Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Tidak Jelas~


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Seperti biasanya, Ana menunggu di tempat yang sepi agar tidak ada temannya yang melihat dirinya naik mobil yang sama dengan Art karena itu akan menjadi bahan gosip yang sangat enak untuk dibahas dan digoreng terus dengan bumbu gosip-gosip lainnya yang tentunya tidak akan pernah membiarkan hidupnya di kampus ini berjalan dengan lancar-lancar saja jika sampai semua itu terjadi...


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya mobil Art berhenti tepat di depan Ana dan dengan cepat Ana langsung masuk ke dalam mobil itu...


Hening...


Benar-benar hening hingga mereka meninggalkan areal kampus itu, tidak ada satupun yang membuka pembicaraan agar suasananya tidak bertahan kaku seperti ini...


"Ana? Boleh aku tanya sesuatu padamu?" Tanya Art tiba-tiba dengan nada suara yang terkesan dingin dan ekspresi wajah datarnya yang masih fokus melihat ke jalan raya yang mereka lewati tanpa sedikitpun menoleh kearah Ana...


"Ada apa? Kenapa hari ini mood'mu sekacau ini sayang?" Sahut Ana balik bertanya dengan lembut dan sangat hati-hati... Ia juga mewaspadai apa yang ingin Art tanyakan pada dirinya...


"Apa kamu diminta untuk bergabung dalam event kolaborasi tahun ini?" Tanya Art menoleh sekilas kepada Ana lalu kembali fokus menyetir,


"Ya, pak Simmon dan dosen lainnya memintaku untuk bergabung dalam event kolaborasi tahunan ini khususnya di penampilan teater kali ini... Aku sangat senang, dari pertama kali aku menyaksikan pertunjukan teater dari jurusan seni peran aku sempat berandai-andai seandainya nanti aku bisa ikut berpartisipasi sekali saja bermain teater bersama dengan mereka maka aku pasti akan sangat bahagia..." Sahut Ana dengan sangat antusias...


"Dan sekarang semua itu benar-benar menjadi kenyataan! Yey!!!" Seru Ana yang terlihat benar-benar senang akan hal ini,


"Lalu bagaimana jika aku memintamu untuk tidak ikut serta dalam teater itu?" Tqnya Art yang langsung mengubah ekspresi wajah Ana yang begitu gembira menjadi sedikit bingung sekaligus sedih...


"Tapi kenapa?" Tanya Ana dengan polosnya,


Melihat ekspresi yang berubah drastis itu, Art mencoba menahan ego-nya...


Ia tidak mau membuat Ana sedih, ia hanya ingin melihat Ana tersenyum bahagia...


Walaupun itu berarti harus merelakan ego-nya tercabik-cabik melihat Ana akan berakting dengan pria lain diatas panggung dan entah berperan sebagai apa nantinya...

__ADS_1


Jika ia mau bersikap egois maka Art akan mengedepankan ego-nya yang berarti tidak ada seorang pun yang bisa menyentuh gadisnya dengan alasan apapun...


Egoisme yang tentunya lahir dari rasa kecintaan yang sangat besar untuk kekasihnya ini, rasa cinta yang terlalu besar sehingga melahirkan sifat posesif yang tidak ketulungan sama seperti ayahnya...


Kalau dipikir-pikir, Art dan ayahnya benar-benar seperti buah pinang yang dibelah dua... Benar-benar sama persis sifat dan karakteristiknya...


"Tidak... Aku hanya bercanda... Tapi kamu akan berperan sebagai apa nantinya?" Tanya Art lagi berharap Ana tidak akan mendapatkan adegan apapun yang romantis dengan pria lain... Karena itulah harapan terbesarnya saat ini...


"Entahlah... Katanya kemungkinan sejenis drama classical... Tapi aku juga tidak tahu judul drama yang akan diangkat untuk pertunjukkan nanti..." Sahut Ana sepengetahuannya...


