
HAPPY READING GUYS
________________________
Pagi hari telah tiba, seluruh dunia nampak sudah begitu terang disinari oleh cahaya mentari pagi. Semua orang sudah melakukan aktifitas mereka seperti biasanya di pagi hari yang cerah ini....
Perlahan-lahan Ana mulai bangun dari tidurnya, belum membuka mata karena masih terasa sangat berat seakan ia benar-benar masih belum cukup untuk menikmati istirahatnya malam tadi. Sembari perlahan-lahan pikirannya mulai kembali pulih dan mengingat apa saja yang terjadi kemarin, suatu yang menyeramkan, menyedihkan...
Tapi di satu sisi ada hal yang sangat menyenangkan yang ia ingat kemarin malam karena ia ingat dengan jelas meski sedang menangis keras saat itu, bahwa kemarin malam ia tidur dalam pelukan hangat kekasihnya yang membuatnya semakin yakin bahwa apapun hal yang akan terjadi setelah hari ini akan bisa ia hadapi hanya dengan dukungan lelakinya ini...
Dunia mafia yang kejam tidak akan menjadi penghalang lagi meskipun ia masih perlu sedikit waktu untuk bisa menjadi lebih kuat dan layak berdiri di samping pria yang bisa disebut dengan pangeran di dunia gelap para mafia ini.
Dengan sedikit senyuman di wajahnya meskipun dengan mata yang masih terpejam, Ana meraba-raba dengan tangannya mencari keberadaan Art disampingnya...
Namun hatinya tiba-tiba membeku karena tidak ada seorangpun di sana!
Ana segera membuka matanya, dan dengan cepat melihat sekeliling ruangan,
Kosong!
Tidak ada seorangpun yang terlihat, rasa gelisah mulai membanjiri hatinya... Beberapa kata-kata ambigu yang keluar dari mulut Art kemarin malam kembali terngiang-ngiang di kepalanya...
“ Tidak... Tidak mungkin kan?! ” gumam Ana pada dirinya sendiri dengan suara bergetar hebat ia mulai berlari setelah turun dari tempat tidur ke kamar mandi, balkon, dan ruang tamu... Semua telah ia jelajahi beberapa kali hingga ia yakin bahwa Art tidak lagi ada di kamar ini, tidak ada satu celah pun yang tersisa untuk bersembunyi...
“ Jangan bercanda sayang! Kamu dimana?! ” teriak Ana dengan suara bergetar penuh rasa cemas dan ketakutan yang tidak lagi bisa ia kendalikan dalam hatinya,
__ADS_1
Hening...
Tak ada satupun jawaban yang di dapat... Tentu saja, karena tidak ada seorangpun yang ada di sweet room hotel ini lagi, hanya dirinya sendiri yang ada di kamar VVIP ini...
Dengan sedikit putus asa akhirnya Ana berlari ke pintu keluar, namun ketika ia membuka pintu kamar ini ia dikejutkan oleh begitu banyak orang yang berjaga di depan kamarnya. Sebelum pintu kamar itu terbuka, mereka benar-benar terlihat seperti patung pajangan yang hanya berdiri dengan tenang di bagian kiri kanan dan depan pintu kamar hotel ini...
