
HAPPY READING GUYS
________________________
"hmmm? jadi putri papa ini sudah punya pacar baru makanya sedari tadi selalu tersenyum manis ya..." sahut papanya
"apa Art benar-benar sudah tidak punya kesempatan lagi?" gumam Charles dalam hatinya setelah mendengar apa yang putrinya katakan itu....
"memangnya kriteria yang mana yang tidak bisa dia penuhi sayang?" tanya papanya lagi pada Ana...
"kriteria yang nomor 2 pa yaitu bisa hidup bersama disini bersama dengan kita selamanya... karena jika Ana benar-benar menikahi pria ini maka Ana pikir keluarganya juga tidak akan membiarkan dia tinggal dan menetap disini selamanya..." sahut Ana serius sambil menatap papanya dengan penuh harap... karena jika ia harus dihadapkan pada pilihan memilih cintanya atau tetap bersama papanya, maka itu akan menjadi pilihan yang benar-benar sangat sulit untuk diputuskan...
"oh, ya? apa dia anak dari keluarga super kaya sehingga ia tidak akan pernah diizinkan untuk pergi dari rumahnya? atau ia adalah harapan dan juga penerus keluarganya yang harus tetap tinggal dan memenuhi kewajibannya?" tanya Charles yang mulai tertarik dengan siapa sebenarnya putrinya ini melabuhkan hatinya selain pada Art...
"iya... sejenis seperti kedua hal itu, dan semuanya mutlak... bagaimana? apa papa akan mengizinkan jika aku benar-benar menikah dengannya?" tanya Ana lagi yang sudah tidak sabar mendengar kepastian dari papanya ini...
"kamu masih umur 18 tahun sayang... bagaimana kamu berpikir tentang menikah? itu terlalu jauh, jangan aneh-aneh..." sahut papanya yang langsung mengambil nasi setelah semua makan malam siap di meja makan mereka itu...
"aku serius pa... bukan berarti aku akan menikah sekarang juga kan... hanya saja, aku menanyakan ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan nantinya... aku tidak mau terjebak dalam pilihan cinta atau papa..." sahut Ana masih menatap wajah papanya dengan penuh keseriusan di matanya...
"astaga... baiklah-baiklah... cepat katakan pria itu dari keluarga mana dan siapa namanya? setelah papa tahu mungkin papa bisa mempertimbangkannya... semuanya tergantung pada situasi dan kondisi, apa dia benar-benar pantas untukmu atau tidak itu harus papa pikirkan matang-matang... sangat banyak kriteria yang harus ia penuhi agar bisa membuat papa bersedia mempercayakan putri papa satu-satunya kepada pria itu... cepat katakan pada papa dia dari keluarga mana dan siapa nama pria itu Ana..." sahut papanya dengan wajah serius juga... ada sedikit raut wajah khawatir juga yang terpancar dari wajah papanya saat ini...
"dia.... hmmmm.... dia dari keluarga Hans Suppanad pa, namanya Arthit Hans Suppanad dan aku tidak perlu menjelaskan detailnya lagi pada papa karena papa pasti juga sudah mengenalnya karena dia adalah anak dari sahabat baik papa, paman tampanku Kim Hans... dan pasti papa tahu apa alasannya kenapa dia tidak mungkin bisa selamanya tinggal bersama kita jika seandainya kami berdua menikah nantinya, karena paman Kim pasti tidak akan menyetujui hal itu jadi...." ujar Ana ragu-ragu namun tanpa diduga respon dari papanya ternyata berbeda jauh dari apa yang ia bayangkan, papanya langsung dengan sangat antusias memotong ucapannya...
"tidak perlu kriteria-kriteria lagi... papa setuju selama itu adalah Art... kalian bisa menikah kapanpun juga papa akan setuju, tapi itubpun setelah kamu selesaikan kuliahmu dulu..." sahut papanya yang langsung memotong pembicaraan Ana dengan antusias...
__ADS_1
"jadi sayang... kamu benar-benar sudah bisa menerima Art apa adanya?" tanya papanya yang langsung menggeser tempat duduknya mendekat kearah Ana tanpa memperdulikan nasi yang baru saja diambilnya dan teronggok diatas piringnya saat ini...