"Aku juga diminta untuk tampil lagi nanti di acara itu seperti di prom night kemarin... Bagaimana menurutmu sayang?" Tanya Art pada Ana,


"Wow... Satu kampus pasti akan heboh lagi... Pangeran tampan mereka akan tampil diatas panggung... Tapi ingat jangan genit pada gadis lain ya... Awas saja..." Sahut Ana menggoda sekaligus mengancam kekasih tampannya ini...


"Huuuufffftttt... Aku benar-benar sudah mulai gila" ucap Art tiba-tiba yang langsung membuat Ana mengerutkan keningnya bingung...


"Kenapa sayang? Apa pekerjaan yang diberikan oleh pak Simmon terlalu banyak?" Tanya Ana penuh perhatian...


"Hahaha... Aku malah sangat senang, itu artinya dirimu sangat mencintaiku sayang... Tapi emosi itu harus tetap dijaga dengan baik ya... Jangan sampai ketahuan oleh orang lain, karena itu sangat berbahaya bagiku di kampus..." Sahut Ana sambil terkekeh pelan mendengar Art menggerutu atas perasaan posesifnya sendiri, lalu Ana dengan gemasnya mencubit pipi Art saat mereka sudah berhenti di depan rumahnya, akan tetapi beberapa detik setelahnya mereka malah berakhir dengan ciuman mesra di dalam mobil...


"Beritahu aku terlebih dahulu jika nanti peranmu di pertunjukan seni itu sudah keluar... Karena jika ada adegan romantis dengan pria lain maka aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan Ana... Karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa membiarkan pria lain..." Ujar Art terpotong karena Ana menyuruhnya diam dengan menempelkan jari telunjuk di bibirnya...


"Pacarku yang super posesif ini jangan terlalu stress karena hal-hal yang tidak berguna seperti ini ya... Percayalah padaku, aku tidak akan melakukan hal-hal yang aneh dengan pria manapun selain dirimu..." Sahut Ana penuh dengan keyakinan dalam ucapannya, lalu Art pun tersenyum dan berkata,


"Jadi artinya kalau dengan aku kamu bisa melakukan hal yang aneh-aneh kan?" Tanya Art sambil tersenyum simpul penuh makna...


"Hey... Jangan mempermainkan kata-kataku dan membuat peluang untuk dirimu sendiri ya... Kalau sudah menikah baru boleh aneh-aneh..." Sahut Ana sambil mencubit hidung mancung Art dengan sangat gemas...


Tok!tok!tok!


Terdengar suara kaca pintu mobil di sebelah Ana diketuk oleh seseorang...

__ADS_1


Dia adalah Mark yang sedang berusaha mengatakan sesuatu dari luar...


"Ada apa Mark?" Tanya Ana saat membuka pintu mobilnya...


"Tuan meminta nona dan tuan muda Art untuk masuk ke dalam nona..." Sahut Mark sambil menatap wajah Ana dan Art yang masih ada di dalam mobil saat ini...


"Baiklah..." Sahut Art sambil melepaskan sabuk pengaman dan keluar dari mobilnya...


"Bagaimana kalau hari ini juga aku meminta restu dari ayahmu? Tadi kamu bilang setelah menikah boleh kan macam-macam sayang?" Tanya Art sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya menggoda Ana...


"Jangan gila! Aku kan belum lulus kuliah..."sahut Ana dengan wajah yang sudah merona merah saat ini...


Di dalam, setelah minum dan mengobrol bersama dengan tuan Gerald akhirnya Art pamit untuk pulang sebelum hari mulai malam...


Tak lupa sebelum meninggalkan rumah Ana, Art menyempatkan diri untuk mencuri sebuah ciuman singkat dari kekasihnya ini...


***


Sesampainya di resort keluarganya yang ada di dekat pantai Miami, saat masuk ke dalam rumah itu yang pertama kali dicari oleh Art adalah ayahnya...


"Ayah dimana Pim?" Tanya Art yang belum juga melihat keberadaan ayahnya yang biasanya sedang bersantai di jam-jam seperti ini...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2