Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Pendekatan Pim 1


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Ah, ya... Ayah ingat sesuatu, ikutlah dengan ayah ke ruang kerja... biarkan para wanita cantik ini berbincang dengan santai sambil mengenal satu sama lainnya lebih dalam dan lebih jauh lagi..." Ujar Kim sambil mengedipkan matanya pada putri kesayangannya Pim,


Pim menanggapinya dengan kedipan mata dan juga mengangkat ibu jarinya secara sembunyi-sembunyi sebagai kode antara ayah dan anak ini... Entah apa yang


sebenarnya sedang mereka rencanakan dari tatapan mata mereka berdua karena hanya mereka yang bisa memahami maksudnya...


Art menatap Ana lagi, ia tahu Ana pasti masih sangat kesal dan mengacuhkan dirinya... tapi saat melihat kode kedipan mata dari Pim akhirnya Art langsung mengerti apa yang sebenarnya sedang direncanakan saat ini...


Ini adalah mode pendekatan internal yang sedang coba ayah dan adiknya lakukan...


Mungkin sekarang Pim akan mendekatkan dirinya dengan calon kakak iparnya ini dan tentunya juga akan ikut membujuk Ana agar tidak marah lagi...


Art pun berbalik dan berjalan mengikuti ayahnya menuju ruang kerjanya, sementara Pim langsung duduk di sebelah Ana yang tentunya membuat Ana sedikit merasa canggung karena kesalahpahaman tadi, namun tak dapat dipungkiri bahwa ia pun merasa sangat kesal pada adik kekasihnya ini... Candaan mereka tadi terlalu berlebihan tentunya...


"Hay kakak ipar, ini pertama kalinya kita bertemu... Bagaimana kalau berkenalan secara formal?" Ujar Pim dengan begitu cerianya,


Aura yang Pim pancarkan benar-benar hangat dan penuh keceriaan yang tiada tara... Ia seperti memiliki tubuh dewasa namun dengan semangat dan keceriaan yang selalu dimiliki oleh anak kecil yang tiada batasnya...


Apa ini salah satu kemampuan aktingnya?


Mungkin saja karena tentunya tidak mengherankan jika seorang model dan aktris cantik yang sedang naik daun ini memiliki bakat yang luar biasa...


"Aku belum menjadi kakak iparmu, jangan panggil aku begitu" sahut Ana yang langsung membuat Pim mengerucutkan bibirnya, sementara Aom hanya tersenyum melihat putrinya berusaha mendekatkan dirinya kepada calon kakak iparnya ini...

__ADS_1


"Kalian mengobrolah dulu, biar ibu bawakan jus segar untuk menemani obrolan kalian karena mereka ayah dan anak itu pasti memakan waktu yang cukup lama jika membicarakan soal bisnis dan pekerjaan..." Ujar Aom yang segera beranjak pergi ke dapur untuk meminta pelayan menyiapkan beberapa jus segar untuk mereka,


"Terima kasih bibi..." Sahut Ana sambil tersenyum lalu mengalihkan pandangannya kearah lain selain kearah Pim, apa yang dilakukan oleh kedua kakak beradik itu sungguh terlalu banyak menciptakan kecanggungan dalam dirinya,


"Jangan panggil bibi sayang, panggil ibu saja... Itu lebih enak didengar" sahut Aom lalu langsung melangkah pergi ke dapur


"........."


Untuk sejenak keheningan begitu pekat tercipta diantara kedua gadis ini, tapi tentunya bukan Pim namanya kalau tidak bisa mengubah suasananya...


"Kakak ipar ayo ikut aku ke taman" ajak Pim sambil langsung menarik tangan Ana tanpa persetujuan, dan akhirnya Ana terpaksa mengikuti kemauannya...


"Kakak tau kalau aku sangat mencintai kakakku itu?" Ujar Pim begitu saja saat mereka sudah duduk di kursi yang ada di taman belakang rumahnya itu,


Sebuah pilihan kata yang melahirkan keambiguan yang cukup berbahaya jika disalah artikan oleh siapapun yang mendengarnya...


