orang sakit butuh istirahat yang tenang" tutur Dea


" Maaf ya De kalau kedatanganku mengganggu waktu istirahatmu,tadi q belum sempat mengucapkan terimakasih sama Pras,Oya karena udah malam q pamit dulu ya,semoga lekas sembuh,dan selamat atas kehamilanmu ya,Pras aku pulang dulu" Pamit Amira.

__ADS_1


Dea tidak menjawab karena Dea tidak di pamitin sama Amira,tapi dia tidak memperdulikan itu.karena efek obat yang diberikan dokter, Ahirnya Dea tertidur,dia tidak bisa lagi menahan rasa kantuknya.


__ADS_2