Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Sedikit Berlebihan


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Pim melepaskan pelukannya pada kakaknya dan melirik sekilas, ia dapat melihat kilauan cahaya kecemburuan yang berkobar di dalam mata kekasih kakaknya itu,


Lalu sebuah ide jahil melintas di benaknya,


"Kakak, mau memainkan sebuah game?" Tanya Pim sambil tersenyum penuh arti pada kakak laki-lakinya ini,


"Game apa?" Tanya Art


"Game untuk membuat calon kakak ipar ku semakin terbakar cemburu... Dengarkan kak, jadi begini rencananya..." Ujar Pim lalu membisikan beberapa hal pada Art,


Setelah beberapa saat, mereka saling bertukar pandangan lalu saling tersenyum penuh arti, saat anak-anak Kim ini akan melakukan sesuatu rencana jahil mereka benar-benar menjadi satu visi dan misi...


Sangat klop dan kompak hahaha...


Mereka berdua pun berbalik dan melangkah menuju ruang tamu dimana orang tua mereka dan juga Ana ada disana...


Pim dengan sengaja merangkul lengan kakaknya setelah mengambil adiknya dari gendongan kakaknya itu... Ia benar-benar berakting penuh kemesraan dengan kakaknya Art...


"Dia model itu... Berarti dia Pim!" Gumam Ana dalam hatinya, tangannya terkepal melihat kedekatan kekasihnya dengan gadis ini,


Saat mereka sudah ada di antara sofa ruang tamu itu, Pim membuka suaranya...


"Sayang, biar aku ambilkan biskuit ini untuk anak kita... Kamu pangku dia sebentar ya..." Ujar Pim menyerahkan adiknya lagi pada kakaknya...


Ia berakting dengan sangat natural... Ayah dan ibunya hanya bisa menahan tawa karena dengan melihat tingkah kedua anaknya ini mereka dengan sangat cepat paham bahwa ada sebuah plot rencana jahil yang putra dan putrinya ini sedang rencanakan untuk calon menantu mereka ini, mengingat Ana dan Pim memang belum saling mengenal satu sama lainnya karena Ana hanya tahu bahwa Art memiliki seorang adik laki-laki bernama Tan...


"Apa?! Anak kita?!" Tanya Ana spontan ketika mendengarnya, kemudian dengan cepat ia menutup mulutnya karena merasa malu di hadapan paman dan bibinya ini...


"Sayang... Siapa gadis ini? Dia terlihat sangat cantik..." Tanya Pim pada Art,

__ADS_1


"Dia kekasihku sayang..." Sahut Art dengan santainya,


"Ah?! Jadi kamu punya kekasih baru lagi?! Kita sudah punya anak! Bagaimana kamu masih bisa mencari pacar di luar sana!" Ujar Pim setengah berteriak pada Art...


"Aku mencintainya sayang... Jadi apa salahnya? Aku mencintainya dan ingin menjadikan dirinya sebagai istriku tapi dia masih belum setuju untuk menikah denganku..." Sahut Art dengan enteng dan terlihat tanpa dosa sedikitpun...


Art benar-benar berhasil berakting seolah-olah ia adalah seorang laki-laki brengsek yang suka memiliki banyak wanita di dalam pelukannya...


Mata Ana memerah, mulai tergenang air mata di sudut matanya... Hatinya bergetar hebat, ia masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat dan ia dengar saat ini...


Art duduk dengan seorang wanita yang sangat cantik, anggun dan elegan... Ditambah lagi anak yang begitu menggemaskan itu membuat dadanya semakin sesak...


Apa ini begitu lumrah di dunia mafia?


Memiliki banyak perempuan dan anak di sekitar para pemimpinnya...


Ana meremas ujung bajunya dengan sangat kuat, ia ingin meminta penjelasan tapi mulutnya seakan-akan tercekat dan sangat sulit ia buka... Ia memejamkan matanya sebentar lalu berkata,


"Paman bibi... Maaf sepertinya aku harus segera pulang, papa pasti sedang menungguku dengan cemas..." Ujar Ana dengan suara yang sedikit bergetar,


"Sayang... Jangan dengarkan mereka, kamu hanya dibohongi..." Ujar Aom pada calon menantunya yang malang ini,


"Kalian cepat hentikan sandiwara ini! Minta maaflah!" Perintah Aom pada anak-anaknya itu...


