
HAPPY READING GUYS
________________
Hujan mulai turun membasahi kota New York dengan sangat deras...
Bahkan membuat jarak pandang menjadi berkurang di jalanan kota ini...
" yang tadi itu siapa nona?" tanya KJ menoleh pada Ana
" rekan kerja papaku KJ kenapa?" Ana pun menoleh pada KJ
" tidak apa-apa nona saya hanya bertanya" sahut KJ kembali fokus menyetir memandang jalanan...
" hmmm... kau dan Andeline, kalian sangat dekat apa kau menyukainya?" Tanya Ana tiba-tiba...
" tentu saja tidak nona, dia memang cantik tapi saya tidak tertarik ataupun menyukainya, kami hanya teman saja..." sahut KJ enteng dan tetap fokus menyetir, sementara itu raut wajah Ana berubah menjadi terlihat senang...
" hmm apa ada gadis yg kau sukai?" Tanya Ana
" tidak ada nona" jawab KJ singkat
"Sepertinya sih..." batin KJ
Ana mengerucutkan bibirnya dan tiba-tiba...
' boom!!!'
" eh ada apa KJ??" tanya Ana kaget saat mendengar dentuman keras dan mobilnya mendadak hilang kendali sebentar, namun dengan cekatan KJ kembali menguasai kendali mobilnya lalu menepikan mobilnya...
" sepertinya bannya pecah nona, akan saya lihat dulu..." ujar KJ langsung turun untuk mengecek kondisi bannya
Dan benar saja bannya memang pecah...
hujan tak juga kian mau reda, baru sebentar saja berada di luar mobil KJ sudah basah kuyup karena hujan yang begitu lebat ini...
" saya akan mengganti bannya dulu nona, tunggu sebentar ya..." pinta KJ
KJ pun langsung mengambil peralatan di bagasi mobil dan menyingsingkan lengan bajunya yang sudah basah lalu mengambil dongkrak, KJ mulai memasangkan dongkrak di bawah mobil namun ada yang membuat KJ bingung, ada cahaya berwarna merah samar-samar terlihat di bawah mobil
" apa itu" gumam KJ
Pandangan KJ sedikit mengabur karena air hujan yang terus mengalir di wajahnya...
" ya tuhan!" gumam KJ dan spontan KJ langsung meminta Ana untuk keluar dari dalam mobilnya
" nona ayo keluar" ujar KJ yang langsung menarik Ana keluar tanpa persetujuan
" ada apa KJ???hujannya deras sekali..." sahut Ana tampak bingung
Suhu dingin malam ini ditambah guyuran hujan kembali membuat tubuhnya menggigil walau sudah terbalut jas KJ sekalipun...
" tolong nona menjauh" belum sempat KJ dan Ana menjauh benda yang diduga oleh KJ adalah bom itu sudah meledak dan membakar mobil Ana sampai hangus...
__ADS_1
KJ refleks memeluk Ana untuk melindunginya dari ledakan, keduanya terpental beberapa meter karena efek ledakan yang cukup keras itu...
" nona?? Nona baik-baik saja?" tanya KJ memeriksa kondisi Ana, terlihat jelas raut wajah shock Ana, api berkobar-kobar membakar mobil Ana, walau sedang hujan api tetap saja menyala-nyala dengan kuat...
" nona?? Nona bisa mendengar saya??" KJ panik saat melihat Ana hanya termenung dan diam saja, suara KJ terbiasakan oleh suara hujan di telinganya...
" hiks, hiks~" Ana terisak sambil memeluk KJ, tubuhnya bergetar kuat karena ketakutan...
KJ menghela nafas berat,
dipeluknya tubuh Ana yang basah kuyup lebih erat untuk menenangkannya...
"ini pasti sangat berat untuknya..." batin KJ
" aku ada disini untukmu, jangan menangis" KJ tak lagi memakai kata 'saya' untuk berinteraksi dengan Ana, entah apa yang ada dipikirannya namun KJ begitu khawatir saat melihat Ana rapuh seperti saat ini...
" kita harus mencari tempat berteduh nona" KJ langsung membantu Ana berdiri, keduanya berjalan di bawah guyuran hujan itu...
KJ menggunakan jasnya yang tadi di pakai Ana untuk memayungi Ana yang saat ini tengah memeluknya erat, tak lama berselang datang dua mobil patroli polisi menghampiri mereka
" tuan?? Apa yang disana mobil anda?" Tanya polisi itu pada KJ
" iya pak, maaf apa boleh kami menumpang " tanya KJ sopan
" tentu saja silahkan masuk tuan dan nona" sahut polisi itu, KJ dan Ana pun menumpang mobil polisi untuk pulang ke rumah...
" apa yang terjadi tuan?? Apa ada masalah dengan mesinnya?" Tanya polisi itu
" saya tidak tau pasti pak, tapi tadi saat saya hendak mengganti ban yang pecah saya melihat ada cahaya merah di bawah mobil dan tak lama kemudian mobilnya meledak" KJ memeluk Ana yang menggigil kedinginan karena tubuhnya yang sudah basah kuyup itu...