"kenapa papa tiba-tiba bersemangat? bukankah tadi papa bilang akan memikirkannya dulu dengan matang-matang siapapun orangnya?" tanya Ana dengan nada mengejek papanya...
"tidak perlu karena Art sudah memenuhi semua persyaratannya... dia calon menantu papa yang paling sempurna hahaha..." sahut papanya dengan bangga...
"lalu bagaimana dengan aku akan pergi meninggalkan papa sendiri di rumah ini?" tanya Ana sedikit terdengar ragu untuk mengatakan hal ini...
"kamu bisa pergi dan papa bisa menyusul untuk pergi sayang... itu hal mudah, kalian akan tinggal di Thailand? Hawaii? Florida? Singapore? Hongkong atau Jepang sekalipun papa akan ikut... itu hal yang mudah, tidaj perlu dipusingkan sayang..." sahut papanya antusias
"astaga, kenapa papa sangat senang dan antusias begini sih... aku kan jadi semakin tidak sabar untuk menikah dengannya hehehe" sahut Ana asal pada papanya...
"boleh saja, kalian bisa menikah kapanpun, hanya satu yang tidak boleh saat ini dan 2 tahun kedepannya..." sahut papanya membuat Ana terdiam dan penasaran...
"apa pa?" tanya Ana
"papa bicara apa sih, sudahlah cepat makan" sahut Ana yang langsung mengambil makanannya dengan cepat untuk mengalihkan perhatian dari perbincangan yang mulai mengarah pada sesuatu yang sudah jauh ke masa depan nantinya...
***
Sementara itu di Mansion besar milik keluarganya itu, Art juga benar-benar tampak ceria dan senyuman manis itu tidak pernah memudar dari wajahnya sejak sore tadi membuat semua orang heran kecuali ayahnya yang sudah sangat paham akan apa yang sedang dirasakan oleh putranya ini...
dia benar-benar sudah dimabuk cinta...
"sayang... sepertinya kamu telah menambahkan heroin di dalam masakan ini ya? lihatlah putramu sampai tidak bisa berhenti tersenyum seperti ini..." ujar Kim menyindir Art yang benar-benar tersenyum tanpa henti saat ini...
__ADS_1
"tidak sayang... tidak mungkin aku menambahkan narkotika dalam makanan..." sahut Aom menanggapi Kim dengan serius dan Kim langsung mengedipkan matanya memberikan isyarat...
"berarti bukan makanan ini yang salah... lalu apa? apa cuaca saat ini sangat terik sehingga kakakmu ini tersengat matahari dan mengalami halusinasi Tan?" tanya Kim pada putra keduanya itu...
"tidak mungkin ayah... fisik kakak lebih kuat dariku, tidak mungkin dia tersengat matahari..." sahut Tan sambil menambah makanannya lagi...
"ayah hentikan... jangan berpura-pura bodoh seperti itu... aku tahu ayah hanya mau mengejekku kan..." sahut Art setelah menyelesaikan makanannya...
"hahaha... jadi apa dia sudah lampu hijau? jadi kapan ayah bisa menemui Charles untuk melamar putrinya itu?" tanya ayahnya yang langsung membuat Art dan Tan tersedak bersamaan...
"kakak sudah mau menikah? dengan siapa? kak Ana? bukankah dia baru berumur 18 tahun kak?!" ujar Tan yang langsung memborbardir kakaknya Art dengan pertanyaannya...
"tidak, tidak, tidak... ayah ini bicara sembarangan... jangan didengarkan..." sahut Art sedikit malu-malu...
"memangnya kenapa? tidak ada yang salah... disini umur 18 tahun itu sudah legal menikah, bercinta dan minum minuman keras... negara liberal itu jauh lebih bebas..." sahut ayahnya dengan entengnya...
"benar juga kak, lebih baik diamankan sejak dini sebelum dicuri oleh orang lain kan... hahaha" sahut Tan sambil tertawa...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