Secret Of My Handsome Bodyguard

Secret Of My Handsome Bodyguard
Marah


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Di perjalanan, keheningan begitu terasa...


Ana benar-benar tak sanggup untuk mengusir keheningan itu karena aura yang begitu suram terasa di dalam mobil ini akibat dari sifat Art yang mendingin saat ini padanya...


Art benar-benar membuat suasana menjadi sangat dingin di sekitarnya, tak ada sedikitpun celah untuk Ana mengatakan sepatah katapun padanya...


Cukup lama, namun akhirnya Ana memberanikan diri untuk membuka suaranya setelah menyadari bahwa jalan yang mereka lalui saat ini bukan menuju ke arah rumahnya, tapi malah semakin mengarah menjauh dari lokasi rumahnya berada...


"Kita mau kemana sayang?" Tanya Ana dengan sedikit ragu-ragu karena Art melajukan mobilnya jauh lebih kencang daripada biasanya...


".............................." Art tetap diam tidak menjawab pertanyaan dari Ana, bahkan ia tidak sedikitpun memberikan respon kepada Ana...


"Ini bukan jalan menuju rumahku sayang... Kita mau kemana?" Tanya Ana lagi sambil menyentuh lengan Art yang masih mulus terbalut kemeja hitam itu...


"Sudah aku bilang aku tidak bisa mengantarmu pulang sekarang, lagi pula siapa suruh tetap bersikeras untuk ikut denganku" sahut Art dengan dingin pada Ana...


"Tapi ini mau kemana?" Tanya Ana lagi namun Art kembali mengacuhkan dirinya...


"Jadi begini sifatnya saat sedang marah? Astaga... Lain kali aku harus lebih berhati-hati agar dia tidak marah padaku... Sungguh sulit untuk membujuknya, dan marahnya dengan cara seperti ini lebih menyeramkan, lebih baik dia mengeluarkan seluruh amarahnya dengan kata-kata dari pada diam seperti ini... Tuhan bantu aku membujuknya..." Gumam Ana dalam hatinya,


"Maafkan aku..." Ujar Ana sambil menggenggam tangan kiri Art yang hendak mematikan AC yang terlalu dingin bagi Ana...


Walaupun tanpa menoleh kearah Ana sedikitpun, Art menyadari bahwa beberapa kali Ana mengusap-usap lengannya...


Ia pasti kedinginan, pikir Art...

__ADS_1


"Maafkan aku ya..." Pinta Ana lagi namun tetap tidak berhasil membuat Art mau menjawabnya dengan iya ataupun tidak...


Cukup lama di perjalanan, akhirnya mereka berada di pesisir pantai Miami beach...


Deburan ombak di malam hari serta dentuman musik dari beberapa bar yang beroperasi hingga subuh itu membuat suasana pantai terlihat dan terdengar begitu meriah walaupun ini sudah hampir tengah malam...


Tak lama setelah menyusuri jalan raya di tepi pantai itu, akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Art mengarah masuk ke dalam sebuah mansion mewah besar yang ada di ujung pantai Miami ini...


Tempatnya terlihat begitu private, lihat saja penjagaannya yang ketat...


Ada beberapa lapisan penjagaan di mansion ini, 4 orang di gerbang depan, 2 orang lagi di garasi mobil, masing-masing 4 orang berpatroli keliling mansion bagian depan dan di halaman belakang... Dan entah berapa jumlah penjaga yang tinggal dan beristirahat di paviliun kecil yang ada tidak begitu jauh dari bangunan utama mansion besar ini...


"Ini mansion siapa? Paman Kim kah?" Tanya Ana lagi ketika pintu gerbang sudah dibukakan oleh para penjaga itu sambil memberikan hormat mereka kepada tuan muda Art mereka ini...


Tanpa menjawab apapun, Art langsung keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju pintu utama mansion besar itu dimana beberapa orang pelayan nampak bersiap untuk menyambutnya di depan pintu...


"Dia sangat menyebalkan saat sedang marah!" Gerutu Ana sambil cepat-cepat berusaha mengejar kekasihnya yang sedang marah pada dirinya ini...