" sebaiknya anda ke kantor polisi dulu tuan, kami membutuhkan keterangan anda, bisa saja ini adalah percobaan pembunuhan" ujar polisi itu menyarankan KJ untuk ke kantor polisi
" baik tuan, dimana alamatnya?" tanya polisi itu pada KJ
" kediaman tuan Geraldine pak" sahut KJ
Sesampainya di rumah KJ langsung membawa Ana ke dalam kamarnya...
" nona Ana?? Kenapa basah seperti ini?" tanya Mark kaget melihat keadaan Ana yang sangat berantakan itu..
" apa tuan sudah tidur?" tanya KJ, Mark menggeleng pertanda tuan Gerald belum tidur...
" tuan baru saja dapat telepon dari kantor polisi kalau mobilnya terbakar dijalan, sepertinya beliau tidak bisa tidur, berkali-kali tuan mencoba menghubungi nona Ana tapi tidak ada jawaban, segeralah temui tuan KJ, beliau sangat panik," ujar Mark
KJ mengangguk setuju...
" aku antar nona Ana dulu, tolong buatkan dia teh hangat Mark" pinta KJ lalu KJ langsung membawa Ana ke kamarnya...
sesampainya di kamar Ana enggan melepaskan KJ...
" saya harus menghadap tuan Gerald dulu nona" ujar KJ tapi Ana sama sekali tidak bergeming dan malah memeluk tubuh KJ semakin erat...
" jangan tinggalkan aku" pinta Ana enggan melepaskan pelukannya pada KJ
" hanya sebentar, saya akan kembali kesini..." sahut KJ membelai pipi Ana dengan lembut
" janji?" tanya Ana sambil menatap mata KJ
__ADS_1
" janji, sekarang bersihkan dirimu dan istirahatlah" ujar KJ lalu meninggalkan Ana di kamarnya dan langsung menghadap tuan Gerald
" selamat malam tuan" salam KJ pada Gerald
Tn Gerald langsung menghampiri KJ dan memeriksa keadaan KJ...
" syukurlah, apa Ana baik-baik saja?" tanya Gerald cemas
" nona sudah ada di kamarnya, dan dia baik-baik saja tuan" sahut KJ
" kita bicara nanti, ganti pakaianmu kau bisa sakit nanti" perintah Gerald pada KJ
"tapi sebelum itu saya harus menghubungi tuan Kim untuk meminta persetujuan sesuatu tuan, tidak apa kan?" tanya KJ
"iya silahkan hubungi dia..." sahutnya cepat
KJ tersenyum lalu mengangguk, setelah pamit pada tuan Gerald KJ pun membersihkan dirinya lalu pergi ke kamar Ana lagi...
tok!tok!tok!
" nona?" panggil KJ tali tidak ada jawaban apapun dari Ana...
Perlahan KJ masuk ke dalam kamar, di tempat tidur Ana tengah berbaring membelakanginya...
" nona Ana?" KJ duduk di pinggir tempat tidur Ana, perlahan Ana memutar tubuhnya...
Tatapan mata KJ berubah sendu melihat keadaan Ana sekarang ini, wajahnya pucat, matanya merah dan terlihat begitu sakit...
" KJ" gumam Ana pelan
" nona?? Nona demam, saya ambilkan air hangat untuk mengompres nona" belum sempat KJ pergi Ana sudah terlebih dulu menahannya...
" tetaplah disini, aku tidak butuh apapun, aku membutuhkanmu" pinta Ana, KJ tidak tega jika harus meninggalkan Ana yang sedang sakit seperti ini...
" yasudah, kamu tidurlah... aku akan menjagamu..." ujar KJ lembut lalu menyelimuti Ana hingga sebatas dada
" jangan kemana-mana, aku ingin kau tetap disini" pinta Ana dengan suara lemahnya
" iya, sekarang tidurlah saya akan tetap disini" ujar KJ sambil membelai rambut Ana dengan lembut
" aku lebih suka kau memakai kata 'aku' jika sedang bicara denganku bukan kata 'saya' " ujar Ana sambil memejamkan matanya...
" itu tidak mungkin nona" KJ tertawa kecil
" ini perintah KJ" ujar Ana KJ tampak berpikir sejenak
" baiklah, aku mengerti nona" ujar KJ
Ana pun mulai terlelap, semakin lama suhu badannya semakin panas membuat KJ gelisah, perlahan KJ melepaskan genggaman Ana pada tangannya dan langsung mengambil air hangat untuk mengompres Ana...
" bagaimana caranya agar aku bisa mengompres dia" batin KJ kebingungan, perlahan KJ mengangkat tangan Ana dan meletakan kantung kompres berisi air panas kuku di ketiak Ana...
____________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