"Hehehe... Maaf bu, aku hanya ingin mengetes calon kakak ipar ku ini... Ternyata dia sangat manis, aku rasa aku akan sangat cocok dengannya..." Ujar Pim yang dengan cepat berpindah duduk ke sebelah kanan Ana dan langsung memeluk tubuh Ana namun sempat ditolak oleh Ana dengan sedikit menjauhkan tubuhnya,


"Maaf kakak ipar... Aku sudah menyakiti hatimu ya... Maafkan aku ya?" Pinta Pim dengan lembut dan sangat manis pada Ana,


"Tapi dengan reaksi ini, berarti aktingku sudah sangat bagus kan ayah? Hingga bisa membuat kakak ipar benar-benar cemburu!" Teriak Pim kegirangan sambil menatap ayahnya yang hanya tersenyum,


"Ya... Sangat bagus hingga membuat kakak iparmu hampir menangis..." Sahut ayahnya penuh penekanan hingga membuat Pim tersenyum kecut...


Ia tahu bahwa tadi itu mungkin memang sedikit berlebihan... Tapi itu terlalu menyenangkan jika dihentikan... Hehehe...

__ADS_1


"Ana, kamu harus terbiasa dengan hal-hal gila seperti tadi sayang... Karena anak-anak paman sama jahilnya dengan paman, terkadang mereka melewati batas karena senang menjahili orang lain..." Ujar Kim pada Ana sambil tersenyum manis,


".................." Ana hanya bisa terdiam, jadi semua itu hanya rekayasa? Tapi ini terlalu jauh! Ini melukai hatinya....


"Kalian sudah makan?" Tanya Aom pada Ana dan Art karena tadi mereka tidak ikut sarapan di bawah...


"Sudah bu... Sekarang aku akan pergi ke lahan pengembangan dulu ayah ibu... Aku akan membawa Ana juga kesana..." Ujar Art sambil berdiri lalu hendak meraih tangan Ana untuk ia ajak pergi...


Namun semua tidak semulus perkiraannya, Ana tidak merespon ajakannya dan memalingkan wajahnya kearah lain mengabaikan Art...


Sebuah tawa pecah tiba-tiba...


Ayahnya tertawa sangat keras lalu berkata pada Art,


"Makanya kalau mau menjahili kekasihmu jangan keterlaluan... Kalau dia benar-benar marah dan pergi hanya dirimu yang akan menyesal putraku sayang... Hahaha... " Ujar Kim tertawa lepas,


Percintaan anak muda memang sangat menarik untuk dinikmati...


"Tidak ayah... Aku melakukan semua ini hanya untuk melihat seberapa dalam ia mencintaiku, walaupun ada harga yang besar yang harus aku bayar setelah ini maka aku sudah siap... Istriku ini sangat spesial jadi aku pasti akan berjuang..." Ujar Art dengan penuh keyakinan dan kepercayaan diri yang tinggi pada ayahnya...


"Lingkarkan cincin di jari manisnya dulu dan buat akte pernikahan di catatan sipil, setelah itu baru kamu boleh memanggilnya dengan sebutan 'istriku' " sindir ayahnya yang benar-benar to the point hingga Art hanya bisa menelan ludahnya sendiri...


Ia belum menemukan kesempatan yang pas untuk membuat Ana setuju untuk menikah dengannya... Ini... Ini sedikit rumit... Lebih rumit dan susah untuk bisa Art lewati melebihi semua misi yang pernah diberikan padanya karena Art tidak ingin memaksa Ana untuk menikah dengan dirinya, tapi ia harus bisa membuat Ana mau menikah dengan dirinya atas kemauannya sendiri dan juga ketulusan hatinya yang terdalam...


Terlebih lagi, mereka tidak ada keharusan untuk segera menikah cepat... Oleh karena itu artinya Art hanya bisa terus mencari peluang yang tepat untuk melamar Ana kedepannya...


Setelah semua persiapan untuk melamar Ana setelah acara kampus itu gagal karena ulah Chris yang membuat Art dan Ana bertengkar, Art masih terus memikirkan hal lain yang bisa ia lakukan untuk melamar gadis pujaan hati Anastasya Geraldine...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2