"Ya, dan jangan panggil aku kakak ipar, aku belum menikah dengan kakakmu" sahut Ana singkat, padat, jelas


"Hahaha... Memangnya kenapa kak? Toh lama kelamaan kakak pasti akan jadi kakak iparku juga... Aku tidak percaya kalau kak Art tidak akan bisa mengikatmu dalam sebuah pernikahan..." Ujar Pim dengan begitu percaya diri akan kemampuan dan pesona kakaknya,


"Kakakku itu belum pernah sekalipun gagal dalam misi yang ia jalankan, paling buruk hanya pernah terluka di kepalanya ketika menjalankan misi yang ayah berikan di Hongkong dan itupun hanya beberapa saat setelah ia resmi berumur 20 tahun... Dan entah bagaimana ia belum pernah aku lihat tertarik pada wanita manapun..." Ujar Pim lagi sambil menatap lurus ke depan kearah kolam ikan yang ada di taman ini,


"Mana mungkin ia tidak pernah tertarik pada gadis manapun, sebagai seorang pria rasanya mustahil jika saat ia digoda oleh wanita cantik kakakmu itu tidak tertarik" sahut Ana masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Pim dan juga apa yang ia dengar dari Chan kemarin,


"Kakakku itu berbeda dari pria pada umumnya, ia tipikal yang hanya mau fokus pada apa yang ayah perintahkan padanya... Beberapa tahun lalu semua masih sama seperti itu, hidupnya seakan-akan terpaku pada ayah... Dia sangat mengidolakan ayah seakan ia selalu siap untuk mengorbankan nyawanya demi apapun yang ayah katakan padanya... Dia tidak pernah menganggap wanita yang mendekatinya dengan serius, tapi hanya satu wanita yang benar-benar bisa dekat dengannya..." Ujar Pim sambil mengambil ponselnya dari sakunya,


"Siapa itu?" Tanya Ana dengan cepat karena saking penasarannya, dan entah sejak kapan ia sudah mulai masuk lebih dalam diantara obrolan mereka ini, ia seakan-akan sudah merasa nyaman dan sangat akrab dengan Pim yang tadinya membuat dirinya kesal...

__ADS_1


"Hmmm... Sebelum aku mengatakan apapun lagi, bagaimana kalau kita membuat sebuah pertukaran kakak iparku sayang?" Ujar Pim sambil tersenyum manis pada penuh kemenangan, mendekati seseorang memang terlalu mudah baginya...


"Pertukaran? Pertukaran apa?" Tanya Ana bingung karena ia tidak paham dengan apa yang Pim katakan padanya,


"Bagaimana kalau begini saja kak, ceritakan tentang bagaimana dirimu bisa jatuh cinta pada kakakku yang seharusnya sih selalu bersikap dingin kepada wanita manapun selain aku, ibu dan satu orang ini lagi... Lalu bagaimana kakakku bisa jatuh cinta padamu juga?" Tanya Pim dengan cepat dan seperti biasanya selalu dipenuhi rasa antusiasme yang begitu besar terpancar dari matanya...


"Setelah itu aku berjanji akan mengatakan apapun yang ingin kamu ketahui tentang dirinya kak, tidak akan ada yang aku tutupi dari kakak iparku setuju? hehehe..." Ujar Pim lagi ketika ia melihat dan menyadari masih adanya sedikit rasa canggung dan keraguan dalam diri kakak iparnya ini...


"Yakin tidak mau mencari tahu informasi yang mungkin tidak akan ada orang lain yang akan bisa memberitahunya selain aku kak?" Tanya Pim lagi yang tentunya semakin membuat Ana penasaran...


Dilihat dari karakteristik Ana yang benar-benar keras kepala dan rasa ingin tahunya yang begitu berlebih dan sangat besar itu, tentunya tawaran ini sangat menggoda baginya...


"Baiklah setuju! Kita akan melakukan pertukaran informasi walaupun sebenarnya ini sedikit memalukan bagiku..." Sahut Ana sambil tersenyum kecut pada Pim,


"Oke setuju!" Sahut Pim penuh semangat kemudian mereka berdua berjabat tangan pertanda telah sama-sama setuju dengan pertukaran informasi mereka ini,


"Hmmm... Tapi ini sedikit terasa seperti aku menjual kakakku hanya untuk memenuhi rasa ingin tahuku pada calon kakak iparku ini hehehe" ujar Pim dalam hatinya,


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2