"Selamat datang tuan nona, mau kami siapkan kamar tamu atau..." Ujar pelayan itu nampak sedikit ragu untuk melanjutkan apa yang ingin ia katakan karena pinggangnya sudah dicubit oleh temannya agar ia tidak lancang mengatakan hal lainnya yang benar-benar tidak perlu dan tidak patut untuk ditanyakan...


Temannya sangat paham bahwa si pelayan ini mungkin terlalu antusias karena melihat tuan muda mereka untuk pertama kalinya membawa seorang gadis cantik kembali kemari apalagi di tengah malam seperti ini, tentu saja tidaklah bisa disalahkan sepenuhnya jika imajinasi mereka melayang-layang semakin liar ketika memikirkan beberapa kemungkinan yang mungkin saja terjadi setelah ini...


Ya, walaupun itu bukanlah keadaan yang sebenarnya terjadi saat ini...


Situasi romantisme itu terasa sangat jauh dari jangkauan saat ini ketika kenyataannya Art sedang dalam suasana hati yang sangat buruk saat ini...


"Hmmm... Saya rasa tidak perlu... Saya hanya sebentar saja disini..." Sahut Ana sambil tersenyum lalu menyusul Art masuk ke dalam,


"Hanya sebentar? Quick time? Wow... Itu terlalu singkat tidak?" Bisik pelayanan itu pada temannya,

__ADS_1


"Buang jauh-jauh pikiran kotormu itu, belum tentu tuan muda mau hal-hal instan seperti itu... Lagi pula gadis itu terlihat jelas berasal dari keluarga yang elit, bukan dari kalangan yang tidak-tidak" Sahut temannya


"Sayang..." Panggil Ana sambil berlari kecil mengikuti Art yang berjalan cepat menuju ke lantai 2 dimana kamarnya berada...


Ana terus berusaha mengejarnya namun sayang ia kalah cepat, Art mengunci pintu kamarnya dan tidak membiarkan Ana masuk walaupun ia terus mengetuk-ngetuk pintu kamarnya...


Tak berselang lama, paman Kim nya datang karena mungkin mendengar dan terganggu oleh keributan yang Ana ciptakan saat ini...


"Ana? Ada apa? Kenapa kamu bisa disini malam-malam begini nak?" Tanya Kim saat jarak mereka sudah dekat,


"Tadi ada sedikit insiden di acara kampus yang membuat kak Art marah padaku paman... Dan sekarang dia bahkan tidak mau berbicara padaku..." Ujar Ana mengadu pada paman Kimnya ini dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca...


"Ah? Bagaimana mungkin? Itu sangat aneh... Art bukan tipe orang yang akan mudah marah karena hal-hal kecil... Apalagi pada gadis yang sangat ia cintai ini..." Sahut Kim sambil mengusap lembut rambut putri dari sahabatnya ini...


"Coba ceritakan kejadiannya secara singkat pada paman, siapa tahu paman bisa membantu memberikan solusi dan tips untuk membuat Art'nya paman mau berdamai dengan kekasih tercintanya sebelum pagi..." ujar Kim sambil tersenyum manis pada Ana


Lalu Ana pun mulai menceritakan apa dan bagaimana semua ini bisa terjadi secara singkat namun tetap dapat menjelaskan inti dari permasalahan yang terjadi yang membuat Art benar-benar marah kepadanya saat ini...


"hahaha... jadi begitu... pantas saja dia marah sayang... dengarkan paman ya, selama Art masih sangat-sangat mencintaimu... ketika ia sangat marah dan kecewa padamu ia akan sering bertingkah seperti ini, ya paling tidak dia akan selalu seperti ini selama kamu tidak membuat hatinya terluka sangat parah sayang..." ujar Kim lalu ia mengeluarkan kartu master key dari sakunya dan menggunakan kartu itu untuk membuka pintu kamar putranya itu...


karena selain menggunakan sidik jari, hanya kartu master key itulah yang bisa membuka seluruh pintu yang ada di dalam mansion besar mewah dan futuristik ini...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2