“ Selamat pagi nona! ” ujar mereka semua serempak setelah melihat Ana membuka pintu kamarnya,
“ Dimana Art? Kemana dia pergi? ” tanya Ana yang saat ini terlihat sudah cukup kacau pada anak buah Nicholas yang menjaga di depan, ia bahkan tidak sempat membersihkan dirinya di kamar mandi sebelum keluar kamar. Namun yang ia temukan dari wajah para pengawal ini adalah raut wajah kebingungan,
“ Tuan muda ada urusan penting dan sangat mendesak untuk dilakukan nona, jadi kami yang akan mengantar nona kembali ke rumah nona saat ini ” ujar Nicholas yang baru saja datang dari arah lift,
“ Aku tidak percaya! Bawa aku untuk melihat dia secara langsung! Ini perintah! ” teriak Ana tidak mau menerima jawaban klise seperti itu, jantungnya saat ini berdetak dengan sangat kencang... Ketakutan menghitamkan hatinya, membuatnya kebingungan seperti anak ayam yang kehilangan induknya,
“ Hmmmm... Baiklah nona, kami akan membawamu ke tempat tuan Osvaldo berada...” sahut Nicholas setelah berpikir selama beberapa detik,
“ Cepat siapkan mobil untuk mengantar nona Geraldine ” ujar Nicholas setelah teleponnya tersambung sembari berjalan di koridor bersama Ana,
“ Tunggu sebentar nona, saya perlu membawa ID agar bisa membawa nona ke tempat 'itu' ” ujar Nicholas sambil masuk ke dalam sebuah ruangan yang ternyata adalah ruang kantornya sendiri,
“Kemana sebenarnya dia pergi sampai Nicholas itu memerlukan sebuah ID agar bisa masuk? ” tanya Ana dalam hatinya sembari menunggu dengan hati yang gelisah di depan ruang kerja Nicholas itu,
Di dalam ruangan,
Nicholas bukannya mengambil ID seperti yang ia katakan pada Ana, namun ia mengambil sebuah botol kecil dari lemari kaca yang ada di belakang meja kerjanya,
__ADS_1
“ Gadis ini benar-benar merepotkan ternyata... Bagaimana bisa tuan muda menahan diri di sekitar gadis yang sama sekali belum dewasa seperti itu? Jika ia benar-benar menjadi nyonya muda keluarga HS yang baru bukannya dia hanya akan menjadi beban bagi tuan muda Art? Dia masih menjadi gadis kaya yang berpikiran naif dan berpikir semua bisa ia perintah seenaknya Ckckck ” gumam Nicholas sambil menyimpan botol yang ia ambil ke saku jasnya lalu segera keluar dari ruang kerjanya itu,
“ Mari kita ke basement nona... ” ujar Nicholas pada Ana ketika ia sudah menutup dan mengunci pintu ruang kerjanya,
Tanpa berbicara apapun lagi mereka langsung menuju basement, yang ada di dalam pikiran Ana saat ini hanyalah cara untuk segera menemui Art dan memarahinya karena pergi begitu saja pagi ini hingga membuatnya hampir mati karena ketakutan akan ditinggal begitu saja oleh pria tampan nan misteriusnya itu,
“ Silahkan naik nona ” ujar Nicholas sambil membukakan pintu penumpang untuk Ana lalu ia duduk di sebelah kanan Ana sementara seorang anak buahnya juga duduk di sisi kiri Ana sebagai bentuk proteksi,
“ Kita akan kemana? ” tanya Ana setelah beberapa menit perjalanan karena ia merasa mobil ini mengarah menuju Manhattan yang tidak lain adalah daerah rumahnya berada,
“ Maaf nona, kami hanya mengikuti perintah tuan kami untuk mengantarkan anda pulang ketika Anda sudah bangun ” sahut Nicholas sambil mengeluarkan sebuah saputangan,
“ Tidak Mau! Bukankah aku sudah perintahkan untuk membawaku menemui Art? Menemui tuan muda Osvaldo kalian itu! ” teriak Ana karena merasa telah ditipu,
“ Jangan sembarangan memanggilnya dengan nama Art disini nona, karena nama itu hanya digunakan oleh tuan muda di tanah kelahirannya... Bukan di negara ini ” sahut Nicholas dengan tangan yang masih sibuk membuka botol yang ia ambil tadi,
“ Kalian brengsek! Cepat turunkan aku disini! Sekarang juga! ” teriak Ana lagi sambil meronta hendak meraih gagang pintu agar ia bisa keluar dari mobil ini,
“ Jangan berpikir terlalu tinggi akan dirimu, ayolah... Jangan selalu menjadi gadis naif seperti ini ” ujar Nicholas lalu langsung membekap Ana dengan sapu tangannya yang sudah berisi cairan dari botol itu yang tidak lain adalah obat bius,
“ Dirimu tanpa tuan muda hanyalah gadis kaya yang manja seperti biasanya, dan tidak memiliki hak apapun untuk memerintah kami, jadi menurut lah dan jangan membuat banyak masalah... Itu tidak sulit kan? ” ujar Nicholas pada Ana yang kini menatap matanya secara langsung,
“ Hmmmm! HmmmHmmm! ” gumam Ana bersikeras sambil melotot namun perlahan-lahan kesadarannya mulai menghilang,
______________________
__ADS_1
Kasi komentar atau kesan kalian sama isi novelnya 😉😁🥂